
Bima sedang berada di parkiran kantor milik Satya, kali ini dia pergi untuk bertemu dengan Andika, Bima turun dari mobil nya langsung berjalan masuk kedalam ruangan Andika.
tok..tok..tok... (suara pintu di ketuk)
"Masuk" ucap Andika dari dalam, Andika tidak mengetahui kalau yang datang itu Bima.
Bima membuka pintu ruangan Andika dan berjalan masuk kedalam mendekat ke arah Andika, yang masih fokus pada layar laptop nya.
"Gue ganggu Lo ya.. Seperti nya?" tanya Bima
"Eh.. Bima??? Ada apa ?? Ada yang bisa gue bantu?" tanya Andika.
"Ada yang mau gue bicarakan, tapi kalau Lo belum selesai, selesaikan saja dulu" ucap Bima duduk sofa.
Andika menutup laptopnya dan berdiri menghampiri Bima.
"Lo mau ngomong apa" ucap Andika duduk di pinggir Bima
"Gue mau minta maaf sama Lo" ucap Bima
"Minta maaf ? untuk apa ?" tanya Andika
"Karena gue, Lo dan Dewi sekarang jauh" ucap Bima.
"Bukan karena Lo, itu karena kesibukan saja" ucap Andika, namun gerak tubuh nya mengatakan hal yang beda.
"Andika tapi gue mohon, jangan jauhi Dewi, hanya Lo laki-laki yang bisa gue percaya untuk menjaga Dewi" ucap Bima.
"Stop ya Bim "Bentak Andika sambil berdiri.
"Gue serius Andika" ucap Bima berdiri disamping Andika
"Cukup, Cukup Lo kasih gue harapan, gue udah coba melupakan semuanya, Lo jangan jadi laki-laki egois yang datang dan pergi sesuka Lo, yang Dewi Cinta Lo, bukan Gue, kenapa harus gue yang jaga Dewi !!! " Teriak Andika.
"Seandainya gue bisa, gue yang akan jaga Dewi sendiri, gue enggak akan minta bantuan Lo, tapi gue sadar akan diri gue" ucap Bima
"Dewi bukan mainan, selagi Lo bisa jaga Lo jaga saja Dewi, tidak usah berfikir berlebihan, sorry gue ada urusan diluar" ucap Andika bergegas meninggalkan Bima.
__ADS_1
Andika berjalan keluar kantor dia, memasuki mobilnya, mencoba menenangkan emosinya.
"Lo ga tau rasanya jadi gue Bima... Gue harus berharap pada wanita yang jelas-jelas tidak mencintai gue, Lo dengan seenaknya nyuruh gue jadi bayang-bayang Lo mana bisa!!" ucap Andika kesal.
...----------------...
Arka sedang mengantarkan Raya pulang ke rumah nya. di dalam perjalanan Arka membuka pertanyaan untuk Raya.
"Kamu kenapa dari kemarin cuekin aku terus?" tanya Arka.
"Engga apa-apa" jawab Raya singkat
"Aku ada salah?" Arka menepikan mobilnya
"Kenapa berhenti aku mau cepet pulang" ucap Raya
"Sini liat aku, kamu marah sama aku ?" ucap Arka menggenggam tangan Raya
"Engga aku engga marah" ucap Raya namun masih memalingkan wajahnya.
"Yaudah kalau gitu, kamu tatap wajah aku, bilang kalau kamu engga marah sama aku ayo?" ucap Arka, Raya menghadap ke arah Arka.
"Kesel sama aku? aku salah apa?" tanya Arka
"Kemarin saat Sandra datang, pandangan Abang selalu fokus pada Sandra" ucap Raya
"Kamu cemburu??" tanya Arka pada Raya.
"Enggak..." ucap Raya singkat.
"Bohong.." Arka mencoba menggoda Raya
"Terserah Abang lah" memalingkan Wajahnya.
"Maafkan aku Raya, aku memang belum sepenuhnya bisa melupakan Sandra, bayang-bayang dia masih ada, tapi aku tidak mungkin berbalik mencintainya, di hati aku sudah ada kamu sekarang" ucap Arka
"Abang Yakin? aku tidak mau menikah dengan laki-laki yang tidak mencintai aku" ucap Raya.
__ADS_1
"Aku yakin, aku mencintai kamu" ucap Arka.
"Iya aku percaya" ucap Raya.
"Gitu dong, jangan marah lagi ya." ucap Arka mencium tangan Raya lembut.
"Iya... " Raya Tersenyum.
"Aku cuma bisa percaya sama kamu sekarang ini, Sandra maafkan aku, aku sempat menganggap mu sebagai sainganku, dan sempat berpikir untuk menjauhimu" Batin Raya.
...----------------...
"Sayang kamu kenapa?" tanya Satya melihat istrinya yang melamun di taman belakang.
"Mas.. Aku engga apa-apa Satria nangis ya??" tanya Sandra.
"Enggak, Satria lagi tidur, kamu kenapa? aku cariin kemana-mana ternyata kamu disini, ada masalah?" ucap Satya.
"Mas, aku ingin pindah dari rumah ini, aku mau kita tinggal dirumah ku, atau kita cari rumah baru" ucap Sandra.
"Kenapa? apa ada yang buat kamu tidak nyaman?" ucap Satya duduk di samping Sandra.
"Iyaa.. aku merasa kalau Raya menjauhiku karena bang Arka, jadi kita pindah rumah aja ya Mas, aku juga tidak nyaman" ucap Sandra.
"Apa, Raya benar menjauhimu? kalian kan bersahabat, Raya tau semuanya juga kan" ucap Satya
"Sudah lah Mas, aku tidak mau membahasnya, tapi aku serius ingin pindah dari sini" ucap Sandra
"Baiklah nanti kita cari rumah baru ya.. Kamu tidak perlu berpikir macam-macam, biar aku yang urus semuanya" ucap Satya.
"Terimakasih ya Mas" memeluk suaminya.
"Tidak perlu berterimakasih itu memang tugasku" membalas pelukan Sandra.
"Semoga kamu bahagia Raya.." Batin Sandra
Bersambung..
__ADS_1
IYTDA kembali maaf ya kalau ceritanya membosankan, Terimakasih untuk yang sudah menunggu up Nia, Terimakasih untuk support nya , love love buat kalian, kalian hebat, kalian mantap :* :*