
"Cie ada yang senyum-senyum sendir" ucap Dewi masuk ke dalam ruangan Raya, melihat Raya sedang senyum-senyum sambil memegang buket bunga.
"Ish.. Dewi aku kira siapa, kenapa engga ucapkan salam dulu ?" ucap Raya
"Dari tadi juga aku sudah ucapkan salam mbak, tapi mbak engga jawab, jadi aku langsung masuk aja, aku takut mbak kenapa-kenapa, eh ternyata lagi senyum-senyum sendiri." Ucap Dewi.
"Wah itu bunga dari siapa??" Tanya Dewi hendak memegang bunga.
"Ish (menepis tangan Dewi) Ini punya ku lah" ucap Raya.
"Aku pun tidak akan mengambil bunga itu mbak, aku kan cuma ingin lihat saja" ucap Dewi.
"Aku tau itu pasti dari kak Arka kan ?" Sambung Dewi.
"Ah Keliatan banget ya memang kalau ini dari Arka?" Tanya Raya.
"Anak kecil pun tau lah melihat ekspresi kakak, lihat lah bunga itu di peluk terus, seperti akan ada yang mengambilnya saja" ucap Dewi.
"Ini pertama kali Arka kasih aku Bunga, jadi aku senang sekali" ucap Raya.
"Iya mbak" ucap Dewi menghela nafasnya
"Kamu kenapa Dewi, ada masalah? " tanya Raya.
"Emm.. Tidak mbak" ucap Dewi.
"Cerita saja Dew, siapa tau mbak bisa bantu kamu" ucap Raya.
"Mbak, Kak Andika orang nya bagaimana sih?" tanya Dewi
"Entahlah, mbak tidak terlalu dekat dengan Andika, memang nya kenapa? Kamu suka Andika ya?" tanya Raya.
"Ish.. Apaa deh mbak, aku kan cuma tanya aja" ucap Dewi
"Suka juga engga apa-apa kalian kan sama-sama Jomblo" ucap Raya.
"Ah tidak lah mbak" ucap Dewi
__ADS_1
"Kenapa?? Ah iya kenapa kamu engga tanya Sandra atau Satya aja mereka pasti tau tentang Andika" ucap Raya
"Itu lebih enggak mungkin Mbak, mau di bilang apa nanti aku sama mbak Sandra, apalagi Mas Satya aku malu lah mbak" ucap Dewi.
"Ish Kalau cinta tuh harus di perjuangkan, cari tau tentang orang yang kita suka gak ada salahnya, biar nanti engga salah pilih ke depannya" ucap Raya.
"Iya..Iya.. Mbak udah ah aku kesini mau makan laper, ayo turun mbak" ucap Dewi menarik tangan Raya
"Ah.. Iya sabar dong" ucap Raya sambil membereskan beberapa dokumennya.
Sedangkan Sandra dan Satya.
"Mas.. Ayo dong Aku sama Satria udah siap nih?" ucap Sandra dengan menggendong Baby Satria.
Rencananya mereka hari ini akan pergi ke pantai, Karena Sandra selalu memintanya.
"Iya sabar sayang, ini aku lagi pakai baju" ucap Satya dari dalam kamar mandi.
"Ish.. Lama banget sih, keburu panas loh Mas" ucap Sandra cemberut.
"Iya sayang (membuka pintu kamar mandi) ini aku sudah selesai" ucap Satya.
Satya pun membawa Tas, yang berisi perlengkapan baby Satria, dan berjalan mengikuti Sandra.
Disisi lain, Dewi dan Raya sedang makan siang di Restauran Tiba-tiba telpon Dewi berbunyi , Ternyata Andika yang menelpon Dewi untuk mengajaknya pergi nanti malam karena kebetulan malam nanti adalah malam Minggu.
"Iya Hallo Waalaikummusalam" jawab Dewi.
"Siapa?" tanya Raya bisik-bisik
"Entah" ucap Dewi menggelengkan kepalanya.
"Ini Aku Andika, malam nanti kamu ada acara tidak?" tanya Andika.
"Ah.. Kak Andika, seperti nya tidak ada, memang nya kenapa kak?" tanya Dewi.
"Aku mau mengajak mu pergi, apa kamu mau?" tanya Andika.
__ADS_1
"Pergi? nanti malam?" ucap Dewi dengan beberapa pertanyaan.
"Iya.. Dewi kamu mau tidak?" tanya Andika
"Mau..(menjawab dengan cepat dan kencang) Ah.. maksudnya aku engga ada acara jadi mau aja" ucap Dewi salah tingkah dan mendapatkan ejekan dari Raya.
"Em.. Baiklah nanti malam aku jemput kamu di rumah ya.. Sampai ketemu nanti malam Assalamualaikum" ucap Andika.
"Iya kak, Waalaikummusalam" ucap Dewi. mematikan telponnya.
"Cie..cie.. ada yang mau di ajak malam mingguan" ucap Raya mengejek Dewi.
"Apa deh mbak jangan mulai lagi deh" ucap Dewi.
"Jangan cemberut nanti jadi keriputan loh apalagi kan mau ketemuan" ucap Raya.
"Ah iya kah mbak? yang mana yang keriput ada kaca engga?" ucap Dewi ketakutan.
"Aku becanda Dewi, ini yang buat aku dan Sandra khawatir kamu terlalu polos aku takut kamu di manfaatkan" ucap Raya.
"Doakan saja yang terbaik untuk adikmu ini mbak" ucap Dewi menaikkan Alisnya.
"Doakan apa, aku saja pun belum ada KEPASTIAN" ucap Raya menekankan kata kepastian.
"Sabar mbak, mungkin bang Arka sedang menyiapkan sesuatu yang spesial untuk mbak" ucap Dewi.
"Aku tidak mengharapkan apapun Dewi, aku hanya ingin kepastian saja, apalagi sampai di permainkan, aku lebih suka dia yang dingin tapi aku sudah tau pasti hatinya masih belum menerimaku, tidak seperti sekarang Tiba-tiba dia memberikan aku bunga, tapi aku tidak tau bagaimana perasaannya padaku" ucap Raya mengaduk-aduk jus Alpukat nya.
"Itu sudah ada kemajuan dong mbak, jadi bang Arka sudha membuka hatinya pelan-pelan untuk mbak?" ucap Dewi
"Kalau bunga sebagai simbol kepastian, bagaimana nasib tukang bunga yang selalu menawarkan bunganya pada semua orang" ucap Raya.
"Ah, sudahlah pembahasan nya sudah makin kacau, aku maklumi untuk orang yang sedang di ambang kepastian" ucap Dewi meledek Raya.
"Ish.. Kau berani meledeki ku ya.." ucap Raya.
"Ampuunn enggak berani mbak" ucap Dewi dan mereka pun tertawa bersama sambil meneruskan makan siangnya.
__ADS_1
Bersambung.