Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
Bab 11


__ADS_3

"Sand buruan, ini mie nya keburu dingin? " teriak Raya dari luar.


"Iya Ray" jawab Sandra.


Sandra pun keluar dari kamar mandi. Dia menghampiri Raya, yang sedang duduk sambil memakan sisa mie nya.


Namun saat Sandra mencium kembali aroma mie itu, langsung membuat perut Sandra menjadi mual kembali, dan dia pun terpaksa menutup hidungnya.


"Lo kenapa sih? Pakai acara tutup hidung segala? Memang nya gue bau ya? " ucap Raya sambil mencium aroma badannya.


"Enggak ah wangi ko " ucap Raya kembali.


"Iya lagian siapa yang bilang kamu bau? " ucap Sandra


"Terus kenapa lo tutup hidung gitu? " tanya Raya penasaran.


"Enggak apa-apa, oh iya Ray aku baru ingat, kalau aku ada urusan, aku keluar dulu ya sebentar? " ucap Sandra sambil mengambil tas nya.


"Biar gue antar Sand? " ucap Raya


"Enggak usah, kamu jagain restauran dulu aja sebentar, aku bisa sendiri kok. " ucap Sandra.


"Tapi lo kan belum makan, makan dulu lah" ucap Raya.


"Enggak ah, nanti aja aku makan nya " ucap Sandra.

__ADS_1


"Yasudah kalau gitu, lo hati-hati dijalan nya Sand? " ucap Raya.


"Oke. Bye " ucap Sandra pada Raya sambil mencium pipi kanan dan kiri milik Raya.


"Hati-hati Sand jangan kebut-kebutan? " ucap Raya.


" Enggak biasanya itu anak aneh gitu" batin Raya


Sandra pun pergi meninggalkan Raya, menyetir mobil nya sendiri, Sandra melajukan mobilnya dengan cepat ke sebuah apotek yang ada di daerah dekat dengan restauran nya.


Sandra keluar dari mobil dengan menggunakan masker yang selalu dia bawa di dalam mobilnya. Sandra memasuki apotek tersebut, tanpa dia sadari kalau ada mata-mata yang sedang mengawasi gerak-gerik nya.


-------


"Permisi Tuan muda? " ucap Andika


"Saya baru saja mendapat kabar, kalau nona muda pergi ke apotek sendirian, membeli sesuatu. " ucap Andika


"Sesuatu apa? Jelaskan? " ucap Satya.


"Setelah orang suruhan kita menanyakan pada kasir apotek, mereka bilang kalau nona Sandra membeli beberapa alat tes kehamilan. " ucap Andika hati-hati.


"Apa? Kamu yakin kalau mereka tidak salah beri kabar? " ucap Satya mulai panik.


"Saya yakin Tuan " ucap Andika.

__ADS_1


"Argghh (mengacak barang yang ada di mejanya) apa Sandra terlihat bersama pria selama ini? " ucap Satya


"Tidak Tuan, nona Sandra selalu bersama sahabat perempuannya. " ucap Andika.


"Apa dia tidak memiliki kekasih? " ucap Satya


"Tidak Tuan" ucap Andika


"Syukurlah, setidaknya saya bisa tenang kalau itu benar anak saya" ucap Satya.


"Suruh mereka awasi lagi, gerak-gerik wanita itu, jangan sampai dia membunuh anak saya! " ucap Satya.


"Baik Tuan, saya permisi" ucap Andika dan pergi meninggalkan Satya.


-----


Setelah membeli alat tes kehamilan, dia langsung pulang kerumahnya. Beruntung rumahnya sedang sepi jadi dia bisa langsung masuk ke kamar nya.


Sandra langsung masuk ke kamar mandi yang berada di kamarnya, dia langsung membuka bungkusan yang Dia bawa dan mengetes nya, menunggu 5menit Sandra mengambil alat tes kehamilan itu, dan ternyata benar apa yang dia pikirkan, dia sedang mengandung.


"Aku hamil? " ucap Sandra memegang alat tes kehamilan itu sambil menangis di bawah pintu kamar mandinya.


"Ya Allah, bagaimana ini? " ucap Sandra menangis.


"Sabar ya nak, aku janji, aku akan lindungi kamu, maafin aku " ucap Sandra mengelus perut nya sambil menangis pilu.

__ADS_1


To be Continued


__ADS_2