
Siang hari Dewi menyempatkan menjenguk Bima dirumah sakit.
"Assalamualaikum, ka Bima?" Dewi mengucapkan salam.
"Waalaikummusalam, Dewi" ucap Bima menoleh ke arah Dewi , mukanya pucat dan rambut-rambut di sekitar wajah nya mulai muncul, tidak seperti Bima yang dulu Dewi kenal.
"Kakak bagaimana kabar nya?" ucap Dewi duduk di samping ranjang Bima, sebelum nya Dewi menyimpan Buah-buahan yang dia bawa di atas meja.
"Aku baik Dew" ucap Bima Tersenyum, namun wajah nya tidak bisa menutupi kalau sebenarnya dia sedang tidak baik-baik saja.
"Syukurlah tapi kakak juga harus banyak istirahat" ucap Dewi.
"Dewi, maafkan semua kesalahanku ya.. Dan jika saja aku bisa memohon, aku ingin bertemu dengan Sandra dan Satya aku ingin memohon maaf dari mereka" ucap Bima.
"Aku sudah memaafkan mu ka, Baiklah nanti akan aku sampaikan pada Mbak Sandra dan Mas Satya" ucap Dewi.
"Terimakasih Dewi" ucap Bima
...----------------...
Andika sedang berada di lorong rumah sakit, dia berjalan dengan tergesa-gesa, karena kesibukannya dia belum bisa menjenguk Bima selama berada di rumah sakit, dan hari ini dia berusaha menyempatkan waktu luang untuk menjenguk Bima. Sampai di kamar rawat Bima dia melihat sesuatu yang membuat nya berhenti dan bersembunyi di balik pintu.
**
"Dewi, apa aku boleh bertanya sesuatu?" ucap Bima
"Tanya apa kak?" ucap Dewi sambil mengupaskan jeruk untuk Bima
"Emmm... Apa kamu sedang mencintai laki-laki lain? " tanya Bima.
"Maksud kakak?" ucap Dewi
"Apa kamu menyukai Andika?" Bima menatap Dewi , seketika Dewi berhenti mengupas kulit jeruk nya dan melirik sekilas ke arah Bima lalu tertunduk lagi.
"Apa aku salah bertanya?" ucap Bima
"Tidak kak" melanjutkan kembali aktivitas nya.
"Tapi kenapa kamu tidak menjawabnya?" ucap Bima
__ADS_1
"Ah tidak apa-apa kak" ucap Dewi.
"Tidak apa jika kamu tidak mau menjawabnya, tapi dari diam mu itu aku tau kalau jawabannya Iya" ucap Bima
"Ka Bima " ucap Dewi.
"Aku tidak apa-apa Dewi, Aku akan merelakan mu jika dia bisa membuat mu bahagia, aku sadar diri waktu ku tidak akan lama lagi" ucap Bima melihat ke atas langit-langit kamar rawatnya.
"Kak Bima jangan bicara seperti itu, aku tidak suka mendengar nya" ucap Dewi.
"Itu kenyataan yang harus aku terima Dewi, tapi aku tidak apa-apa, aku sudah belajar mengikhlaskan semuanya, Bahkan jika Andika bisa menyayangi mu dan menjagamu aku akan mengikhlaskan nya." ucap Bima menatap ke arah Dewi yang mulai berkaca-kaca matanya.
"Jangan menangis, air matamu terlalu berharga jika hanya untuk menangisi aku" ucap Bima Tersenyum.
"Stttsss jangan banyak Bicara, lebih baik kakak makan jeruk ini, aku mau keluar sebentar" ucap Dewi mendekatkan piring berisi jeruk kepada Bima
"Mau kemana?" tanya Bima
"Mau beli makanan, aku lapar kak, tadi belum sempat beli makan, nanti aku kembali lagi ya.." ucap Dewi. Beranjak dari duduknya dan pergi keluar
"Yasudah iya.." ucap Bima Tersenyum.
**
"Jadi Lo udah liat gue?" ucap Andika berjalan menghampiri Bima.
"Iya gue liat Lo dari tadi" ucap Bima
"Jadi pertanyaan Lo pada Dewi itu ??" tanya Andika.
"Sengaja, biar Lo dengar dan gue tau apa yang Dewi rasakan Sebenarnya" ucap Bima.
