
Setelah merapihkan dirinya, Sandra beranjak dari ruang ganti baju nya, berencana untuk pergi ke dapur menyiapkan sarapan, walaupun status nya hanya sebagai istri di atas kertas, namun kewajibannya tetaplah melayani suaminya.
Saat Sandra melewati sofa yang ada di kamarnya, tiba-tiba Sandra melihat Satya yang sudah rapih dengan pakaiannya.
"Kamu sudah bangun? " tanya Sandra.
"Iya, hari ini saya mau ke kantor, kamu jangan lupa bereskan barang-barang kamu, karena hari ini kita akan pindah ke rumah saya" ucap Satya yang sedang memakai dasinya.
"Ke rumah kamu? " ucap Sandra memastikan
"Iya. Sebelum rumah yang sedang saya bangun selesai, sementara kita tinggal di rumah Abi dan Umi" ucap Satya.
"Kenapa engga disini aja? " ucap Sandra.
"Tidak bisa! Selain rumah ini jarak nya jauh dengan kantor, saya tidak mau tinggal di rumah perempuan" ucap Satya.
"Pokonya siang nanti kamu harus sudah siap, akan ada supir yang menjemput kamu nantinya, saya berangkat. " ucap Satya
"Kamu engga mau sarapan dulu? " ucap Sandra.
"Saya bisa sarapan di kantor, dan kamu tidak perlu melayani saya, kita memang sudah menikah tapi hanya di atas kertas saja, tidak perlu berlaga seperti suami istri benaran " ucap Satya meninggalkan Sandra.
"Kalau memang kamu membenci aku, kenapa kamu nikahin aku" ucap Sandra meneteskan air matanya.
Sesampainya di kantor Satya langsung membaringkan tubuhnya di sofa yang berada di ruangannya.
"Tuan sudah kembali? " ucap Andika yang baru saja masuk ke ruangan Satya.
"Kamu pikir saya harus berlama-lama sama perempuan itu? " ucap Satya.
"Maksud Tuan? " ucap Andika.
Satya merubah posisinya menjadi duduk.
"Sandra, kamu pikir saya betah lama-lama di dekat dia, awalnya saya tertarik sama dia, tapi setelah melihat aslinya, dia hanya gadis polos, penurut, bahkan dia tidak membantah kata-kata saya walaupun ucapan saya sedikit kasar tadi padanya" ucap Satya.
__ADS_1
"Tapi Tuan, Nona Sandra itu kan Istri Tuan " ucap Andika duduk di seberang sofa Satya.
"Istri karena kesalahan ya! Kalau saja saya tidak terkena obat sialan itu, mungkin saya tidak akan menghamili gadis polos seperti dia, bagaimana nanti dia bisa menjadi Ibu dan anak Saya" ucap Satya.
"Nona Sandra justru terkenal karena ke cerdasan nya, dia selalu mendapatkan nilai unggul dan menjadi salah satu pengusaha muda terkenal di kota ini" ucap Andika
"Cerdas?? Mungkin.. Tapi dia tidak Berani dia terlalu lugu, terlalu penurut, bahkan dia tidak bisa melawan orang yang sudah menyakiti dia" ucap Satya.
"Jadi sebenarnya Tuan ingin menjadikan nona Sandra orang yang pemberani atau pembangkang? " ucap Andika.
"Ah sudahlah kamu tidak akan mengerti, berikan salinan dokumen yang harus saya periksa? " ucap Satya.
"Baik tuan" ucap Andika
Sedangkan Sandra sedang merapihkan barang-barang nya, karena seperti perintah Satya dia harus pindah ke rumah orang tua Satya, bukan kah seorang istri memang harus menuruti keinginan semuanya, begitu yang ada di pikiran Sandra.
"Sand lo yakin mau pindah ke rumah orang tua Satya? " ucap Raya
"Iya Ray, Satya bilang sebelum rumahnya selesai di renovasi kita akan tinggal di rumah orang tua nya dulu" ucap Sandra sambil melipat baju nya.
"Kita pasti akan sering ketemu Ray, kamu bisa mendatangi rumah orang tua nya Satya kan? " ucap Sandra.
"Tapi tidak akan sebebas disini, mulai hari ini dan selamanya gue akan kehilangan lo hiks.. Hikss.. " ucap Raya meneteskan air matanya.
Sandra tersenyum lama berkata dalam hatinya.
"Sepertinya tidak akan selamanya Ray, mungkin setelah anak ini lahir kita akan bersama-sama lagi"
"Lo janji ya kita harus sering-sering ketemu" ucap Raya
"Iya aku janji" ucap Sandra
"Aku juga mau minta tolong sama kamu, sementara ini untuk awasi restauran, karena aku kan gak mungkin sering-sering keluar dengan perut aku yang mulai membuncit" ucap Sandra
"Lo tenang aja serahin semua sama gue, dan gue juga udah umumin ke semua karyawan kalau lo sudah menikah" ucap Raya
__ADS_1
"Apa?? " ucap Sandra terkejut.
"Tenang aja, sesuai permintaan lo, suami lo masih dirahasiakan" ucap Raya.
"Huhhh.. (Menghembuskan nafasnya) syukurlah" ucap Sandra.
"Lo kenapa sih gak mau akuin kalau Satya suami lo? " ucap Raya.
"Belum saat nya Ray" kembali merapihkan bajunya.
"Terus kapan? Sampai anak lo lahir? " ucap Raya.
"Mungkin" ucap Sandra
"Gila lo, yang ada nanti semua cewek ngira si Satya masih bujangan lagi, emang lo mau dia di deketin Cewek-cewek?? " ucap Raya.
"Untuk cemburu pun rasanya aku gak berhak Ray" Batin Sandra.
"Yang penting anak aku lahir sehat dan selamat, itu saja sudah cukup " ucap Sandra tersenyum.
"Ehh.. Tapi inget ya lo harus pertahankan rumah tangga lo" ucap Raya
"Akan aku usahakan" ucap Sandra tertawa dengan terpaksa, sebenarnya Raya sudah menyadari bahwa ada yang aneh dengan rumah tangga sahabatnya, tapi dia akan mencari tau sendiri, dia tidak akan memaksa kan kalau memang Sandra tidak mau menceritakannya.
"Dasar.. Jangan mau di tindas orang lain, lo harus kuat demi masa depan anak lo? " ucap Raya.
"Makasih ya Ray, kamu selalu ada buat aku " ucap Sandra memeluk Raya dan meneteskan air matanya.
"Itu gunanya Sahabat " ucap Raya membalas pelukan Sandra.
"Gue akan selalu ada di belakang lo Sand, semoga lo bahagia dengan pernikahan lo" batin Raya
"Semoga kamu selalu bahagia Ray, jangan sampai merasakan apa yang sedang aku rasakan" batin Sandra.
Bersambung...
__ADS_1