Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
Bab 54


__ADS_3

Sandra sudah berada di butik milik nya. Sandra sedang merapihkan baju-baju hasil karyanya, setiap Karya yang di desain dengan cinta.


"Permisi Mbak, ada yang mencari di luar?? " ucap Dewi


"Siapa Dew?? " tanya Sandra sambil menggantung beberapa baju yang baru saja selesai di buat.


"Perempuan mbak, sepertinya dia juga pernah kemari, yang memaksa untuk bertemu dengan mbak. " ucap Dewi.


"Suruh dia masuk, antar ke ruangan tamu saja, jangan antar ke ruangan mbak. " ucap Sandra.


"Baiklah mbak " Dewi pun pergi untuk menghampiri seseorang yang ingin bertemu dengan Sandra.


"Silahkan masuk mbak, lewat sini " ucap Dewi mengantar kan nya untuk masuk ke ruangan khusus tamu yang berada di butik tersebut.


"Tunggu sebentar ya mbak, sebentar lagi mbak Sandra akan kemari, saya permisi dulu.. " ucap Dewi meninggalkan ruangan tamu.


Sandra berjalan ke arah ruangan tamu nya, sebelumnya dia meminta Dewi menyiapkan minuman untuk tamu nya.


Sandra membuka pintu ruangan tamu nya dari luar dia sudah tahu siapa yang akan dia temui.


"Mau apa lagi dia datang kesini" batin Sandra


"Assalammualaikum.. Maaf menunggu lama, ada yang bisa saya bantu?? " ucap Sandra pada tamu tersebut dengan tersenyum ramah.


"Tidak usah formal begitu kakak ipar, aku juga yakin kalau kamu sudah tau kan siapa yang datang?? " ucap Bella.


"Ada yang bisa saya bantu?? " ucap Sandra.


"Baiklah kalau begitu langsung pada intinya saja.. Jadi saya datang kesini, untuk minta di buatkan baju dan baju itu akan saya pakai 5 hari lagi di acara abang saya. " ucap Bella.


"Dan satu lagi, saya mau baju yang indah, bertabur kristal, dengan ekor yang panjang, berapapun harganya akan saya bayar" Sambung Dewi kembali.


"Baiklah kalau begitu, kita mulai desain sekarang, agar 5 hari, baju itu sudah siap di pakai" ucap Sandra.


Sandra pun mulai membuat sketsa gambar yang Bella inginkan, untuk membuat sketsa gambar saja membutuhkan waktu 2jam karena Bella seringkali merubah pola desainnya.


"Sial.. Sabar sekali dia.. Padahal aku sengaja mengubah-ubah sketsa gambar agar dia kesal, ternyata mengeluh saja dia tidak!! " Batin Bella berbicara.

__ADS_1


"Bagaimana apa ini sudah cukup atau mau ada yang dirubah lagi? " Tanya Sandra..


"Cukup" ucap Bella


"Kamu salah jika ingin mengerjai aku dengan cara seperti ini, hal seperti ini sudah sangat sering aku temui di dunia kerja. " batin Sandra.


"Baiklah kalau sudah cukup, sekarang kamu ikut aku untuk mengukur badan agar sesuai dengan sketsa ini" ucap Sandra menunjuk pada gambarnya.


Sandra memanggil Karyawannya untuk mengukur Badan Bella.


"Oh iya hampir saja saya lupa, saya mau warna nya peach yaa... Karena itu warna kesukaan Bang SATYA.. " dengan menekankan kata Satya dalam ucapannya.


Sandra hampir saja menjatuhkan pensil nya, namun cepat-cepat dia fokus kembali.


"Baiklah.. " ucap Sandra tersenyum.


"bahkan aku sudah menyebutkan nama suaminya dia masih tersenyum!! " batin Bella


Sedangkan di Resepsionis ada seorang pria masuk dan menanyakan keberadaan Bella, karena tidak tau.. Karyawan yang bertugas menjaga Resepsionis itu pun mencari Dewi.


"Maaf ada yang bisa di bantu? " ucap Dewi sopan


Pria itu pun berbalik.


"Kamu...??? " ucap Pria itu saat melihat Dewi.


"Iya??? " ucap Dewi dengan wajah kebingungan.


"Kamu bekerja di sini?? Aku sudah lama mencari kamu?? " ucap pria tersebut.


"Maaf apa anda mengenal Saya?? " ucap Dewi


"Kamu lupa sama saya??? Saya Bima kita pernah bertemu di Singapore apa kamu juga lupa? " ucap Pria tersebut.


