Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
P2 Bab 1


__ADS_3

Dewi disibukan dengan perkerjaannya di Butik, Karena Sandra sedang pergi bulan madu selama satu Minggu. Dan tinggalah Dewi yang mengurus butik sedangkan Raya yang di percayakan untuk mengurus restauran.


"Mbak ada tamu yang ingin bertemu dengan mbak" ucap Tika salah satu Karyawan di butik


"Siapa Tik? apa salah satu pelanggan kita?" tanya Dewi


"Dia bilang, ada urusan penting dengan mbak, jadi harus berhadapan langsung dengan mbak" ucap Tika.


"Baiklah, ajak keruang tunggu, nanti saya susul kesana" ucap Dewi


"Baik mbak, permisi" ucap Tika.


"Urusan penting apa, aku rasa, aku tidak ada janji pada siapapun" ucap Dewi sambil membereskan desain nya yang tercecer.


Dewi berjalan ke ruang tunggu dengan membawa beberapa desain di tangannya.


Tokk..tok..tok... (Suara pintu diketuk).


"Assalamualaikum.." ucap Dewi memberi salam, terlihat ada seorang pria yang sedang duduk membelakangi arah Dewi.


"Waalaikummusalam" ucap seorang pria berdiri menghadap Dewi.


"Bima..Mau apa dia kesini? Sabara Dewi bagaimana dia adalah tamu" Batin Dewi


"Silahkan duduk pak" ucap Dewi duduk di seberang Bima.


"Hai.. lama tidak bertemu bagaimana kabarmu ?" ucap Bima.


"Jadi bapak datang kesini ingin membuat pakaian untuk acara apa?" ucap Dewi tanpa menjawab pertanyaan Bima.


"Ah kebetulan sekali, saya mau membuat gaun pengantin" ucap Bima


"Baik, apa kita perlu menjadwalkan ulang untuk pengukuran, jadi nanti bapak bisa datang kemari lagi dengan pasangan bapak" ucap Dewi.


"Ukur saja tubuh mu" ucap Bima.


"Maksud nya ?" tanya Dewi


"Kamu lupa kalau kamu sudah menandatangani selembar kertas perjanjian kalau kamu mau menikah" ucap Bima


"Jadi kamu orang itu?" tanya Dewi dengan menaikan nadanya.


"Iya (mengambil kertas di dalam saku jaketnya) ini kertas perjanjian jika kamu tidak percaya" ucap Bima memberikan kertas pada Dewi.


"Sebenarnya apa mau kamu hah ?" tanya Dewi kesal.


"aku cuma mau menikah sama kamu, hanya kamu, wanita yang mampu membuatku jatuh hati pada pandangan pertama" ucap Bima


"Jadi benar laki-laki itu kamu?" ucap Dewi


"Apa kamu sudah menebak nya atau kamu mengharapkan itu orang lain?" tanya Bima.


"Aku lebih berharap itu memang benar orang lain!!" ucap Dewi beranjak pergi

__ADS_1


"Kamu mau kemana ?" berlari dan menghalangi jalan Dewi


"Aku yang pergi atau kau yang pergi?" tanya Dewi dengan keras.


"Kalau gitu lebih baik kita sama-sama tetap disini!!!" ucap Bima menutup pintu dan menguncinya.


"Kamu mau apa? Kamu jangan macem-macem ya .. Ini butik kakak ku, ini wilayah ku!!" teriak Dewi.


"Kamu engga sadar kalau ini jam makan siang? Aku sudah mengawasi tempat ini lama, dan tempat ini akan kosong 1 jam selama istirahat" ucap Bima dengan wajah nakalnya.


"Kamu jangan macem-macem ya aku mau pergi minggir" mendorong tubuh Bima , namun percuma saja kekuatan Dewi kalah jauh di banding Bima. Bima menyudutkan Dewi tepat ke pintu masuk.


"Jangan macem-macem, harus nya kamu yang jangan macem-macem, hidup kamu sudah ada di tangan ku, cepat atau lambat kamu akan menjadi milikku" ucap Bima tertawa sinis.


"Kamu Gila!!!" teriak Dewi.


"Iya ... Aku gila.. Aku gila karena kamu, Aku gila karena keluargamu!!!" teriak Bima.


"Kamu tidak mencintaiku, untuk apa kamu menikahiku??" ucap Dewi


"Aku mencintaimu, aku menyayangimu , bahkan aku rela berkorban demi kamu, tapi kenapa kamu tidak mau menunggu aku hah??" ucap Bima.


"Aku tidak mau menunggu kamu karena aku tidak mau jadi perebut milik orang, aku menjauhimu karena aku takut mengecewakan hatiku, aku tidak ada sebanding dengan wanita yang orang tuamu jodohkan, bahkan mereka tidak pernah mau menganggap aku, kamu tidak tau rasanya jadi aku" ucap Dewi meneteskan air matanya.


