Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
P2 Bab 27


__ADS_3

Dua hari menuju pernikahan Andika dan Dewi, Sandra, Satya dan baby Satria sedang berada di kediaman orang tua Sandra yang diurus oleh orang tua Dewi.


Mereka sedang berkumpul di ruang tamu.


"Non terimakasih untuk semuanya, jika tidak ada non bagaimana kami bisa menyiapkan pesta pernikahan untuk anak kami" ucap bapak dari Dewi.


"Mang.. Ini semua bukan Sandra sepenuh nya yang menyiapkan, tapi Andika dia sengaja menyiapkan pesta untuk Dewi" ucap Sandra.


"Tapi non, kenapa non harus pindah rumah, kenapa tidak tinggal disini saja, biar kami bisa merawat baby Satria juga" ucap Bi imah ibu dari Dewi.


"Sandra hanya ingin merawat keluarga kecil Sandra sendiri bi, menurut Sandra itu akan lebih berkesan" ucap Sandra


"Rumah sebesar ini, hanya kita yang menempati, dan ini kan memang rumah non, kenapa malah kita yang menempatinya." ucap Bi imah.


"Ini rumah mamah, dan papah, Bibi dan mamang sudah Sandra anggap orang tua Sandra sendiri, jadi rumah ini memang seharusnya di tempati oleh kalian" ucap Sandra tersenyum


"Betul kata Sandra, Saya juga ingin membelikan rumah dari keringat saya sendiri, walaupun tidak sebesar rumah ini, tapi cukup untuk keluarga kecil kita" ucap Satya


"Kalian memang anak-anak yang baik, semoga bahagia selalu, doa bibi dan mamang tidak akan putus untuk non dan aden." ucap Bi imah.

__ADS_1


Saat yang lain nya sedang mengobrol, tapi terlihat Dewi masih termenung saja, seharusnya dia yang paling bahagia dengan acaranya, namun terlihat sebaliknya.


"Dewi, Dew.. Dewiii??" ucap Sandra memanggil Dewi berkali-kali.


"Ah.. Iya, iyaa mbak?" ucap Dewi yang tersadar dari lamunannya.


"Kamu kenapa, kok melamun begitu?" tanya Sandra


"Tidak ada mbak, Dewi hanya sedang" ucap Dewi tertahan.


"Nak.. Sebentar lagi hari pernikahan mu, harus nya kamu jadi wanita yang paling bahagia, kenapa kamu malah murung seperti ini? Bagaimanapun kamu sudah memilih nak Andika sebagai suamimu, jadi kamu harus bertanggung jawab dengan itu nak" ucap bi imah.


"Dewi, apa boleh bicara dengan kamu? Kita ke kamar mu saja" ucap Sandra beranjak dari duduknya.


"Sayang titip Baby ya.." ucap Sandra memberikan baby Satria pada Satya.


Sandra dan Dewi pun berjalan menuju kamar Dewi.


...----------------...

__ADS_1


Ditempat lain, Ada Raya dan Arka yang sedang berada di sebuah cafe.


"Bang.. Apa kamu bisa mengantar aku menemui Sandra?" tanya Raya pada Arka


"Bisa, tapi ada apa? aku tidak mau kalau ada keributan lagi?" tanya Arka.


"Tidak ban, setelah aku merenungkan semua, aku Sadar kalau aku salah menilai Sandra yang tidak-tidak, aku bahkan menjauhi mereka" ucap Raya.


"Jika kamu menemui Sandra untum meminta maaf, akan aku antar, karena aku tidak mau hanya karena aku hubungan persahabatan kalian jadi Retak" ucap Arka.


"Aku juga merasa sangat jahat, mengapa aku bisa menjadi seperti ini pada sahabat ku sendiri, padahal biasanya tidak ada yang bisa memisahkan kami, apalagi sampai membuat kami ribut-ribut seperti ini" ucap Raya merenung.


"Tidak apa-apa jadikan pelajaran Saja, agar tidak terulang kembali" ucap Arka mencoba menenangkan Raya.


"Iya bang, aku mengerti, terimakasih ya sudah mengingatkan aku" ucap Raya tersenyum


"Sudah seharusnya kita saling mengingatkan" ucap Arka.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2