Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
Bab 57


__ADS_3

Sudah 3 hari Bima selalu bulak balik ke butik nya Sandra untuk menemui Dewi, tetapi Dewi selalu menghindari Bima, jauh di dalam hati Dewi dia sangat senang dapat bertemu dengan Bima, namun disisi lain dia tidak mau berharap untuk kedua kalinya.


"Dewi, bisa keruangan mbak sebentar?? " Tanya Sandra dari telponnya.


"Baik mbak, Dewi ke atas sekarang ya " jawab Dewi lalu menutup telponnya.


Dewi dengan cepat menaiki anak tangga untuk bertemu dengan Sandra.


Tokk.. Tokk.. Tokk.. (Suara pintu diketuk)


"Masuk.. " ucap Sandra dari dalam


"Ada yang bisa Dewi bantu mbak? " ucap Dewi pada Sandra.


"Kamu ini.. Sini mbak kan sudah bilang kalau tidak ada orang tidak perlu formal seperti itu " ucap Sandra.


"Maaf mbak kebiasaan " ucap Dewi sambil berjalan mendekati Sandra. Yang sedang duduk di sofa.


"Kamu mau berdiri saja? Duduk dekat mbak sini?? " ucap Sandra menepuk sofa di sebelahnya.


"Iya mbak? Ada apa sih kayak nya serius banget?? " ucap Dewi.


"Mbak mau tanya sesuatu.. Tapi kamu harus jawab jujur ya?? " ucap Sandra menghadap ke arah Dewi


"Iya.. Kapan sih Dewi pernah bohong sama mbak? " ucap Dewi. Menatap Sandra.


"Apa kamu kenal Bima, kakan nya Bella?? " tanya Sandra sambil menatap Dewi.


"Aku.. " mengalihkan pandangan nya.


"Kamu kenal ya sama Bima? " tanya Sandra lagi.


"Iya mbak, aku kenal kak Bima" ucap Dewi menunduk.


"Pantas saja.. Tiga hari terakhir ini anak-anak bilang kalau ada seorang pria yang mencari kamu, tapi kamu tidak mau menemui nya, sebenarnya ada apa Dek? " ucap Sandra

__ADS_1


"Tidak ada apa-apa mbak" ucap Dewi memalingkan lagi pandangannya.


"Apa kamu ada hubungan sebelumnya dengan Bima? Lihat wajah mbak? " ucap Sandra


"Sebenarnya.. Sebenarnya aku.. " ucap Dewi terpotong.


Brugh.. Tiba-tiba Bima membuka pintu ruangan Sandra dengan kencang.


"Oh.. Jadi ini yang membuat kamu tidak mau menemuiku?? Kamu di larang sama dia kan?? " ucap Bima menunjuk-nunjuk ke arah wajah Sandra.


"Tunggu dulu.. Siapa yang sedang kamu bicarakan?? " ucap Sandra berdiri menghampiri Bima.


"Kamu kan yang melarang Dewi untuk bertemu dengan saya?? Apa hak kamu melarang-larang dia?? Ternyata benar kata Bella kamu memang perempuan yang tidak tahu diri, munafik!! " ucap Bima dengan nada tinggi.


"Saya tidak pernah melarang Dewi untuk bertemu siapapun, saya bahkan baru saja tahu kalau kamu sering datang kemari untuk menemui Dewi, itu pun dari anak-anak " ucap Sandra


"Kamu memang sangat pintar dalam membolak-balikkan fakta, asal kamu tahu ya.. Sebelum kamu datang hidup kamu sangat bahagia, tapi Setelah kamu datang, kamu merebut kebahagiaan adikku, kamu juga merebut kebahagiaan aku!! Saya kira kamu perempuan baik, ternyata saya salah! " ucap Bima.


"Stopp!! Jangan bicara lagi kak!! Aku menjauhi kamu bukan karena mbak Sandra, mbak Sandra tidak tahu apa-apa, mbak Sandra bahkan tidak tahu kalau aku mengenal kamu, jangan menyalahkan mbak Sandra atas dasar apa kamu bicara kasar pada kakakku!!! " ucap Dewi dengan nada kencang.


