Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
P2 Bab 28


__ADS_3

Sandra dan Dewi berada di dalam kamar.


"Dewi.. Kamu kenapa?" tanya Sandra memegang kedua pundak Dewi.


"Mbak.." panggil Dewi dengan air mata yang berlinang di kedua matanya.


"Ceritakan saja" ucap Sandra dengan nada lembut.


"Mbak aku bingung.. Aku harus bagaimana" ucap Dewi meneteskan air matanya.


"Hari pernikahan mu semakin dekat Dek, semua persiapan juga sudah hampir rampung" ucap Sandra


"Mbak, hatiku masih untuk ka Bima, ka Bima pun tidak mau di temui selama seminggu ini, dan mereka pun tidak ada kabar sama sekali, aku khawatir mbak, aku bingung dengan perasaanku sekarang ini mbak" ucap Dewi dengan air mata yang terus mengalir.


"Dewi dengar mbak, Semua sudah ada yang mengatur, jika jodoh mu adalah Andika kamu harus belajar mencintainya" ucap Sandra.


"Dewi takut tidak bisa mencintai ka Andika mbak, Dewi juga takut tidak bisa menjadi istri yang baik nanti, Dewi takut mengabaikan hati suami Dewi nanti" ucap Dewi.


"Ikhlas kan dek, pasrahkan semuanya, jika kamu sudah benar-benar, mengikhlaskan semuanya, Insya Allah hati mu akan damai, keadaan akan membuatmu nyaman dengan berjalannya waktu, menikah adalah ibadah, dengan siapa kita menikah itu sudah takdir, jangan sedih lagi ya.. Karena semua yang kita mau tidak mungkin bisa semua kita dapatkan" ucap Sandra mencoba menenangkan Dewi.


"Terimakasih mbak, Dewi mencoba ikhlas, karena sesudah menikah nanti, Dewi harus menutup hati Dewi untuk laki-laki lain, Dewi harus belajar mencintai suami Dewi kelak" ucap Dewi menghapus air matanya.


"Itu baru Dewi yang mbak kenal, semangat dan ceria" ucap Sandra.


...----------------...


Arka dan Raya sedang berada di dalam mobil, tiba-tiba saja Raya membuka pertanyaan.


"Bang apa kita balik lagi saja ya..?" tanya Raya


"Memang nya kenapa?" ucap Arka.

__ADS_1


"Aku takut, Sandra masih marah sama aku, aku takut, Sandra tidak menerima aku nanti" ucap Raya.


"Kamu kenapa punya pikiran seperti itu, Sandra tidak mungkin seperti itu kan?" ucap Arka fokus dengan kemudinya.


"Aku merasa kesalahanku terlalu fatal pada Sandra" ucap Raya.


"Kita coba dulu ya.. Jangan menyerah sebelum berjuang" ucap Arka.


"Iya bang" ucap Raya.


Beberapa puluh menit kemudian, Arka dan Raya sampai di kediaman orang tua Sandra, Sebelumnya Arka sudah menelpon Satya untuk menanyakan posisi mereka, dan Arka sudah memberitahu kan juga pada Satya alasan mereka menemui Sandra.


"Ayo sayang" ucap Arka membukakan pintu mobil untuk Raya.


"Bang aku beneran gugup" ucap Raya..


"Ayolah kita sudah sampai disini" ucap Arka


"Baiklah" Raya keluar dari mobil , dan mereka pun masuk kedalam rumah Sandra.


"Eh non Raya.. Den" ucap bi Imah


"Sandra dan Dewi dimana ya bi?" tanya Raya


"Mereka di kamar Dewi mau bibi antar?" tanya bi imah


"Tidak usah bi, biar Raya masuk sendiri" ucap Raya.


"Yasudah masuk saja ya non" ucap Bi imah senyum.


Raya pun berjalan masuk kedalam kamar Dewi, Sedangkan Arka ikut mengobrol di ruang tamu dengan Bi imah, mang ujang dan Satya, tidak lupa bermain dengan baby Satria.

__ADS_1


Tok..tok..tok.. (Suara pintu kamar diketuk)


"Buka saja, mungkin itu mas Satya" ucap Sandra.


Dewi pun membuka pintu kamar nya dan..


"mbak Raya??" ucap Dewi.


"Raya..???" ucap Sandra


"Apa aku boleh masuk?" ucap Raya.


"Silahkan mbak" ucap Dewi.


Raya berjalan menghampiri Sandra.


"Sandra.. Maafkan aku" Dewi menundukkan kepalanya di hadapan Sandra.


"Maaf untuk apa?" tanya Sandra.


"Maafkan aku sudah menuduh kamu yang tidak-tidak dan menjauhi kalian" ucap Raya.


"Sejak kapan kita menjadi secanggung ini Seperti ada tembok yang sedang membatasi kita" ucap Sandra.


"Aku mau minta maaf karena keegoisan ku membuat kita terpisah selama ini, maafkan aku" ucap Raya


"Tidak ada yang perlu di maafkan kita saudara, aku memaklumi itu, yang terpenting jangan diulang kembali" ucap Sandra tersenyum.


"Terimakasih" Raya memeluk Sandra sangat erat sambil meneteskan air matanya.


"Tidak perlu"Sandra membalas pelukan Raya.

__ADS_1


"Nah kalau begini kan aku menjadi lebih semangat kita berkumpul kembali, semoga tidak terpisahkan lagi" ucap Dewi memeluk kedua kakaknya.


Bersambung.


__ADS_2