Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
P2 Bab 19


__ADS_3

Raya dan Arka sedang berada di salah satu caffe yang terkenal di kota mereka. Raya langsung membuka topik pembicaraan.


"Bang Arka, ada yang mau Raya sampaikan" ucap Raya


"Sampaikan saja sayang, ada apa kenapa jadi serius begitu nada bicaranya?" Tanya Arka menatap Raya


"Jadi tepat nya kapan abang mau menikahi Raya?" tanya Raya to the point pada Arka


"Kan kita memang sedang mempersiapkannya Sayang, memang nya ada apa?" Tanya Arka.


"Tidak ada apa-apa Raya hanya ingin cepat menikah saja, siapa tau abang akan berpaling pada yang lain" ucap Raya


"Berpaling dengan siapa, kamu tau kan kalau aku ini susah membuka hati" ucap Arka pada Raya


"Iya sampai sekarang pun hati abang masih untuk dia bukan untuk Raya" ucap Raya


"Maksud nya?" Tanya Arka


"Iya hati abang masih pada Sandra kan? Apalagi sekarang setelah melihat Sandra kembali, abang jadi jarang menghubungi aku, serasa abang menjauhi aku" ucap Raya


"Kamu cemburu pada Sandra?" tanya Arka


"Tidak, untuk apa aku cemburu, aku hanya ingin mengingatkan abang saja, yang menolong abang itu aku, yang pertama kali bertemu dengan abang itu aku, Sandra juga sudah menikah dengan adik abang kan?" tanya Raya


"Aku tau itu, aku tau semua, tidak perlu kamu ingatkan lagi, maafkan jika aku berbuat Salah, tapi aku sudah menganggap Sandra adik iparku, aku tidak mungkin merebut lagi Sandra, Aku tidak akan merusak hubungan mereka, apa kamu tidak mempercayai aku sekarang?" ucap Arka


"Aku percaya sama kamu, tapi aku belum yakin, aku juga butuh kepastian bang, abang selalu bilang akan menikahi ku secepatnya, tapi kapan waktunya? Kapan tanggal dan bulannya aku mau kepastian itu" ucap Raya


"Kalau gitu besok malam kita obrolkan dengan orangtua kita kapan baiknya" ucap Arka


"Abang yakin? Abang benar akan menikahi ku kan?" tanya Raya.

__ADS_1


"Aku tidak akan mengingkari kata-kataku" ucap Arka


"Kalau gitu aku tunggu abang dirumah untuk bicara dengan orang tua ku" ucap Raya tersenyum.


Sedangkan disisi lain ada Andika yang sedang melamun di dalam ruangannya. Tiba-tiba Satya masuk kedalam ruangan Andika.


"Dika bagaimana dokumen yang kamu ajukan untuk diluar kota? Apa sudah selesai?" tanya Satya pada Andika, namun Andika tidak menjawabnya.


"Dika.. Hey.. Kau melamun?" tanya Satya lagi


"Ah.. Iya maaf ada apa tadi?" tanya Andika


"Kau sedang melamun kan apa ?" tanya Satya


"Ah tidak ada tadi bos berkata apa? Aku tidak mendengarnya?" tanya Andika


"Aku tanya kau melamun kenapa?" ucap Satya mengulang kata-katanya.


"Lalu apa yang penting menurutmu sekarang?" tanya Satya menarik kursi dan duduk di hadapan Andika.


"Entahlah aku bingung, Apa yang harus aku lakukan sekarang, aku tidak tau" ucap Andika


"Pilih lah yang menurut mu baik, jangan karena terpaksa, jika kau tidak mau, kau boleh menolaknya" ucap Satya


"Tapi aku sudah terlanjur menerimanya, aku kemarin sudah mau menikahi Dewi" ucap Andika


"Kau masih bisa membatalkannya, jadi batalkan saja mereka akan mengerti" ucap Satya


"Tidak bisa" ucap Andika menundukkan kepalanya.


"Kenapa?" tanya Satya menatap tajam ke arah Andika

__ADS_1


"Aku mencintai Dewi" ucap Andika


"Aku tau itu" ucap Satya


"Apa kau tau? Sejak kapan?" tanya Andika


"Laki-laki yang tidak pandai bergaul dan cuek dengan perempuan, lalu tiba-tiba mendekati perempuan itu, apa namanya kalau bukan Cinta" ucap Satya.


"Tapi aku tidak yakin dia akan mencintaiku atau tidak, jujur jika saja pernikahan ini bukan karena Bima, tanpa Dewi minta aku akan melamarnya sendiri" Ucap Andika


"Tapi apa keputusan mu ini sudah tepat?" tanya Satya


"Entah aku bingung, tapi aku sangat mencintai Dewi, saat pertama bertemu dia sudah mengalihkan pandanganku" ucap Andika


"Ku pikir Raya yang kau sukai, karena saat pertama kali yang kau ajak ngobrol Raya kan?" tanya Satya


"Ku pikir juga begitu tapi ternyata perasaan ku pada Raya hanya sebatas teman saja, beda saat aku bertemu dengan Dewi" ucap Andika


"Kalau begitu coba jalani dulu saja, ingat Andika pernikahan bukan main-main kau harus pikirkan betul-betul" ucap Satya


"Dulu yang mempermainkan pernikahan itu siapa ?" tanya Andika


"Justru itu, kau belajar lah dari kesalahanku, Cinta itu butuh perjuangan, aku lihat akhirnya aku bisa bersatu dengan Sandra kan, perjuangan kita tidak mudah, apalagi kesabaran sandra" ucap Satya


"Sandra memang wanita yang sangat hebat, Dewi juga sama seperti Sandra dia mampu menahan Rasa kesedihannya, demi orang yang dia cintai" ucap Andika


"Mereka wanita yang kuat, Kalian hanya terlambat untuk bertemu tapi jika Allah mentakdirkan Dewi untuk mu, apapun penghalang nya akan menyingkir dengan sendirinya" ucap Satya.


"Iya kau benar, kali ini aku yakin dengan keputusanku" ucap Andika


"Bagus memang harus begitu" ucap Satya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2