Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
P2 Bab 11


__ADS_3

Dewi melanjutkan kembali makan siang nya, Tiba-tiba handphone nya berbunyi. Ternyata yang menelpon adalah Sandra.


"Waalaikummusalam Mbak Sandra" ucap Dewi menjawab telpon dari Sandra.


"Dewi kamu sedang apa? Bagaimana kabarmu?" ucap Sandra dari seberang telepon


"Aku baik Mbak, setiap hari mbak pasti tanya kabarku" ucap Dewi


"Aku mengkhawatirkan mu, disana kamu kan sendirian, mamang sama bibi lagi di kampung" ucap Sandra


"Iya mbak ku sayang, apa mbak lupa kalau aku sudah besar sekarang" ucap Dewi


"Kamu masih anak kecil bagiku, sekarang kamu sedang dimana Dewi?" tanya Sandra


"Aku sedang di rumah sakit mbak" ucap Dewi


"Ah, apa, kamu sakit apa, tadi kamu bilang kamu baik-baik saja?" ucap Sandra khawatir


"Bukan aku yang sakit mbak" ucap Dewi


"Lalu siapa? Kamu jangan membohongi ku yaa?" tanya Sandra


"Kak Bima yang sakit" ucap Dewi


"Apa.. Bima??? Bima sakit apa ?" tanya Sandra


Lalu Dewi menjelaskan semua nya pada Sandra tidak lupa dengan permohonan Bima yang ingin bertemu Sandra dan Satya.


"Lalu keadaannya bagaimana sekarang?" tanya Sandra


"Sekarang sudah lebih baik mbak" ucap Dewi


"Syukurlah, nanti mbak akan bicarakan dengan mas Satya, setelah kembali kami akan segera menjenguk Bima, katakan pada Bima aku sudah memaafkannya, fokus saja pada kesehatan nya" ucap Sandra.


"Baiklah mbak Terimakasih yaa" ucap Dewi


"Kamu ingat, harus jaga dirimu, mbak tidak akan ikut campur telalu jauh, semua ada pada dirimu, apapun yang buat mu bahagia, kejarlah" ucap Sandra.


"Iya mbak Dewi mengerti" ucap Dewi


"Mbak tutup dulu ya telpon nya Assalamualaikum" ucap Sandra


"Iya Mbak, Waalaikummusalam" ucap Dewi menutup telponnya.


...----------------...


"Ada apa sayang" tanya Satya mendekat ke arah Sandra yang duduk di sofa.


"Bima mas" ucap Sandra


"Apa Bima buat ulah lagi, kenapa tidak ada kapok-kapok nya sih" ucap Satya


"Bukan Mas" ucap Sandra


"Lalu apa?" tanya Satya, duduk di pinggir Sandra


"Bima sakit Mas, sekarang sedang di rawat dirumah sakit" ucap Sandra.


"Sakit, Sakit apa?" tanya Satya khawatir

__ADS_1


"Gagal jantung" ucap Sandra


"Apa... Bagaimana bisa, anak itu sehat-sehat saja aku lihat" ucap Satya


"Kata Dewi sudah 3 th yang lalu, sekarang sudah masuk stadium 3" ucap Sandra menatap ke arah Satya.


"Bagaimana mungkin" Satya menundukkan kepalanya.


"Sabar Mas (memeluk tubuh Bima dari samping) Rezeki, umur, jodoh tidak ada yang tau, Allah yang menentukannya" ucap Sandra sambil mengusap-usap punggung Satya.


Bagaimanapun juga Bima adalah Sahabat Satya dari kecil, walaupun persahabatan mereka rusak karena kelakuan Bima, tapi jauh di dalam hati mereka, mereka pasti sangat saling menyayangi, seperti Satya sekarang, mendengar sahabat nya sakit dia langsung cemas.


"Kenapa dia tidak menceritakannya padaku" ucap Satya


"Mungkin Bima tidak ingin merepotkan mu, Mas yang sabar ya.. Nanti kita jenguk Bima" ucap Sandra.


"Kamu yakin mau menjenguk Bima? Kamu tidak apa-apa?" tanya Satya


"Tidak apa Mas, aku sudah memaafkan Bima ataupun Bella, aku tidak mau menyimpan Dendam, itu hanya akan menambah luka di hatiku saja" ucap Sandra.


"Kamu memang Istri ku yang hebat, hatimu sangat baik" ucap Satya memeluk Sandra dan kepala Sandra bersandar di pundak Satya


"Sekarang yang aku pikirkan adalah Dewi, apa Dewi kuat menerima semua itu, Dewi sangat menyukai Bima" ucap Sandra


"Dewi, atau Raya sama seperti kamu, kalian mempunya hati yang seluas samudra, aku yakin Dewi akan kuat" ucap Satya mencium kening istrinya.


