
Sandra keluar dari kamar dengan menggendong Baby Satria. Sandra berjalan menuju ruang tamu dimana, Meira dan Arka berada.
"Wah.. Keponakan Tante sini sayang tante yang gendong" ucap Meira langsung ingin menggendong Baby Satria.
"emm... Kamu ganteng banget sih, tante kangen tau sama kamu" ucap Meira sambil mencium pipi tembem nya baby Satria.
"Sini dong uncle juga mau liat, masa sama tante aja" ucap Arka berdiri mendekati Meira yang sedang menggendong baby Satria.
"Kamu sudah besar aja, cepat sekali kamu besar nak" ucap Arka lagi.
"Abang juga cepat menikah dong, biar punya sendiri yang seperti baby Satria ini, ya.. nanti aku ada temennya uncle" ucap Meira menirukan suara baby Satria.
"Iya doakan uncle ya.. Nanti kita buat kesebelasan sepak bola" ucap Arka
Membuat Sandra tertawa dan refleks Arka menatap Sandra, karena Sandra sadar sedang ditatap Arka Sandra langsung menundukkan kepalanya, begitu juga dengan Arka yang beralih menatap baby Satria kembali.
"Iya uncle Satria tunggu ya uncle" ucap Meira kembali menirukan suara bayi.
"Sini dong biar uncle yang gendong" ucap Arka
"Iya deh abang gendong sebentar, Baby sama uncle dulu ya, tante mau ke toilet" ucap Meira sambil memberikan Baby Satria pada Arka.
"Kak aku pinjam Toilet nya dulu ya.." ucap Meira.
"Iya dek, itu lurus aja ada disebelah kiri" ucap Sandra menunjukkan letak toilet.
"Oke deh kak" ucap Meira berjalan kearah Toilet.
__ADS_1
Sandra duduk di sofa, Diikuti oleh Arka duduk di sebelah Sandra, namun masih ada jarak di antara keduanya, Arka masih asik sibuk bermain dengan baby Satria. Sedangkan Sandra masih sibuk dengan ponselnya, mengabari suaminya kalau adik dan abangnya sedang bertamu.
"Bagaimana kamu betah tinggal disini Sand?" tanya Arka membuka percakapan.
"Alhamdulilah betah bang" ucap Sandra.
"Kalian pindah apa risih karena ada aku?" tanya Arka.
"Tidak bang, kami hanya ingin mandiri saja, membangun keluarga kecil kami sendiri" ucap Sandra tersenyum.
"Aku takut itu karena aku" ucap Arka.
"Bagaimana hubungan abang dengan Raya? sejauh mana persiapan pernikahan kalian?" Tanya Sandra.
"Hampir selesai, apa Raya tidak menceritakannya padamu?" tanya Arka
"Beberapa hari ini kita tidak bertemu dan jarang berkomunikasi mungkin karena kesibukan masing-masing" ucap Sandra.
"Iya anggaplah benar seperti itu bang" ucap Sandra.
"Kalian tidak sedang ada masalah kan?" tanya Arka.
"Aku pribadi sih tidak ada masalah apapun bang" ucap Sandra.
Baby Satria menangis, mungkin karena rasa haus atau laparnya.
"Kenapa jagoan kok kamu nangis digendong uncle?" tanya Arka
__ADS_1
"Sini sayang.. sama Bunda.. mungkin dia haus" ucap Sandra hendak menggendong Satria.
"Oh... Jadi bagus ya.. Kalian sedang apa berduaan disini?" ucap seorang wanita yang baru saja datang, dan wanita itu adalah Raya.
"Raya.. Maksud kamu apa?" tanya Sandra
"Felling gue memang benar kalau kalian ini ada sesuatu di balik gue!!! " ucap Raya
"Raya kamu bicara apa sih" ucap Arka langsung mendekat ke arah Raya.
"Stopp jangan dekatin gue!! gue gak mu deket sama kalian penghianat" ucap Raya.
Meira keluar dari kamar mandi mendengar ribut-ribut dia langsung berlalu menuju ruang tamu.
"Ada apa ini?? Kenapa ribut-ribut??" ucap Meira.
"Dek tolong bawa Satria ke kamar ya, disana udah ada susunya" ucap Sandra.
"Iya kak" Meira menggendong Satria dan membawa Satria masuk ke dalam kamar.
"Raya.. Kali ini kamu sudah keterlaluan, aku diam selama ini bukan karena aku mengakui diriku salah, tapi karena aku memang gak mau meladeni kecemburuan kamu, sudah berapa kali aku bilang, aku sudah menikah dan punya anak, aku tidak akan mungkin merebut bang Arka, kenapa kamu jadi berubah Raya.. Apa kamu tidak mengenali aku ?? kita sudah kenal dari kecil!!" ucap Sandra.
"Tapi perasaan tidak ada yang tau!!!" ucap Raya.
"Sudah stopp untuk sekarang ini aku tidak mu melanjutkan pembicaraan kita, karena percuma kamu tidak akan mendengarkan aku, jadi silahkan kalian urus masalah kalian, aku permisi" ucap Sandra berbalik arah dan berjalan menyusul meira.
"Sandra.. Kenapa kau selalu menghindar??" teriak Raya.
__ADS_1
"Kita perlu bicara" ucap Arka menarik tangan Raya keluar dari rumah Sandra.
Bersambung..