
Pagi hari di rumah Satya, semua penghuni rumah sedang berada di ruang tamu, untuk sarapan. Hari ini Satya pun ikut sarapan bersama.
"Kakak mau kemana udah cantik gitu? " tanya Nayla
"Kakak mau ke Restauran, udah lama engga kesana soalnya. " ucap Sandra.
"Perginya di antar suami mu yak nak" ucap Umi
"Tapi Satya ada urusan Umi, Satya ga bisa antar " ucap Satya.
"Engga apa-apa umi Sandra bisa sendiri" ucap Sandra.
"Engga boleh, kamu engga boleh nyetir sendiri, pokonya Satya harus antar Sandra " ucap Umi
"Tapi umi?? " ucap Satya.
"Kalau Satya sibuk, biar Arka aja yang antar Sandra umi" ucap Arka
"Boleh kalau gitu, dari pada Sandra sendiri" ucap Abi.
"Engga usah repot-repot bang, biar Sandra pesan taxi online aja " ucap Sandra.
"Engga repot ko, biar sekalian keluar aja " ucap Arka.
"Biar Satya yang antar " ucap Satya, dan otomatis semua nya melihat ke arah Satya
"Engga apa-apa Sat kalau kamu sibuk, biar abang aja " ucap Arka.
"Sandra kan istri Satya, jadi sudah seharusnya Satya yang antar " ucap Satya
"Kalau gitu kita pamit sekarang aja " ucap Satya bangun dari kursi di ikuti oleh Sandra. Menyalami Umi dan Abi
"Kalian Hati-hati dijalan yaa" ucap Umi
Satya dan Sandra sudah berada di dalam mobil, mereka duduk di kursi belakang, karena seperti biasa yang menyetir mobil adalah Andika.
"Kamu buru-buru tidak? " ucap Satya.
"Tidak memang nya kenapa? " ucap Sandra.
"Kalau begitu, kita ke kantor ku dulu, karena ada yang aku urus sebentar " ucap Satya.
__ADS_1
"Tapi aku tidak bawa Cadar " ucap Sandra
"Kamu tenang saja, mereka pegawai ku, jadi mereka tidak akan berbicara macam-macam" ucap Satya.
"Baiklah kalau begitu " ucap Sandra
15 menit kemudian mereka sampai di kantor Satya, karena kebetulan jarak rumah Satya dan kantor lebih dekat, jadi mereka mampir sebentar.
Satya menggandeng tangan Sandra masuk ke dalam kantor di ikuti oleh Andika, Karyawan Satya banyak yang menatap pada Sandra, banyak yang kagum dengan kecantikan Sandra dan banyak juga yang menanyakan status Sandra.
"Silahkan masuk " ucap Andika membukakan pintu ruangan kerja Satya.
Saat mereka masuk, tiba-tiba ada yang berlari ke arah Satya.
"Bang Satyaaa... Selamat pagi?? " ucap seorang perempuan. Memeluk Satya
"Bella??? Kamu kenapa bisa disini?? " ucap Satya terkejut sambil berusaha melepaskan pelukan dari Bella.
"Bella kan kangen sama bang Satya" ucap Bella masih terus memeluk Satya.
Sandra yang melihat itu, tiba-tiba mundur dua langkah.
"Ini siapa bang? " ucap Bella yang menyadari keberadaan Sandra.
"Dia... " ucap Satya menggantung, karena bingung harus bicara apa pada Bella.
Satya memang tidak mencintai Bella, Satya hanya menganggap Bella sebagai adiknya, tapi Satya tahu kalau Bella memiliki rasa lebih pada Satya jadi dia tidak ingin menyinggung nya, karena menyinggung Bella sama berarti dia menyinggung Sahabat nya Bara.
"Karyawan baru abang ya?? " ucap Bella, namun Satya diam saja.
"Nona ini adalah.." ucap Andika hendak menjelaskan namun perkataannya terpotong oleh Sandra.
"Kalau begitu Saya permisi dulu" ucap Sandra berlari keluar.. Dalam lift dia meneteskan air matanya, entah air mata apa yang dia rasakan, melihat Satya di peluk Bella untuk kedua kalinya hati Sandra menjadi Sesak.
