
"Kamu sudah mau berangkat? " Satya menghampiri Sandra yang sedang merapihkan dirinya di depan cermin
"Iya.. " ucap Sandra singkat.
"Biar ku antar " ucap Satya yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk
"Tidak perlu, aku sendiri saja" Sandra hendak keluar, dia melihat Satya sekilas.
"Di rambut mu ada sesuatu" ucap Sandra
"Dimana?? " Satya mengibaskan rambut nya.
"Itu di pinggir kiri" memberitahu pada Satya
"Mana?? " pura-pura meraba dengan tangannya.
"Ish.. Ini " Sandra mendekati Satya dan mengambil benang di rambut Kayla.
Sebelum tangan Sandra menjauh, dengan cepat Satya memegang tangan Sandra, mereka saling menatap, Satya mendekatkan wajah nya ke arah Sandra, dengan cepat kesadaran Sandra timbul dan buru-buru menjauhkan wajah Satya dengan tangannya.
"Astagfirallah, kamu mau apa?? " ucap Sandra menghindar
"Maaf.. Aku terbawa suasana" ucap Satya
"Yasudah, aku mau berangkat" beranjak pergi meninggalkan Satya
"Tunggu?? " menahan tangan Sandra
"Aku antar, kali ini kamu jangan menolakku " ucap Satya
"Baiklah, cepat siap-siap sana" ucap Satya
Dengan cepat Satya pun memakai Dasinya namun terlihat kesusahan saat Satya memakai sepatu sekaligus memakai Jas, merasa tidak tega Sandra pun membantunya.
"Biar ku bantu" ucap Sandra memakaikan Jas pada Satya.
"Terimakasih" ucap Satya tersenyum.
"Akan sangat indah jika dia dapat membantu ku seperti ini setiap hari" Batin Satya.
Selesai bersiap Sandra dan Satya keluar dari kamarnya, pagi itu rumah Satya sangat sepi, Sampai di depan pintu rumah, tiba-tiba ada seorang perempuan yang berlari ke arah mereka.
"Bang Satya... Maafin Bella ya kemarin Bella udah marah sama bang Satya" ucap Bella merangkul tangan Satya membuat posisi Sandra menjauh.
"Mau apa kamu pagi-pagi kesini? " ucap Satya
"Bella cuma mau minta maaf sama abang" ucap Bella.
__ADS_1
"Tidak ada yang perlu dimaafkan" ucap Satya. Menepis tangan Bella
"Saya permisi" Sandra berjalan keluar.
"Tunggu (menahan tangan Sandra) aku akan mengantarmu" ucap Satya mendekat ke arah Sandra.
"Maaf Bella, aku mau mengantar istriku " ucap Satya.
"Bang Bella kan baru sampai, kalau begitu Bella ikut abang saja yaa?? " ucap Bella
"Benar kata dia, dia baru sampai, kamu temani saja dia, saya berangkat sendiri" ucap Sandra
"Tidak, aku kan sudah bilang aku akan mengantar mu" menarik tangan Sandra
"Kalau kamu masih mau disini silahkan Bella, mungkin Meira ada di dalam" ucap Satya.
"Tidak.. Bella kan mau ketemunya sama abang.. " ucap Bella berjalan mendekati Satya..
"Bella.. Haii.. Kamu ada disini? " ucap Meira berjalan ke arah Bella.
"Sudah Bang kalian berangkat saja biar Meira yang menemani Bella " lanjut Meira
"Baiklah. Kita berangkat dulu" ucap Satya menggandeng tangan Sandra keluar rumahnya.
"Bang Satya tunggu...??? " ucap Bella mengejar Satya
"Apa sih Mei.. Kenapa kamu menahan aku?? " Bella melepaskan tangan Meira
"Sudah cukup kamu mengejar bang Satya, dia sudah menikah Bella, sebentar lagi dia sudah mau punya anak" ucap Meira.
"Aku tidak peduli Meira, aku mencintainya sejak dulu, harusnya aku yang menikah dengannya, bukan orang asing seperti dia. Mereka menikah pun bukan berdasarkan Cinta kan!!! " Teriak Bella
"Cukup Bella!! Tau apa kamu tentang mereka? Kak Sandra sudah yang terbaik untuk bang Satya, kami menyayangi nya, kamu jangan coba-coba untuk merusak hubungan mereka" Bentak Meira.
"Aku tidak perlu meminta persetujuan darimu!! Karena hanya aku yang pantas menjadi istri Satya!! " ucap Bella marah dan keluar dari rumah Satya.
"Semoga Allah menjaga hubungan abang dan kak Sandra " ucap Meira.
"Ada apa de? " Arka menghampiri Meira
"Bella bang, dia masih mengejar bang Satya, kasihan kak Sandra" ucap Meira.
"Meira harap hubungan bang Satya dan kak Sandra tidak tergoyahkan dengan apapun" ucap Meira.
"Abang harap juga begitu, semoga Satya bisa menjaga Sandra" ucap Arka
"Jika tidak, aku yang akan menjaga nya" Batin Arka.
__ADS_1
--------
Satya menyetir mobilnya sendiri, dia sengaja menyuruh Andika untuk tidak menjemputnya, mulai hari ini dia akan mengantar jemput Sandra, karena Satya sudah bertekad untuk mendekati Sandra, dia ingin menjalani perannya dengan baik sebagai suami.
"Kenapa kamu malah mengantarku, bukannya menemani kekasih mu?? " ucap Sandra
"Dia bukan kekasih ku " ucap Satya
"Tapi dia bilang dia mencintai mu" ucap Sandra
"Tapi aku kan tidak, aku hanya menganggapnya sebagai Adikku saja" ucap Satya
"Mangkanya jangan memberi harapan pada semua wanita " ucap Sandra.
"Agh... " teriak Sandra karena Satya menghentikan mobilnya tiba-tiba.
"Kenapa berhenti? Kamu mau apa" ucap Sandra Karena Satya mendekatkan wajahnya pada Sandra.
"Aku tidak pernah memberikan harapan pada wanita manapun, aku hanya memberikannya pada mu saja" ucap Satya menatap Sandra
"Ih.. Apaan sih " menjauhkan wajah Satya.
"Wajahmu merah lagi sayang... " ucap Satya kembali pada posisinya semula
"Sudah jangan main-main cepat jalankan mobilnya" ucap Sandra.
"Baiklah, Nyonya Wijayaa" ucap Satya menjalankan mobilnya kembali
"Tukang gombal, pantas saja para wanita luluh padamu" ucap Sandra.
"Salahkan saja Wajah suamimu yang membuat mereka Tergila-gila. " ucap Satya.
"Dih.. Tingkat percaya dirimu tinggi juga ternyata" ucap Sandra.
"Sandra..?? " panggil Satya
"Hemm.. " Sedang memainkan Handpone nya.
"Izinkan aku untuk menemani mu saat kau periksa kandungan" ucap Satya
"Apa?? " ucap Sandra
"Aku ingin melihat anakku " ucap Satya.
"Baiklah" ucap Sandra tersenyum.
Sandra dan Satya pun melanjutkan mengobrol sepanjang jalan.
__ADS_1
To be Continued.