
Sandra sedang duduk di ranjang, sambil menggendong bayi nya.
"Sayang.. Maafkan Ibu ya.. Ibu tidak bisa menjagamu dengan baik, maafkan ibu juga belum bisa menemukan mu dengan ayah, Ibu yakin sebentar lagi ayah akan menemukan kita, jadilah anak yang baik yak nak " ucap Sandra mencium pipi mungil bayi nya.
Tokk.. Tok.. Tok.. (Suara pintu di ketuk).
"Kak ini Dewi, Dewi bawakan susu untuk baby" ucap Dewi.
"Masuk Dek " jawab Sandra. Sambil menidurkan baby di sebelah nya.
Dewi pun masuk ke dalam kamar Sandra dengan membawa sebotol susu untuk baby nya Sandra.
"Yah.. Baby nya sudah tidur, susu nya engga ke minum dong? " ucap Dewi duduk di pinggir Sandra.
"Dia tadi sudah minum Asi mbak kok " ucap Sandra memandangi anaknya yang sedang tertidur.
"Asi mbak? Asi mbak sudah keluar? " tanya Dewi
"Sudah Dek" jawab Sandra
"Alhamdulilah, jadi baby Satria tidak usah minum susu formula lagi ya.. " mengusap pipi kecil baby Satria.
"Tadi kamu bilang apa? " ucap Sandra
"Bilang apa mbak? " ucap Dewi
"Tadi kamu menyebut nama siapa? " ucap Sandra
"Satria? " ucap Dewi.
"Iya Satria, siapa yang kamu sebut Satria? " ucap Sandra.
"Ini baby Satria (memegang tangan Baby) apa mbak Sandra belum tau? " tanya Dewi.
"Belum, siapa yang memberinya nama Satria? " ucap Sandra.
"Mas Satya, mas Satya bilang akan menamai anaknya Satria karena dia berharap anak nya akan menjadi Kesatria pelindung untuk orang tua dan adik-adik nya kelak" ucap Dewi
"Satria, nama yang bagus (menggendong kembali anak nya) Ayah mu menamai mu Satria nak, semoga doa Ayah mu di dengar oleh Allah ya nak " memeluk baby Satria sambil meneteskan air matanya.
"Mbak, maafkan mbak Raya ya.. Sebenarnya mbak Raya baik hanya ingin melindungi mbak dan anak mbak, mbak Raya juga ingin melihat sejauh mana mas Satya dapat melindungi kalian, karena saat itu mas Satya hampir membuat keputusan yang salah akibatnya hampir mbak di lukai kembali oleh Bella" ucap Dewi sambil mengusap punggung Sandra yang sedang menangis memeluk anaknya.
"Mbak mengerti kekhawatiran kalian, tapi mbak takut ada pihak yang memanfaatkan situasi ini, mbak ingin semuanya berdamai saja Dek, agar mbak bisa merawat anak mbak dengan baik, dengan kasih sayang penuh dari kedua orangtuanya, mbak tidak mau mempunyai musuh, dan keputusan mas Satya saat itu mungkin karena dia sudah memikirkan akibat yang akan terjadi kelak, karena Bella orang yang pendendam" ucap Sandra. Sendu
__ADS_1
"Mbak tenang aja, apapun akan Dewi lakukan demi kebaikan mbak dan baby Satya" ucap Dewi, dan perkataan Dewi malah membuat Sandra semakin menangis.
"Mbak kok semakin menangis, Dewi salah bicara ya? " tanya Dewi kebingungan.
"Mbak menangis karena terharu mendengar kata-kata mu, satu pesan mbak, jangan sampai kamu mengkorbankan dirimu untuk mbak karena mbak tidak akan ikhlas, kamu hanya perlu berdoa karena Allah Zat maha membolak-balikkan hati manusia" ucap Sandra menggenggam tangan Dewi.
"Dewi mengerti mbak " ucap Dewi tersenyum
"Anak baik" ucap Sandra tersenyum juga.
Saat Sandra dan Dewi mengobrol tiba-tiba saja pintu kamar Sandra terbuka dan masuk lah dua orang, Raya dan Arka langsung membuat Sandra terkejut, bukan karena Raya namun karena kedatangan Arka.
"Assalammualaikum Sandra maaf abang baru bisa menemui mu" ucap Arka menghampiri Sandra...
"Waalaikumusalam, untuk apa abang kemari? " ucap Sandra.
"Kenapa kamu bicara seperti itu Sandra dia hanya ingin menjenguk mu dan anak mu" ucap Raya.
"Maaf bang Arka, tapi Sandra belum mau bertemu dengan laki-laki asing. Terimakasih abang sudah menyempatkan waktu untuk menjenguk aku dan anakku" ucap Sandra.
