Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
Bab 8


__ADS_3

"Tuan Satya lama sekali di kamar mandi, apa terjadi sesuatu" Batin Andika.


"Maaf Tuan, saya permisi mencari Tuan Satya sebentar" ucap Andika memotong pembicaraan dari klien nya. Karena fokus Andika terbagi pada Satya tidak biasanya Satya pergi lama sekali.


"Tenang saja Tuan mungkin, Tuan Satya belum selesai dengan urusannya. " ucap Josua, sambil tersenyum penuh arti.


"Apa maksud nya kenapa perasaan saya tidak enak, tampang nya seperti sedang merencanakan sesuatu " ucap Batin Andika.


"Kalau begitu, biar saya bantu menyelesaikan masalahnya" ucap Andika tersenyum sinis.


"Apa maksud Dia?? Cihh aku lupa kalau aku sedang berurusan dengan sekertaris pisikopat ini " Batin Josua


"Baiklah kalau begitu, Anda boleh mencari Tuan Satya dulu " ucap Martin.


"Terimakasih Tuan" menganggukkan kepalanya sopan.


Andika pun mencari Satya ke toilet namun Dia tidak menemukan Satya di sana, bahkan Dia sudah bertanya pada beberapa orang, namun tidak ada yang melihat nya.


"Ahh kenapa saya, teledor seperti ini, harusnya saya tadi menemani Tuan Satya, Tuan anda dimana" ucap Andika cemas, Andika pun segera menghubungi beberapa anak buah nya untuk segera mencari Satya.


---

__ADS_1


Tengah malam Sandra terbangun dari tidur nya, dia menggeliat merasakan sakit di sekujur badannya.


"Aghh sakit banget" ucap Sandra, berusaha menggerakkan badannya untuk bangun.


Namun saat Sandra bangun, Dia terkejut karena Dia tidak memakai pakaian sehelai pun, dan lebih terkejut lagi Dia melihat seorang pria sedang tidur tanpa pakaian di bawah sofa.


"Kenapa bisa seperti ini" ucap Sandra menangis, menyadari apa yang sudah terjadi pada dirinya.


Dengan sisa tenaganya Sandra bangun dan memakai kembali pakaiannya. Sambil menangis sesegukkan. Selesai memakai lengkap kembali baju nya dia duduk di kursi kerjanya. Sandra ingin kembali ke hotel, tapi Sandra juga tidak mungkin meninggalkan laki-laki asing di ruangannya, bagaimana jika ada yang melihat, tapi untuk membangunkan lelaki itu pun Sandra takut.


" Bagaimana ini? Aku mau kembali ke hotel, tapi laki-laki itu bagaimana " ucap Sandra, saat ini Dia tidak bisa berfikir jernih, Dia hanya bisa menjatuhkan wajah nya di atas meja sambil menangis.


" Ini kenapa? Agrgghh kepala saya " ucap Satya sambil memegang kepalanya yang masih terasa pusing, Satya pun mencoba meraih pakaiannya dan langsung mengenakannya kembali.


" Siapa? " ucap Satya pada seorang perempuan yang sedang menangis di atas meja.


Dengan langkah berat Satya pun langsung menghampiri perempuan itu. Memegang pundak nya.


"Aaahh jangan" ucap perempuan itu sambil menangis karena dia masih ketakutan pada Satya.


"Kamu kan? Kamu kenapa? Apa saya??" ucap Satya yang tidak bisa meneruskan kata-katanya. Karena dia melihat jelas ada bercak darah di atas sofa.

__ADS_1


"Kamu jahat, kenapa kamu ambil kesucian saya, apa salah saya?? " ucap Sandra sambil menangis menatap Satya.


"Maaf saya tidak sadar" ucap Satya menunduk sambil mengepalkan kedua tangannya emosi.


"Maaf kamu bilang? Apa maaf kamu bisa mengembalikan kembali milik saya? " ucap Sandra kesal.


"Terus kamu mau apa? Uang? Berapa yang kamu minta? Akan saya berikan? " ucap Satya dengan nada tinggi.


"Saya tidak butuh uang kamu!! Berapa banyak pun uang kamu tidak akan bisa mengembalikan apa-apa!! " ucap Sandra.


"Kamu pegang kartu nama saya (menyimpan kartu nama di atas meja) kalau terjadi sesuatu kamu tinggal hubungi saya, jangan sampai kamu sebarkan kejadian ini, kalau tidak kamu akan terima akibat nya. " ucap Satya.


"Saya tidak takut! " ucap Sandra menantang Satya.


"(Menekan kedua pipi Sandra dengan satu tangannya) Kalau begitu coba saja" ucap Satya tertawa sinis.


" Ini juga yang pertama untuk saya, jadi kita impas, semoga kita tidak terikat apapun" ucap Satya sinis dan pergi meninggalkan Sandra.


"Saya kira kamu lelaki baik, tapi ternyata kamu sama saja!! " teriak Sandra.


To be Continued

__ADS_1


__ADS_2