"Cepat atau lambat kita akan menikah, kamu akan menjadi milik aku" ucap Bima melepaskan Dewi dan keluar dari ruangan tersebut.


"Kenapa... Kenapa setelah aku bisa melupakanmu, kamu muncul kembali di hidupku kenapa Bima kenapa!!!!" teriak Dewi sambil menangis tersedu-sedu.


Di dalam ruangan terlihat Arka sedang bersender di dekat jendela sambil menatap foto yang Raya ketahui foto itu adalah foto Sandra.


"Sandra setelah sekian lama, kenapa aku masih tidak bisa melupakanmu, kenapa hatiku masih terjutu padamu, bagaimana kau bisa tertawa sedangkan disini aku kesakitan?" ucap Arka seolah berbicara pada Sandra melalui fotonya.


"Tolong beritahu aku bagaimana caranya untuk melupakanmu, aku tidak mau menyimpan rasa sakit ini sendirian" ucap Arka.


"Ehem" deheman Raya sambil mendekat ke arah Arka.


"Raya.." ucap Arka buru-buru memasukkan kembali foto Sandra ke dalam saku jas nya.


"Ini aku bawain kamu makanan, kamu pasti belum makan siang kan ?" ucap Raya menaruh Tupperware berisi makanan di atas meja kerja Arka.


"Ehm.. Iya aku memang belum makan" ucap Arka mendekat ke arah Raya.


"Yaudah sini dulu" ucap Raya berusaha tersenyum menutupi rasa sakit di hatinya, sudah beberapa lama dia merawat Arka, beberapa lama juga dia beri perhatian untuk Arka berharap Arka akan melupan Sandra dan berpaling padanya namun, tidak pernah ada perubahan dari Arka, Arka tetap Arka masih dengan Hatinya yang terisi oleh Sandra.


"Ray.. Kamu denger semuanya kan?" tanya Arka


"Denger apa, aku engga denger apa-apa?" namun wajah nya tetap saja menunduk dan merapihkan makanan walaupun tangannya bergetar.


"Ray lihat aku?" mengarahkan wajah Raya agar menatapnya.


"Kenapa?" ucap Raya menatap Arka sekilas lalu menunduk lagi.


"Ray maafkan aku, aku tidak mau menyakitimu, kamu perempuan yang sangat baik, kamu pantas mendapatkan laki-laki yang baik juga tidak seperti aku" ucap Arka.

__ADS_1


"Tapi yang aku mau kamu, aku cuma mau kamu bukan laki-laki lain" ucap Raya berkaca-kaca matanya.


"Aku tidak ingin melihat mu terluka lebih lama Ray" ucap Arka.


"Aku mau menunggumu tapi tolong berikan aku kesempatan" ucap Raya.


"Apa laki-laki seperti aku pantas di cintai oleh gadis sebaik kamu?" ucap Arka


"Kenapa tidak pantas?" ucap Raya.


"Tapi lebih baik kamu mencari laki-laki yang dapat mencintai kamu sepenuh nya" ucap Arka.


"Tolong jangan pergi, jangan ucapkan selamat tinggal lagi" ucap Raya menetaskan air matanya.


"Kata selamat tinggal itu sakit"


"Selamat tinggal itu Luka"


"Selamat tinggal itu Rindu"


"Bagimana jika aku Rindu??" ucap Raya menggenggam tangan Arka menatap wajah Arka.


"Tapi aku tidak ingin menyakitimu, aku bisa apa?" ucap Arka


"Aku bersedia menunggumu"


"Aku bersedia kau sakiti"


"Kamu punya cintaku"


"Kamu punya jiwaku"


"Kamu punya diriku, aku yang selalu setia menunggu kamu" ucap Raya menangis.


"Jangan menangis Raya, Air matamu terlalu berharga, maafkan aku, maafkan aku yang selalu menyakiti mu" memeluk Raya.


"Tolong jangan menjauhiku, jangan tinggalkan aku" ucap Raya dalam pelukan Arka. Arka tidak menjawabnya namun lebih mengeratkan pelukan nya.


Bersambung.


Haii..Haii IYTDA kembali lagi, dengan cerita baru, semoga cerita baru ini dapat di sukai seperti cerita sebelumnya ya..


Terimakasih untuk para Readers yang sudah menunggu, Terimakasih juga untuk dukungannya. Jangan lupa tinggalkan jejak, like, coment dan Vote.


**Oia buat kalian yang mau masuk GC ku (@AdrianaNiandra) boleh ya harus sertakan izin masuk sebutkan nama, usia dan novel aku yang kalian sukai misal


..."Nia, 25th dari novel IYTDA"...


nanti ada Admin yang akan mengurus @Ana_Nurul .


Terimakasih salam manis


Niandra** .

__ADS_1


__ADS_2