"Kamu kenapa begitu marah Sandra, niat bang Arka baik kok" ucap Raya.
"Kamu juga boleh pergi Raya" ucap Sandra tegas. Memalingkan wajahnya.
"Tapi Sand.. " ucap Raya terpotong oleh Arka
"Kalau gitu kita keluar dulu saja bang Arka" ucap Raya.
"Abang pulang dulu ya Sandra nanti Abang kembali lagi Assalammualaikum. " ucap Arka berpamitan pada Sandra.
"Waalaikumusalam " ucap Sandra masih dengan posisi yang sama.
Raya dan Arka pun keluar dari kamar Sandra dan mengantar Arka untuk pulang.
"Bang Arka maafkan sikap Sandra ya.. Mungkin Sandra masih tidak nyaman suasana hatinya" ucap Raya.
"Tidak apa Raya.. Beruntung kamu membawa Sandra dan bayi nya pergi kalau tidak Satya tidak akan pernah sadar dengan keberadaan Sandra, kamu harus tegas sebagai wakil dari Sandra, kamu tidak mau kan kalau Sandra dan anak nya tidak di anggap? " ucap Arka.
"Tidak mau bang, Sandra dan baby Satria sangat penting bagiku, aku akan melakukan apapun demi kebaikan mereka, terimakasih abang sudah memberitahu aku saat itu, kalau saja malam itu abang tidak memberitahuku untuk membawa Sandra pergi pasti Bima akan membalaskan dendamnya lagi, dan maaf kemarin aku tidak sempat mengabari abang karena aku terlalu panik " ucap Raya.
"Tidak apa yang penting kamu sudah memberitahukan posisi kalian saat ini, kamu masih harus merahasiakan ini ya jangan sampai Satya tau berikan dia pelajaran agar dia tau rasanya kehilangan, kalau gitu aku pamit dulu" ucap Arka.
"Iya bang hati-hati " ucap Raya.
__ADS_1
Arka berjalan meninggalkan Apartemen yang sedang di tempati oleh Sandra baby Satria, Dewi dan Raya.
"Ternyata aku masih mempunyai celah dari Raya " ucap Arka tersenyum sinis di sepanjang jalan keluar.
Setelah kepergian Arka, Raya kembali masuk ke dalam kamar Sandra.
"Sandra harusnya kamu tidak usah bicara seperti itu, bagaimanapun dia itu kakak ipar mu, dia mengkhawatirkan kalian, dan dia juga lelaki yang baik" ucap Raya.
"Lelaki baik? Apanya? Jika dia lelaki yang baik dia tidak akan menyuruh sahabat dari adik iparnya untuk memisahkan seorang istri dari suaminya " ucap Sandra
"Apa?? Kamu tau darimana? " tanya Raya
"Aku tau semuanya, aku baca isi chat kamu dan bang Arka, kamu lupa kalau aku tau passwoard handphone kamu? " ucap Sandra
"Tapi Sandra dia lakukan itu demi kebaikan mu, dia bilang Bima akan membalaskan dendam pada malam itu, mangkanya aku membawa kalian pergi" ucap Raya.
"Kamu sudah terbuai dengan mulut manisnya" ucap Sandra.
"Apa maksud mu? " tanya Raya.
"Kamu menyukai bang Arka kan? " tanya Sandra. Namun Raya tidak menjawab nya.
"Jawab, jangan diam saja" ucap Sandra.
"Iya.. Tapi bukan karena itu aku membawa mu pergi, aku benar-benar takut kalau kalian terluka" ucap Raya.
"Aku tau, maka dari itu aku masih tinggal disini, kalau aku mau bisa saja aku menyuruh orang untuk mengeluarkan ku dari sini, karena kamu hanya mengambil kartu sim telponku tapi tidak meminta mamatikan Wifi disini" ucap Sandra.
"Maafkan aku Sandra" ucap Raya merasa bersalah.
"Tidak apa, memang yang aku takut kan ada pihak yang akan memanfaatkan kejadian ini, dan aku mau tau siapa dalang nya, sekarang kita ikuti dulu saja permainannya. " ucap Sandra.
"Baiklah " ucap Raya.
Bersambung..
Haii.. Terimakasih ya untuk dukungan kalian selama ini, banyak yang bilang kenapa harus bersambung sih??? karena ini novel on going ya.. Jadi bersambung kalau banyak yang bilang kok sedikit, maaf ya.. Aku juga masih harus membagi waktu untuk menulis novel-novel ku yang lain, apalagi di dunia nyata aku juga punya kesibukan ku sendiri, tapi aku usahain untuk up tiap hari walau sedikit engga apa-apa ya yang penting bisa menemani hari-hari kalian.
Salam manis
Ini foto Author yang asli ya..
__ADS_1
Tebak yaa Author sudah menikah atau belum hehe😊