
Sudah satu minggu, Raya dan Arka tidak saling berkomunikasi, Arka terus menerus berusaha menghampiri Raya, namun Raya terus menerus juga menghindari Arka.
Seperti pagi ini, dengan bunga dan coklat kesukaan Raya, Arka datang ke kantor berharap agar Raya mau menemui nya lagi.
"Bagaimana Sand?" Tanya Arka pada Sandra
"Dia masih tidak mau menemui abang" jawab Sandra sambil menggelengkan kepalanya.
"Terus aku harus bagaimana lagi Sand, aku sudah berusaha untuk memperbaiki semuanya, setiap hari aku kesini, dan itu tidak merubah sedikit pandangannya" ucap Arka dengan wajah sedih.
"Sabar Bang, Teruslah berjuang sebenarnya kami para perempuan sangat suka di perjuangkan" ucap Sandra tersenyum, dan Arka pun kembali pulang dengan hati yang kosong.
Sandra kembali masuk ke dalam ruangannya
"Dia sudah pergi?" tanya Raya
__ADS_1
"Sudah" ucap Sandra
"Baguslah" ucap Raya dengan nada cuek
"Mau sampai kapan kamu seperti ini terus Ray? Kamu harus bicara dan selesaikan semuanya, kalau seperti ini sama saja kamu menggantung hubungan kalian" ucap Sandra
"Biar saja biar dia merasakan apa yang aku rasakan kemarin" ucap Raya
"Lalu apa bedanya kamu dan dia, Api di balas Api tidak akan pernah padam, jika dia memperlakukan kamu seperti itu, lebih baik kamu balas dengan hal beda, kalau seperti ini kapan selesainya?" ucap Sandra
"Yaudah apa? Kamu sudah yakin siap kehilangan bang Arka? Yakin kalau suatu saat nanti bang Arka pergi akan baik-baik saja, diluaran sana banyak perempuan cantik loh, bang Arka juga sangat terkenal di kalangan ABG" ucap Sandra
"Jadi menurut kamu aku sudah tua gitu, kalah sama ABG? kalau dia mau sama perempuan cantik di luar sana ya terserah, memang aku peduli, aku juga cantik" ucap Raya berjalan ke arah kaca besar yang ada di ruangan Sandra
"Wah bang Arka, foto sama perempuan mana ini, mereka sarapan bareng deh kayanya, cantik nya" ucap Sandra sambil melihat hp nya dengan nada yang sengaja di buat tinggi
__ADS_1
"Apa! dia jalan sama perempuan (berbalik arah dan menghampiri Sandra) Aku bilang apa kan dia itu playboy baru seminggu ku cuekin udah ada perempuan aja, mana-mana" ucap Raya mengambil handphone Sandra
"Mana Sand kok engga ada, dimana sih" ucap Raya menscroll media sosial milik Arka lewat handphone Sandra
"Tadi katanya, terserah engga apa-apa kalau bang Arka sama perempuan lain, ternyata masih kepo juga" ucap Sandra tertawa
"Apaan sih bikin kaget aja, ya aku kan cuma mau tau aja, perempuan mana yang mau sama bang Arka, perempuan mana yang bisa ganti posisi aku" ucap Raya
"Hussh Istigfar kata-kata kamu terlalu menyombongkan diri, tidak boleh seperti itu" ucap Sandra
"Astagfirullah, kamu sih jangan pancing-pancing udah tau lagi emosi" ucap Raya pada Sandra
"Ray, aku kasih tau ya sama kamu, terkadang memang sifat kita sebagai perempuan semakin di perjuangkan malah semakin meninggikan diri, padahal tanpa kita tau ada perasaan sakit campur sedih dari mereka yang sedang berjuang, ayolah Raya Hargai selagi masih ada, penyesalan datang nya di akhir, setidak nya kalian bicara dulu" ucap Sandra
"Iya.. Nanti aku pikirkan lagi" ucap Raya merenung.
__ADS_1
Bersambung...