Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
P2 Bab 2


__ADS_3

Sebelum pulang kerumah Dewi menyempatkan berbelanja ke supermarket terdekat, karena mengingat persediaan di dapur habis.


Dewi mengambil Troli dan memasukkan barang-barang yang dia butuhkan kedalam Troli.


"Apa lagi yak, aku lupa" ucap Dewi mengingat barang apa saja yang belum dia beli.


"Ish.. Kopi hampir aja aku lupa" ucap Dewi, Dewi pun berjalan mencari Kopi kegemaran nya. Setelah menemukan kopi itu, Dewi pun langsung mengambil nya. Namun tiba-tiba ada tangan orang lain ikut mengambil kopi yang Dewi pegang.


"Akh... Maaf silahkan " ucap Dewi menarik tangannya dan mundur satu langkah.


"Tidak apa-apa mbak saja yang ambil" ucap seorang laki-laki yang Dewi kenal suaranya.


"Suaranya... Sepertinya aku kenal??" Batin Dewi.


Dewi melihat ke arah samping nya.


"Kak Andika?" ucap Dewi, melihat sosok Andika yang ada di hadapannya.


"Dewi?? belanja disini juga ternyata?" tanya Andika.


"Ah iya aku sekalian lewat" ucap Dewi.


"Ini kopinya buat kamu aja" ucap Andika.


"Engga apa-apa buat kakak aja" ucap Dewi.


"Aku ambil yang sebelah nya sama aja kan" memegang 2 kotak kopi dan memberikannya satu pada Dewi.


"Ah iya.. Masih banyak ternyata" ucap Dewi gugup.

__ADS_1


"Kamu kenapa?" tanya Andika


"Ah.. engga kak, aku engga apa-apa" ucap Dewi salah tingkah.


"Aduh kenapa hati aku berdetak cepat sekali, cuma liat dia tersenyum aja aku merasa salah tinggkah" Batin Dewi berkata sesekali melirik Andika.


"Kamu belanjanya sudah selesai?" tanya Andika.


"Sudah kak, ini mau ke kasir" ucap Dewi.


"Bareng saja, saya juga sudah selesai" ucap Dewi.


Setelah membayar semua belanjaan mereka pun berjalan ke arah parkiran.


"Kamu pulang naik apa?" tanya Andika.


"Naik taxi online saja kak" ucap Dewi.


"Tidak usah kak, itu merepotkan, ah iya Terimakasih ya.. Belanjaan ku kakak yang bayar semua, aku transfer aja ya kak?" tanya Dewi.


"Tidak perlu sungkan seperti itu, ayo aku antar" Andika membantu Dewi membawa barang-barang belanjaan nya untuk masuk ke dalam mobilnya.


...----------------...


Sedangkan disisi lain, Sandra di sibukkan dengan baby nya Satria yang terus ingin di gendongnya.


"Sayang.. Kamu kenapa kok nangis terus sih?" ucap Sandra gelisah.


"Ibu bingung" ucap Sandra dengan mata nya yang mulai berkaca-kaca, semenjak habis melahirkan Sandra lebih mudah untuk menangis dan Panik mungkin itu yang dinamakan Baby blues. Sekarang Sandra sedang mengalami itu .

__ADS_1


"Sayang.. Kenapa ini" Satya masuk ke dalam kamar dengan membawa secangkir kopi, dia terkejut melihat anak dan istrinya sama-sama menangis.


"Satria nangis terus aku bingung, nyusu juga dia engga mau" ucap Sandra dengan air mata yang mengalir.


"Ya ampun, sini-sini biar aku yang gendong" Satya mengambil alih untuk menggendong baby Satria. Saat di gendong oleh Satya tiba-tiba Satria diam.


"Sama kamu kok diem, apa aku yang salah ya, Ibu macam apa aku" ucap Sandra semakin menangis.


"Sayang... (memeluk Sandra dengan tangan sebelah kanan, karena yang kiri di pakai untuk menggendong baby Satria) Kita kan kesini untuk liburan, baby Satria mungkin hanya ingin di gendong Ayah nya, kamu jangan terlalu banyak berfikir yang tidak-tidak, kamu Ibu dan Istri terbaik di dunia ini" memeluk dan mencium kening Sandra.


"Maafkan aku ya.. Mas, aku tidak tau kenapa akhir-akhir ini, lebih mudah menangis dan Panik, Jadi kamu malah repot sendiri sekarang" ucap Sandra memeluk Satya.


"Aku kan suamimu, jadi ini memang ini sudah kewajiban aku juga untuk menjaga kalian" ucap Satya mencium Anak dan Istrinya secara bergantian.


"Love you Mas" mengangkat wajahnya.


"Love you too Sayang" menempelkan hidung nya dengan hidung Sandra sambil sama-sama tersenyum.


...----------------...


Sampai di depan rumah Sandra.


"Terimakasih ya.. kak untuk belanja dan tumpangannya" ucap Dewi tersenyum.


"Sama-sama, jika perlu bantuan kamu boleh telpon aku saja, jika tidak sibuk aku akan segera menemuimu" ucap Andika.


"Tapi menunggu kakak sibuk tuh, seperti tidak mungkin rasanya" ucap Dewi.


"Kalau gitu, suruh lah kakak mu untuk mengajak bos ku, pergi liburan terus" ucap Andika , dan mereka pun tertawa bersama.

__ADS_1


"Kak Andika ternyata ramah juga" Batin Dewi.


Bersambung.


__ADS_2