"Dia bahkan tidak bisa memberitahu statusku?? lucu sekali, Sadarlah Sandra memang apa yang kamu harapkan?? Dikenalkan sebagai istri pada kekasih nya?? Itu tidak mungkin kan " Batin Sandra
"Tunggu... " teriak Satya hendak mengejar Sandra namun tangannya di tahan oleh Bella.
"Udahlah bang biarin aja, nanti juga dia datang lagi, abang udah sarapan belum?? Kebetulan Bella bawa makan buat abang" ucap Bella menarik tangan Satya.
Tanpa bicara lagi Andika pun mengejar Sandra keluar.
__ADS_1
"Nona tunggu?? " teriak Andika mengejar Sandra yang sudah sampai di pintu keluar.
"Ada apa?? " ucap Sandra sambil menyeka air matanya yang terjatuh.
"Tuan tadi sebenarnya.. " ucap Andika bingung
"Tidak apa-apa, dari awal memang seharusnya saya berangkat sendiri, kalau gitu saya permisi dulu ya " ucap Sandra.
"Mau saya antar saja nona?? Disini susah kendaraan untuk masuk " ucap Andika.
"Baik, maaf ya merepotkan " ucap Sandra.
Mereka pun masuk ke dalam mobil, Sandra duduk di bangku belakang. Sepanjang perjalanan Andika melihat ke arah Sandra yang sedang melamun ke arah luar jendela. Entah apa yang sedang Sandra pikirkan.
Sampai di depan Restauran, Sandra langsung turun dari mobil Satya. Andika membukakan pintu untuk Sandra
"Terimakasih ya Andika, maaf sudah merepotkan mu" ucap Sandra
"Tidak merepotkan nona, kalau begitu saya permisi ya" ucap Andika..
Setelah kepergian Andika, Sandra pun memasuki Restauran nya, banyak yang merindukannya, mereka pun saling menyapa, karena Sandra tidak pernah membatasi dirinya dengan Karyawannya jadi dia selalu bersikap ramah, mereka juga tahu kalau Sandra sudah menikah, tapi mereka tidak tahu Sandra menikah dengan siapa, walau pun beberapa orang sempat melihat media sosial tentang pernikahan Satya Wijaya dan seorang perempuan bernama Sandra, namun mereka tidak melihat langsung sosok istri dari Satya, jadi ada yang mempercayai bahwa Sandra itu boss mereka, ada juga yang tidak.
Saat Sandra hendak masuk ke dalam ruangannya, dia tidak sengaja melihat beberapa Karyawannya sedang mengobrol sambil menunjukkan handpone masing-masing.
"Beruntung sekali ya wanita yang menikah dengan Satya wijaya, sudah tampan, sukses, badannya bagus uuuuuu aku jadi ngiri" ucap Karyawan A
"Huss jangan mimpi ketinggian nanti jatuh sakit, tapi katanya Istrinya itu Sandra Violla loh, apa itu Mba Sandra ya? " ucap Karyawan B
"Iya-iya aku juga berpikir begitu, tapi kalau benar kenapa mba Sandra menutupi nya ya?? dengar-dengar Istrinya Satya sedang hamil loh?? Mba Sandra juga sudah hamil?? Apa jangan-jangan?? " ucap Karyawan A
"Ssstsss mba Sandra bukan perempuan seperti itu yaa, mungkin saja mereka di jodohkan, atau apa gitu, pernikahan orang kaya kita mana ngerti " ucap Karyawan C
"Iyaa jangan ngomong yang engga-engga, kedengaran orang nya kamu mau di pecat?? Udah lanjut kerja lagi" ucap Karyawan B
"Iyaa.. Iyaa" ucap Karyawan A
#Di dalam Ruangan kerja Sandra
"Mereka tadi bilang apa?? Beruntung?? Beruntung dari mananya?? Yang ada aku merasa terbebani, bahkan dia tidak berani mengenalkan aku sebagai istrinya apa ini yang di sebut beruntung?? " gumam Sandra sambil duduk di sofa.
"Sandra kenapa kamu lemah kaya gini?? Harusnya kamu sudah tahu kan ini akan terjadi, kamu tidak perlu merasa kecewa dengan semua ini, yang terpenting bayi mu lahir dengan selamat dan sehat, kamu harus menjadi ibu yang kuat, kamu juha sudah mendapatkan Umi, Abi, Abang dan Ade-ade yang baik, itu sudah sangat cukup" ucap Sandra menyemangati dirinya sendiri.
__ADS_1
Bersambung....