"Maksud Lo apa?" ucap Andika.
"Duduk dulu" Bima menyuruh Andika Duduk, Andika pun menuruti kata-kata Bima.
"Apa maksud dari kata-kata Lo Bim?" tanya Andika
"Lo tau kan gue sangat mencintai Dewi, tapi bodoh nya, karena cinta gue malah menyakiti Dewi lewat orang-orang sekitar nya, gue cuma mau Dewi jadi milik gue seutuhnya" ucap Bima
__ADS_1
"Walaupun Lo tau, cara Lo itu salah, bahkan membahayakan nyawa orang lain?" ucap Andika.
"Gue mengaku salah, tapi gue tidak pernah sengaja membahayakan nyawa Sandra, itu karena Bella yang selalu di manja, jadi dia berbuat nekad, tapi gue sadar gue juga salah, ikut serta dalam kejahatan itu" ucap Bima
"Lalu ?" tanya Andika
"Gue sangat mencintai Dewi, tapi gue tau umur gue enggak akan lama lagi, kalau boleh meminta, gue ingin menjaga Dewi seutuhnya, tapi rasanya itu mustahil, gue belum bisa tenang kalau belum menemukan sosok yang bisa menjaga Dewi" ucap Bima
"Jadi ?" tanya Andika lagi
"Beberapa hari yang lalu, gue lihat kalian pergi bersama, Gue juga bahkan lihat kalian makan bersama, Lo antar dan jemput Dewi" ucap Bima
"Lo ngintai kita?" Andika menyipitkan matanya.
"Ya.. Gue lihat Dewi sangat bahagia dekat dengan Lo, jadi gue Sekarang mau tanya sama Lo, apa Lo menyukai Dewi?" ucap Bima menatap tajam ke arah Andika.
"Iya gue menyukai Dewi, bahkan dari pertama gue melihatnya, saat melihat dia menangis, hati gue ikut sakit, dan melihat dia bahagia hati gue juga bahagia" ucap Andika.
"Kalau gitu gue titip Dewi sama Lo, gue yakin Lo bisa jaga Dewi, tapi sebelum gue pergi tolong Izinkan gue dekat dengan Dewi, untuk menebus masa-masa kesedihannya yang telah gue lakukan, untuk menebus semua kesalahan Gue dan untuk menebus waktu yang sangat sedikit ini" ucap Bima.
"Dewi masih milik Lo, jadi Lo masih bisa bersama dia" ucap Andika.
"Terimakasih, tolong jangan kecewakan Dewi lagi, cukup gue saja yang bodoh Lo jangan" ucap Bima
"Gue janji" memegang tangan Bima dengan erat dan Bima pun membalasnya.
...----------------...
Dewi sedang makan siang di kantin rumah sakit, dia melihat ada sepasang kekasih yang sedang makan bersama sangat mesra, walaupun kekasih prianya memakai baju rumah sakit, yang di yakini Dewi dia juga sedang di rawat. Dewi Tersenyum melihat ke romantisan mereka berdua. Namun dia mendengar dua orang wanita yang sedang berbicara sambil matanya melirik ke arah Sepasang kekasih tersebut.
"Kasihan sekali mereka, waktu mereka tidak akan lama lagi, Laki-laki itu berusaha menebus waktu dengan kekasihnya" ucap wanita A
"Padahal mereka sudah merencanakan menikah, tapi Allah berkehendak lain" ucap Wanita B
"Iya dan hebatnya, walaupun mereka tau akan berpisah, mereka masih terlihat mesra, wanita itu seolah tidak ingin menyia-nyiakan waktu" ucap Wanita A.
"Iya jika aku jadi Wanita itu, aku tidak akan bisa tertawa lagi" ucap Wanita B.
Tiba-tiba Dewi menghentikan makannya, terlintas bayangan wajah Bima.
__ADS_1
"Ka Bima apa aku bisa seperti wanita itu, bertahun-tahun aku mencoba melupakanmu , tapi aku tidak bisa membohongi isi hatiku, kalau masih ada kamu di dalamnya, Apa kita akan berpisah lagi kak, Apa aku bisa melupakan mu kak" ucap Dewi tak terasa meneteskan air matanya.
Bersambung....