...----------------...


Dewi sudah kembali dari kantin, dia langsung masuk kedalam Kamar Bima. Sangat membuatnya terkejut karena melihat kedatangan Andika, yang sedang duduk dan mengobrol dengan Bima.


"Ka Andika?? Disini juga??" tanya Dewi.


"Iya Dewi, aku kebetulan lewat dan berniat menjenguk Bima" ucap Andika


"Baiklah kalau gitu, apa Dewi mengganggu?" tanya Dewi


"Tidak sama sekali" ucap Andika.


"Kalau gitu aku yang pamit saja" ucap Andika beranjak berdiri.


"Tunggu" ucap Bima


"Iya kenapa Bim?" tanya Andika


"Kamu antarkan Dewi juga ya, aku akan lebih tenang jika kamu yang mengantarkannya" ucap Bima.


"Dewi masih mau disini kak Bima" ucap Dewi


"Kerjaan mu pasti tidak bisa ditinggalkan lama-lama, aku juga sudah sehat Dewi" ucap Bima.


"Baiklah kalau gitu Dewi pulang dulu kak Bima, nanti Dewi kemari lagi" ucap Dewi


"Kak Bima cepat sehat, nanti kita bisa pergi bersama lagi" sambung Dewi.


"Aku pasti akan segera sehat" ucap Bima Tersenyum.


"Gue balik dulu Bim" ucap Andika pada Bima


"Inget pesan gue, titip Dewi ya" ucap Bima Tersenyum

__ADS_1


"Pasti" ucap Andika membalas senyuman dari Bima.


"Assalamualaikum" ucap Bima dan Dewi berjalan Keluar bersama.


"Waalaikummusalam, Apa aku bisa mengikhlaskan mu Dewi, rasanya sakit sekali melihat kamu keluar, melihat kamu Tersenyum, tapi bukan dengan aku" Ucap Bima sambil meneteskan air matanya.


"Tidak ada yang bisa di harapkan dari dirimu Bima, kamu harus sadar diri" ucap nya lagi menatap langit-langit kamar nya.


...----------------...


Di dalam perjalanan, Dewi membuka topik pembicaraan.


"Kakak tadi sudah lama mengobrol dengan kak Bima ya? Apa Dewi boleh bertanya sesuatu" tanya Dewi


"Tidak terlalu lama Dewi, Boleh tanyakan saja" ucap Andika melirik sekilas Dewi lalu fokus lagi pada jalanan.


"Kak, makasud dari ucapan kak Bima tadi apa ya?" tanya Dewi


"Yang mana?" ucap Andika


"Ingat pesan aku, memang ka Bima pesan apa sama Kaka?" tanya Dewi


"Tidak ada, hanya pesan biasa saja, memangnya kenapa?" tanya Andika.


"Tidak apa-apa kak, Dewi hanya penasaran saja" ucap Dewi.


"Apa kamu mencintai Bima?" tanya Andika.


"Dulu iya, tapi sekarang aku tidak tau dengan perasaan ku" ucap Dewi


"Kenapa kakak bertanya seperti itu?" tanya Dewi lagi.


"Aku hanya memastikan saja, kamu pasti sedih sekali kan, melihat kondisi Bima?" ucap Andika.


"Iya.. Tapi aku tidak mau menunjukkan kesedihan ku kak, biar dia juga tidak ikut sedih" ucap Dewi.


"Kamu tulus sekali" ucap Andika.


"Aku hanya ingin memberinya semangat untuk memperjuangkan kesehatan nya" ucap Dewi Tersenyum menatap ke arah Andika. Andika pun membalas senyuman Dewi.


"Dihatinya masih ada Bima ternyata, apa aku bisa menggantikan Bima, atau malah menjadi orang ketiga" Batin Andika.


Bersambung.


Hallo semuaa... Aku mau kasih Info nih


Bagi Teman-teman yang mau ngobrol bareng aku dan team Atau mau Tanya-tanya tentang novelku...


Boleh gabung ya.. di GC aku @AdrianaNiandra


cara masuk harus sertakan nama dan Novel favorit kalian dari beberapa novel ku, jangan lupa tinggalkan jejak juga.


Contoh:


( Izin masuk : Nia Dari Novel IYTDA )


Jika sesuai contoh , Nanti akan ada Admin yang langsung ACC @Ana_Nurull


Terimakasih dan selamat bergabung , Terlovelove .

__ADS_1


__ADS_2