
Sandra sudah berada di rumah keluarga Satya, dia di sambut oleh Meira adik nya Satya, mereka sempat berbincang-bincang sebentar sebelum Meira berpamitan untuk pergi Kuliah.
Di rumah sebesar ini tinggal lah dia seorang, walaupun banyak pekerja di rumah Satya, namun mereka sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, Arka sudah di pastikan sedang sibuk dengan pekerjaannya, Naila masih berada di sekolah sedangkan orang tua Satya, sedang berada di luar negri untuk perjalanan bisnisnya.
"Apa tidak terlalu besar bagi dia untuk menempati kamar ini sendirian? " ucap Kayla yang sedang mengelilingi kamar Satya.
Di dalam kamar itu, ada sebuah ruangan ganti baju dengan ukuran yang sangat besar penuh dengan baju dan barang-barang pribadi Satya, di sana juga sudah tergantung rapih beberapa baju gamis wanita yang di siapkan oleh Umi nya Satya, Umi nya Satya sengaja menyiapkan sendiri semua keperluan untuk Sandra. Di dalam lemari tersebut terdapat selembar surat yang bertuliskan.
"Asaalammualaikum.. Selamat datang dirumah sayang, maafkan umi dan Abi tidak bisa langsung menyambut kedatanganmu nak, tapi umi sudah menyiapkan segala kebutuhan kamu, semoga kamu nyaman ya di rumah kami, anggaplah rumah sendiri, jangan lupa jaga kesehatan dan jaga cucu kami, Wasalammualaikum" Begitulah kira-kira isi surat yang di tulis oleh Umi nya Satya.
"(Sandra meneteskan air matanya) terimakasih umi, Abi Insya Allah Sandra akan menjaga cucu kalian dengan baik" ucap Sandra sambil melipat dan menyimpan surat itu kembali.
Sandra membereskan barang-barang yang dia bawa dari rumah, dia meletakkan foto kedua orang tua nya dan foto bersama keluarga raya serta mang ujang dan bi Imah.
Saat selesai membereskan barang-barang nya tidak terasa hari sudah gelap dan itu berarti sebentar lagi Satya akan pulang.
"Di ruangan ini hanya terdapat satu tempat tidur, kalau begitu lebih baik aku tidur di sofa saja " ucap Sandra merapihkan sofa, sofa dan ranjang tidur Satya terpisahkan dengan pintu kaca, jadi cukup aman untuk mereka.
------
Satya masuk ke dalam rumah nya di ikuti oleh Andika.
__ADS_1
"Semua orang kemana? Kenapa sepi sekali? " tanya Satya pada Andika.
"Semua orang sedang pergi Tuan, nona Nayla sedang berada di rumah temannya untuk mengerjakan tugas, sedangkan nona Meira masih di butik nya, lalu nona Sandra sedari sore tadi berada di kamar saja" jelas Andika
"Baiklah, kalau begitu kamu sudah boleh pulang" ucap Satya pada Andika.
"Baik Tuan, selamat beristirahat" ucap Andika
Satya masuk ke dalam kamarnya, dia menghidupkan lampu kamarnya dan melihat kalau Sandra sedang tidur meringkuk di atas sofa dia kelelahan karena seharian ini membereskan barang-barang nya.
"Kenapa dia tidur di sini? " ucap Satya
Satya pun beranjak pergi ke lemari untuk mengambil selimut, dia berniat untuk memberikan selimut pada Sandra, namun saat Satya akan menyelimuti Sandra tiba-tiba Sandra menggeliat dan bangun dari tidur nya.
Satya pun buru-buru menjauh dari Sandra.
"Saya cuma mau.. " ucap Satya menggantung.
"Maaf saya ketiduran " ucap Sandra berdiri dan menunduk
Kini posisi mereka berhadapan hanya terhalang oleh meja panjang.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidur disini? Kenapa engga di dalam aja? " tanya Satya.
"Tempat itu milik kamu, lebih baik aku tidur di sini saja, kita kan gak mungkin tidur satu ranjang " ucap Sandra.
"Lagian siapa yang mau tidur satu ranjang sama kamu, maksud saya kamu tidur di dalam biar aku yang tidur di sini" ucap Satya menepuk sofanya.
"Engga apa-apa biar aku saja yang tidur disini" ucap Sandra.
"Yaudah kalau gitu, ini selimutnya, jangan salah paham, saya cuma tidak mau anak saya yang kamu kandung itu sakit, atau merasa tidak nyaman dia akan menjadi cucu pertama di keluarga Wijaya, jadi kamu harus menjaganya dengan baik. " ucap Satya masuk ke ruangan kasurnya, meninggalkan Sandra.
"Tanpa kamu minta juga aku akan menjaga anakku, tenang saja aku tidak akan salah paham, untung aku masih memakai hijabku" ucap Sandra pelan dan duduk kembali di sofa tersebut.
"Hari ini aku harus istirahat, badan ku lelah sekali, semangat menjalankan hidup baru sayang (mengusap perutnya) kamu harus bantu bunda agar bunda bisa melewati semua nya dengan sabar, bunda akan lakukan yang terbaik untuk masa depan kamu" ucap Sandra dan kembali membaringkan tubuhnya di atas sofa
----------
Satya mencoba melihat Sandra membuka jendela dari ruang kamarnya, karena letak sofa yang berhadapan dengan pintu sekat kaca ruangan tempat tidur nya, itu sangat memudahkan Satya untuk melihat Sandra.
"Kenapa saya selalu bersikap kasar sih sama dia, padahal dia tidak salah apa-apa, tapi setiap melihat mukanya, saya jadi teringat perbuatan yang menjijikan itu" ucap Satya.
"Apa dia tidak akan kedinginan tidur disitu? apa dia akan nyaman tidur di atas sofa? Ah dia yang minta kok, jadi untuk apa saya peduli padanya.. Tidak.. Tidak.. Saya hanya peduli pada anak yang dia kandung, pada anak saya" ucap Satya dan menutup kembali gordeng itu.
__ADS_1
Bersambung..