
Sore hari Satya sudah menunggu Sandra di parkiran Restauran milik Sandra.
"Kamu sudah lama nunggu? " ucap Sandra masuk ke dalam mobil Satya.
"Hampir satu jam " ucap Satya
"Maaf ya tadi aku, masih banyak urusan di dalam" sambil membetulkan jilbabnya.
"Kapan aku bisa melihatmu tanpa mengenakan jilbab? " menatap Sandra.
"Ah??? " tidak terlalu mendengar perkataan Satya
"Aku ingin melihat mu tanpa jilbab dan baju panjang mu" memegang pundak Sandra
"Kamu bicara apa sih" ucap Sandra memalingkan wajahnya malu.
"Sayang?? " Satya mendekatkan tubuhnya lalu memegang pundak Sandra.
"Sayang??? " ucap Sandra seolah meminta jawaban Satya
"Iya apa boleh aku memanggilmu dengan sebutan Sayang?? " ucap Satya menatap Sandra
"Apa lagi ini?? Kenapa tiap hari ada aja tingkah anehnya " Batin Sandra.
"Aku tau kamu masih marah karena aku perlakukan kamu tidak baik, maafkan aku, tapi percayalah aku menyesali semuanya. " ucap Satya
"Aku tidak marah, aku juga sudah memaafkan mu, tapi aku masih ragu, aku masih takut " ucap Sandra menunduk.
"Aku akan mengejar mu, sejauh manapun kamu berlari aku akan tetap kejar kamu, tapi mohon beri aku kesempatan? " Satya menggenggam tangan Sandra
"Iyaa" menganggukkan kepalanya.
"Terimakasih (mencium punggung tangan Sandra) ijinkan aku memanggil mu dengan sebutan Sayang?? Mulai hari ini aku akan memperlakukan kamu dengan baik" ucap Satya.
"Terserah kamu saja, ayo jalan.. Aku ingin makan baso, apa boleh? " ucap Sandra
"Boleh.. Apapun yang kamu mau aku akan turuti" ucap Satya menjalankan mesin mobilnya.
"Stopp disini.. " ucap Sandra
"Ko disini? Katanya mau beli baso? " tanya Satya
__ADS_1
"Iya.. Itu ada tukang bakso, kita makan disitu aja" Sandra menunjuk lapak penjual Bakso gerobak pinggir jalan.
"Disitu? Kamu yakin?? Kenapa ga di Mall aja?? " Satya melihat lapak bakso dengan teliti
"Aku mau disini aja.. Kata Karyawan aku disini baksonya enak" Turun dari mobil dan Satya ikut mengejar Sandra.
"Sayang.. Tunggu.. Kita ke Mall aja ya, kamu engga kepanasan disini? " menahan tangan Sandra.
"Memang kenapa? Disini anginnya alami loh?? Udah ah aku mau makan bakso, kalau kamu mau di Mall yaudah sana" Berjalan ke lapak penjual Bakso.
Dengan tepaksa Satya mengikuti nya dari belakang, ini memang baru pertama kalinya Satya makan di pinggir jalan, sebenarnya bukan sok Kaya, atau jijik dengan makanan kaki lima, tapi sejak kecil Uminya jarang mengajak nya jajan di pinggiran Umi selalu membuatkannya sendiri apapun yang anak-anak nya minta, menurut umi masak sendiri lebih terjamin karena umi tahu selera anak-anak dan suaminya.
Sandra dan Satya duduk saling berhadapan, Bakso pesanan Sandra pun sudah datang.
"Kamu mau makan engga? Aku pesan dua loh, tapi kalau engga mau juga ga apa-apa biar aku yang habiskan " mengambil dua mangkok di depannya dan membumbui Bakso tersebut.
"Kamu yakin abis dua mangkok gitu? " tanya Satya.
"Namanya juga ibu hamil mas dimaklumi saja, dulu istri saya kalau ngidam mintanya yang aneh-aneh, tapi itu adalah tanda bukti kita menyayangi istri dan calon anak kita, sebagai lelaki kita memang tidak merasakan, tapi kita bisa meringankan sedikit beban pasangan kita, dengan kasih sayang dan perhatian" ucap bapak penjual bakso
"Wah.. Bapak ini hebat sekali ya.. Jarang loh lelaki yang punya pikiran seperti bapak, istri bapak pasti beruntung sekali" ucap Sandra sambil mengunyah baksonya.