"Kak Bima?? Iya saya ingat.. Ada yang bisa Dewi bantu? " ucap Dewi mulai mengingat pria di hadapannya.


"Dia berubah sekali, tubuh nya semakin kurus, dia menumbuhkan bulu-bulu di wajahnya?? Rambutnya juga mungkin dia sudah lama tidak memotong rambutnya.. Apa dia sakit ya?? " Batin Dewi sambil terus memerhatikan Bima

__ADS_1


"Haii.. Apa aku sejelek itu yaa.. Sampai kamu melupakan aku?? " ucap Bima..


"Tidak seperti itu kak maaf" ucap Dewi menunduk


"Tidak apa-apa.. Kamu masih sama seperti yang dulu selalu mengucapkan kata maaf, walaupun kamu benar" ucap Bima. Tersenyum


Tiga tahun yang lalu Bima dan Dewi bertemu di singapore saat itu butik pertama milik Sandra di undang dalam acara besar yang berada di singapore karena Sandra dan Raya tidak bisa menghadiri acara tersebut, Dewi yang disuruh untuk menggantikannya, saat itu Dewi sedang kesusahan mencari alamat dan tidak sengaja dia bertemu dengan Bima, Bima lah yang mengantarkan Dewi ke acara tersebut bahkan selama seminggu di sana Dewi selalu di ajak oleh Bima untuk berjalan-jalan dan mengobrol bersama, selama seminggu itu pun kedekatan mereka semakin terjalin bahkan sampai Dewi pulang kembali mereka selalu saling mengabari, lewat telpon atau video call, namun setiap Bima menanyakan alamat nya Dewi selalu mencari alasan untuk tidak memberitahukan pada Bima, sebenarnya dia ingin namun balik lagi dalam dirinya dia tidak ingin mengecewakan orang tua dan Sandra, sebelum sukses dia belum ingin mengajak laki-laki menemui nya kerumah, Dewi selalu sadar akan dirinya yang tinggal dan di biayai penuh oleh Sandra, dia juga bertekad sebelum Sandra menikah dia belum ingin pacaran, namun setahun belakangan ini Dewi sengaja menjauh kan diri dari Bima karena Dewi mengetahui kalau Bima sudah memiliki kekasih, ada juga yang mengatakan kalau Bima sudah di jodohkan oleh kedua orang tua Bima, Dewi pun tahu kalau derajatnya dan Bima sangat jauh, Dewi bahkan menganti kartu handphone dan Handphone nya agar Bima tidak bisa melacak keberadaannya dan baru hari ini mereka bertemu kembali.


Sebenarnya Dewi sangat senang bisa bertemu kembali dengan Bima namun saat dia mengingat kalau Bima sudah di jodohkan, membuat Dewi sedih, setahun saja belum cukup baginya untuk melupakan Bima tapi sekarang dia malah bertemu kembali.


"Saya sedang mencari adik saya, katanya dia sedang berada disini?? " ucap Bima.


"Kalau boleh tau siapa nama adik nya?? " ucap Dewi


"Bella.. " ucap Bima


"Apa.. Bella?? " Dewi kaget mendengar nama tersebut.


"Ternyata dia kakaknya Bella, perempuan yang ingin merusak kebahagiaan mbak Sandra, apa ini artinya aku harus benar-benar menjahui kamu, Mbak Sandra mungkin akan kecewa kalau dia tau aku pernah dekat dengan kakaknya Bella" batin Dewi Melamun.


"Iya.. Kenapa?? Kamu mengenal Bella?? " ucap Bima membuyarkan lamunan Dewi


"Ah.. Tidak dia sedang berada di dalam" ucap Dewi.


"Kamu bekerja disini ternyata?? " ucap Bima tersenyum pada Dewi


"Iya.. Aku bekerja di sini" ucap Dewi singkat


"Kamu kenapa menghilang?? " tanya Bima


"Masalah pribadi tidak pantas di bicarakan di saat bekerja maaf, mari saya antar menemui adik nya kak Bima" ucap Dewi berjalan mendahului Bima.


"Aku mencari mu di berbagai kota, siapa yang tahu ternyata kita bertemu disini, aku senang bisa melihat mu lagi Dewi" batin Bima sambil terus menatap ke arah Dewi.


Dewi pun mengantar Bima untuk bertemu dengan Bella dan Sandra.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2