
Keesokan harinya, Dewi keluar dari rumah tiba-tiba di depan pagar sudah terparkir mobil, yang Di ketahui itu adalah mobil Andika.
"Ka Dika ada apa? " Tanya Dewi mengetuk kaca mobil
"Mau bareng aku?" Ucap Andika.
"Tapi aku sudah memesan Taxi online kak" ucap Dewi.
Seketika Andika langsung turun dari mobil nya dan menghampiri Dewi.
"Bareng aku aja, aku sekalian lewat juga, Taxi online nya di batalin aja, nanti ongkos nya biar aku yang bayar" ucap Andika.
"Apa tidak merepotkan?" Tanya Dewi
"Tidak, Ayo naik" Andika membukakan pintu mobil untuk Dewi.
"Terimakasih" ucap Dewi tersenyum.
Andika pun membalas senyuman Dewi sambil menutup pintu mobil dan langsung berlari mengitari mobil untuk duduk di depan kemudi. Beberapa saat kemudian Andika langsung menjalankan mobilnya.
Tanpa Dewi dan Andika tau, ada sebuah mobil di belakang mereka, dan seseorang didalam nya terus memperhatikan mereka.
"Apa dia alasan kamu menolakku Dewi? Apa terlalu sulit untuk kamu menerima aku kembali? Sungguh aku masih mencintaimu, sangat mencintaimu Dewi" Ucap Bima dengan wajah yang muram.
Beberapa menit kemudian, Andika menepikan mobilnya di sebuah Restauran.
"Kamu sudah sarapan?" tanya Andika pada Dewi.
"Belum kak, tadi aku tidak sempat masak" ucap Dewi.
"Kalau gitu ayo kita makan dulu saja" ucap Andika membuka pintu mobilnya dan berlari membukakan pintu juga untuk Dewi.
"Ah Terimakasih kak" ucap Dewi yang salah tingkah.
Mereka pun jalan bersama, masuk ke dalam Restauran, dan memesan beberapa menu makanan.
"Kaka sudah sering kemari?" tanya Dewi
"Lumayan sering" jawab Andika.
"Pasti bareng sama pacar kakak ya..??" ucap Dewi
"Aku belum punya pacar, Jelas nya aku tidak mau punya pacar, aku akan langsung menikahinya saja" Andika sambil melirik ke arah Dewi.
"Ah.. Iya bagus itu kak" ucap Dewi
__ADS_1
"Kalau kamu?" tanya Andika
"Aku?" ucap Dewi yang belum paham.
"Kamu sudah punya pacar?" tanya Andika
"Ehmm.. Belum kak, aku juga tidak ingin pacaran dulu" ucap Dewi salah tingkah
"Emm.. yasudah lanjutin makannya" ucap Andika.
"Kenapa aku jadi gugup begini ya.." Batin Dewi.
"Makanannya engga enak ya ?" Melihat Dewi yang terus mengaduk-aduk makan tanpa memakannya.
"Ah.. Enak kok kak" ucap Dewi lalu memakannya.
Disi lain.. Bima sedang berada di kantor polisi untuk menemui Adik nya Bella.
"Bang Bima... Kenapa Abang baru kemari sih?" tanya Bella
"Maaf, Abang ada sedikit masalah, apa mamah dan papah sudah menjenguk mu?" tanya Bima
"Sudah, Papah juga sudah berusaha menjamin aku, tapi mereka tidak mengizinkannya, mereka bilang ini atas arahan dari bang Satya, Bella ingin keluar bang, sampai kapan Bella disini, Disni tidak nyaman" ucap Bella merengek pada Bima.