"Stop disitu!! Harusnya kamu balikkan kata-kata itu pada dirimu sendiri, kamu yang jangan kemakan omongan adikmu!! Harusnya kamu bisa menilai mana yang benar dan mana yang salah, jangan asal bicara kalau kamu sendiri tidak tahu jalan ceritanya!! " ucap Dewi


"Aku tahu tentang dia yang merebut Satya dengan cara menjijikan, dan aku juga tahu kalau dia tadi mau menghasut kamu agar menjauhi ku kan?? " ucap Bima


"Kamu salah, lebih baik kamu cari tahu sendiri kebenarannya seperti apa, jangan hanya dengar dari satu pihak, tanya bang Satya siapa yang salah atas kejadian mereka, lebih baik kamu pergi sekarang!! " ucap Dewi..


"Aku tidak mau, aku mau kita bicara terlebih dahulu" ucap Bima


"Aku tidak mau bicara sama orang yang menuduh kakak ku, kalau kamu menyakiti mbak Sandra itu sama artinya kamu menyakiti aku, tolong pergi dari sini" ucap Dewi membukakan pintu untuk Bima


"Tapi Dew, aku ingin bicara tentang kita" ucap Bima


"Sudah tidak ada lagi yang perlu di bicarakan, lebih baik kakak keluar sekarang" ucap Dewi


"Jadi kamu lebih membela kakak mu dari pada aku?? " ucap Bima

__ADS_1


"Kamu salah, aku membela yang benar, karena mbak Sandra lah korban dalam kejadian ini" ucap Dewi.


"Terserah kamu saja!! " Bima keluar dari ruangan Sandra dengan emosi.


Setelah kepergian Bima, Sandra pun mendekati Dewi yang masih termenung dengan mata yang sudah berkaca-kaca


"Kamu tidak apa-apa Dek?? " ucap Sandra mengusap pundak Dewi lembut.


"Tidak apa-apa mbak " ucap Dewi menyeka air matanya.


"Menangis lah jika itu membuat mu tenang" ucap Sandra.


"Mbak.. (Menangis sambil memeluk Sandra) maafin Dewi, gara-gara Dewi mbak harus kena omelan dari kak Bima, tidak seharusnya kak Bima bentak-bentak mbak tadi " ucap Dewi memeluk Sandra erat.


"Tidak apa-apa.. Mungkin karena dia tidak tahu kejadian yang sebenarnya, mbak ngerti ko " membalas pelukan Dewi sambil mengusap lembut punggung Dewi.


"Mbak sudah banyak menderita, sekarang mbak harus menanggung kesalahan yang tidak mbak perbuat, aku yang salah mbak, bukan mbak" ucap Dewi menangis


"Tidak apa.. Allah maha tau, suatu saat nanti kebenaran akan ada di jalannya, Jika penjelasan saja tidak bisa di terima oleh dia, kita hanya bisa berdoa saja " ucap Sandra


"Makasih ya mbak.. Makasih sudah selalu mengerti aku, makasih sudah jadi pelindung aku " ucap Dewi.


Sandra melepaskan pelukan Dewi dan menuntun Dewi untuk duduk kembali di Sofa.


"Jika mbak bisa memilih, mbak juga tidak mau seperti ini, tapi mau bagaimana jalan hidup mbak sudah di tuliskan seperti ini, mbak juga sudah cukup bahagia sekarang, mbak tidak mau mempunyai dendam pada siapapun" ucap Sandra.


"Aku takut setelah ini kak Bima dan Bella akan merencanakan sesuatu yang menyakiti mbak lagi" ucap Dewi.


"Itu juga yang mbak takutkan, tapi mbak sudah pasrahkan semuanya kepada Allah, bahaya apapun tidak akan terjadi tanpa kehendak Nya, jika pun terjadi mungkin itu sudah takdir mbak, mbak ikhlas yang penting anak mbak baik-baik saja dan sehat" ucap Sandra.


"Jika aku ada di posisi mbak, aku mungkin tidak akan bisa sekuat mbak, mbak sungguh memiliki hati yang mulia" ucap Dewi


"Ini semua berkat kalian aku bisa jadi sekuat ini, karena aku hidup bukan untuk diri ku sendiri, sekarang sudah ada baby yang menunggu aku, menunggu untuk di bahagiakan" ucap Sandra tersenyum sambil mengelus perutnya.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2