
Sandra keluar kamar lebih awal dari biasanya, dia menuruni anak tangga dengan hati-hati, ternyata dibawah sudah ada, Nayla dan Bella.
"Hai kakak ipar sudah bangun rupanya?? " ucap Bella mendekati Sandra
"Kamu sedang apa disini? " tanya Sandra.
"Aku hanya ingin melihat kabar kakak ipar saja, aku kira kamu sudah melahirkan " ucap Bella.
"Begitukah?? " ucap Sandra
"Kak kemari, kita makan bersama?? " ucap Nayla menghampiri Sandra dan menggandeng Sandra untuk duduk di sebelah nya.
"Kakak mau sarapan apa? Biar Nayla ambilin? " ucap Nayla.
"Tidak usah dek, biar aku ambil sendiri saja" ucap Sandra.
"Apakah Bang Satya belum bangun?" ucap Bella
"Mau apa kamu tanya-tanya bang Satya?? " ucap Nayla dengan nada tinggi.
"Aku cuma tanya saja " ucap Bella sinis.
Saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba Satya turun dan menghampiri mereka.
"Selamat pagi sayang... " ucap Satya mencium kening Sandra
"Pagi.. Mas.. " ucap Sandra.
"Kamu pindah tempat dudukmu " ucap Satya pada Nayla.
"Iya.. Iya.. Aku pindah" ucap Nayla
Nayla pun duduk di sebelah Bella.
"Kamu kenapa ninggalin aku?? " ucap Satya
__ADS_1
"Abis anak kamu sudah meminta makan pagi-pagi sekali" Bisik Sandra
"Wah, jagoan Ayah pintar sekali" menciumi perut Sandra.
"Bang Satya?? " panggil Bella
"Ah iya?? " ucap Satya, namun dia tidak mengalihkan pandangan nya dari perut Sandra.
"Bang... Bella mau bicara? " ucap Bella.
Tiba-tiba Satya melirik ke arah asal suara.
"Bella kau ada disini rupanya? " ucap Satya.
"Dari tadi aku memang ada disini bang" ucap Bella.
"Maaf aku tidak melihat tadi, ada apa Bella? " ucap Satya.
"Aku mau bilang kalau bang Bima sudah kembali, dia bilang ingin bertemu dengan kakak, dan akan mengadakan untuk kedatangannya. " ucap Bella.
"Sudah 3 hari yang lalu, dia menyuruhku kesini untuk mengundang bang Satya, dan bang Arka " ucap Bella.
"Ya nanti aku akan datang, kapan acaranya? " tanya Satya
"Akhir minggu ini di tempat biasa" ucap Bella.
"Baiklah " ucap Satya.
"Mas, mau sarapan pakai apa?? " tanya Sandra.
"Sarapan pakai kamu saja boleh atau tidak? " bisik Satya di telinga Sandra
"Mas.. " ucap Sandra malu-malu.
Bella mulai merasa gelisah, melihat kemesraan Sandra dan Satya.
__ADS_1
"Untuk Sekarang kamu Puas-puaskan dulu saja bermesraan nya" Batin Bella.
"Haii... Selamat pagi semuanya.. " ucap Meira turun dari tangga bersamaan dengan Satya.
"Boleh tidak kalau kakak tidak teriak-teriak sepagi ini?? " ucap Nayla.
"Pagi-pagi itu harus semangat jangan kaya kamu lesu terus " ucap Meira.
"Sini bang Sarapan dulu?? " ucap Meira. Pada Arka
"Tidak usah aku sarapan diluar saja" ucap Arka beranjak pergi sambil matanya fokus memerhatikan Sandra dan Satya.
"Ada apa dengan bang Arka, sepertinya ada sesuatu di antara mereka?? Tatapan itu bukan tatapan biasa? " Batin Bella.
"Sudah jangan di hiraukan, kamu makan lagi saja yang banyak, nanti juga dia akan baik dengan sendirinya" ucap Satya sambil mengusap tangan Sandra.
Satya menyadari kalau Sandra sedang merasa tidak nyaman karena kehadiran dan tatapan dari Arka.
"Bella?? Sejak kapan kamu disini? " Tanya Meira
"Sejak pagi tadi " ucap Bella.
"Kamu ada perlu apa? " tanya Meira sambil memakan roti bakarnya.
"Aku hanya ingin mengundang bang Satya dan bang Arka untuk hadir di pesta kedatangan bang Bima" ucap Bella
"Wah.. Hebat ada pesta.. Apakah kami tidak di undang? " ucap Meira, kami yang berarti Meira, Nayla dan Sandra.
"Jika kalian ingin datang ya datang lah " ucap Bella.
"Bisa di atur.. " ucap Meira tersenyum
"Jika kak Sandra ikut, aku juga harus ikut, aku merasa Ada yang aneh di dalam undangan pesta ini " Batin Meira. Sambil menatap ke arah Bella
Mereka pun melanjutkan sarapannya dengan tenang, walaupun sesekali Satya bersikap romantis pada Sandra dan mampu membuat Bella terbakar emosi, tapi dia harus menahannya, agar tidak meledak-ledak di hadapan Satya ataupun yang lainnya.
__ADS_1
Bersambung..