"Saya harap si begitu mbak, tapi tidak semua istri menginginkan perhatian, ada juga yang lebih menginginkan harta, dia meninggalkan saya dan anak kami saat saya jatuh bangkrut, terkadang tidak semua bisa kita miliki, kita harus memilih salah satunya, tapi percayalah uang tidak akan membeli rasa nyaman, wah kenapa saya malah curhat ya mbak, silahkan dilanjutkan maaf saya mengganggu" ucap bapak mengusap sudut matanya.
"Maaf mbak, bapak jadi membuat mbak sedih" ucap bapak penjual bakso
"Tidak apa pak, Bakso bapak enak sekali apa bapak membuatnya sendiri? " tanya Sandra antusias
"Iya nak, bapak buat sendiri dengan anak bapak" ucap bapak penjual bakso
"Kebetulan Sandra sedang mencari menu baru untuk Restauran Sandra, apa nanti kita bisa bekerja sama? " ucap Sandra
"Wah.. Kebetulan mbak saya sedang mencari lapak baru, karena tempat ini akan di gusur" ucap bapak senang.
"Kalau gitu ini kartu nama Sandra, nanti bapak ke Restauran ya.. Kita bicarakan disana" memberikan kartu namanya.
Selesai makan bakso, Sandra dan Satya kembali ke dalam mobil.
"Kamu yakin akan bekerja sama dengan bapak tadi? Kamu kan baru mengenalnya? " tanya Satya sambil menjalankan mobilnya.
"Aku yakin.. Aku melihat ketulusan di mata bapak tadi" ucap Sandra.
__ADS_1
"Aku tahu apa yang sedang kamu rasakan" mengusap kepala Sandra.
Tiga puluh menit kemudian, mereka sudah sampai dirumah Satya. Seperti biasa rumah Satya pasti sepi, karena para penghuni rumah sedang melakukan aktifitas mereka.
Selesai mandi dan Sholat Ashar Sandra berdiri di balkon kamar Satya.
"Kamu sedang apa disini Sayang? " memeluk Sandra dari belakang.
"Eh.. " Sandra hendak menghindar namun di tahan oleh Satya
"Sebentar saja, aku ingin memelukmu seperti ini" memeluk Sandra sambil mengusap perut sandra lembut.
"Kamu kenapa ada masalah? " tanya Sandra
"Tidak, aku hanya merasa tidak berguna sebagai suami, awal-awal aku selalu bersikap kasar padamu, padahal semua ini kesalahanku sendiri, aku akan merobek surat perjanjian itu " ucap Satya pilu.
"Sudahlah yang penting kamu sudah menyadari kesalahanmu" ucap Sandra, tiba-tiba hatinya menjadi luluh, dia memang sangat menginginkan di perhatikan seperti ini
"Aku akan menyayangi mu dan anak kita sepenuh hati, aku ingin menjadi ayah dan suami yang baik untuk kalian, eh apa ini?? " Satya merasakan ada yang bergerak di perut Sandra.
"Anakmu setuju sepertinya " ucap Sandra
"Dia yang bergerak?? " memastikan sekali lagi
"Iya dia memang sudah aktif sekarang" Sandra tersenyum..
"Apa ini menyakitkan? " tanya Satya
"Sedikit.. Tapi aku bahagia bisa merasakannya" ucap Sandra
"Sayang.. Jangan kenceng-kenceng ya nanti ibumu kesakitan, nanti setelah kamu keluar kita bisa main bola bareng kamu bisa menendang sepuasnya.. Dia menendang lagi? " ucap Satya.
"Itu tandanya dia setuju" ucap Sandra.
"Dari mana kamu tahu sayang.. " ucap Satya mencubit gemas pipi Sandra.
"Aku kan ibunya, tentu aku tahu" ucap Sandra tersenyum..
"Iyaa.. Kau ibunya, tapi aku ayahnya" ucap Satya mencium pipi Sandra dan memeluknya kembali.
Tanpa mereka tahu, ada seseorang yang melihat mereka dari dalam mobil.
__ADS_1
"Aku ikut bahagia jika kamu bahagia Sandra.. Salahkan lah waktu yang tidak mempertemukan kita lebih awal" ucap Arka sendu dari dalam mobil.
Bersambung...