"Abang juga sudah berusaha Bella" ucap Bima
"Itu akan mempersulit keadaan, Abang saja tidak punya apa-apa kali ini, kekuasaan mereka justru jauh lebih tinggi dari kita" ucap Bima
"Kenapa Abang jadi loyo seperti ini, Abang pikirkan cara dong, perlahan tapi pasti, jangan diam dan hanya menunggu, apa memang Abang tidak sayang sama aku hah?" tanya Bella
"Abang sayang sama kamu, Abang juga sedang mencari jalan terbaik untuk mengeluarkan kamu" ucap Bima
"Kapan bang? sampai Bella tua?? ayolah bang pakai cara Abang yang lebih sadis, gunakan semua teman-teman Abang" ucap Bella
"Maaf Bella aku Tidak bisa jika menggunakan cara itu lagi" ucap Bima.
"Ini semua gara-gara Abang, coba saja Abang dari awal lebih cepat menjatuhkan mereka, aku pasti tidak akan ada disini!!!" teriak Bella.
"Semua ini ulah mu Bella, dan kamu memang harus bertanggung jawab, jadikan ini pelajaran untuk kamu, Abang janji akan mencari cara mengeluarkan kamu dari sini secepatnya." ucap Bima
"Terserah Abang!!! Kalau belum bisa mengeluarkan aku, lebih baik jangan temui aku dulu, aku Kecewa sama Abang" ucap Bella dan pergi meninggalkan Bima.
"Bella sampai kapan kamu bisa mengerti" ucap Bima menundukkan kepalanya.
...----------------...
__ADS_1
Sedangkan di dalam Restauran, datang seorang laki-laki tampan dan langsung meminta ingin bertemu dengan Raya.
"Permisi Mbak ada tamu" ucap Karyawan
"Tamu? Restauran kan belum buka, bilang baik-baik suruh menunggu saja dulu" ucap Raya tanpa melihat siapa Tamu nya. dan masih terfokus pada laptop nya.
"Tapi Aku tidak mau menunggu" Ucap Seorang laki-laki masuk ke dalam ruangan Raya.
"Bang Arka?" ucap Raya terkejut melihat kehadiran Arka
"Abang sedang apa disini? apa ada yang bisa aku bantu?" ucap Raya menghampiri Arka.
"Stop bertingkah canggung seperti itu, Maafkan aku yang menemui mu hanya karena meminta bantuan saja, tapi kali ini Aku kemari khusus ingin bertemu dengan kamu, Ini buat kamu" memberikan buket bunga mawar merah.
"Wah Indah sekali, Terimakasih ya.." ucap Raya menerima buket bunga tersebut.
"Maaf Aku tidak tahu bunga apa yang kamu sukai" ucap Arka.
"Apapun asal kamu yang berikan aku suka" ucap Raya tersenyum.
"Kamu tidak usah tersenyum" ucap Arka memperhatikan Raya
"Kenapa?" tanya Raya.
"Aku takut bunganya Minder, karena kalah cantik saat kamu tersenyum" ucap Arka
"Ish.. Apaan deh udah bisa gombal ternyata" ucap Raya tersenyum malu.
"Tapi ini serius" Bisik Arka, membuat wajah Raya memerah.
**Bersambung.
Maaf ya temen-temen jika saya selaku Author pernah menyakiti kalian melalui kata ataupun perbuatan, tapi alangkah baiknya jika saling menghargai, saling mendewasakan diri, maaf jika kalian menemukan kata yang seharusnya tidak kalian baca, Terimakasih untuk kalian yang setia mendukung IYTDA dari Awal, aku sayang kalian 🤗😘
Hallo semuaa... Aku mau kasih Info nih
Bagi Teman-teman yang mau ngobrol bareng aku dan team Atau mau Tanya-tanya tentang novelku...
Boleh gabung ya.. di GC aku @AdrianaNiandra
cara masuk harus sertakan nama dan Novel favorit kalian dari beberapa novel ku, jangan lupa tinggalkan jejak juga.
Contoh:
( Izin masuk : Nia Dari Novel IYTDA )
__ADS_1
Jika sesuai contoh , Nanti akan ada Admin yang langsung ACC @Ana_Nurull
Terimakasih dan selamat bergabung , Terlovelove** .