
Sandra masuk kedalam ruangan milik Dewi.
"Assalamualaikum" ucap Sandra membuka pintu ruangan dan masuk kedalam
"Waalaikumusalam" ucap Dewi dan Bima berbarengan.
"Kalian masih berdua? Ah benar hanya aku yang sendiri" ucap Sandra cemberut duduk di sofa
"Mbak kenapa?" ucap Raya mendekat kearah Sandra
"Sepertinya hanya suamiku yang tidak romantis, Bima datang untuk kamu, Arka datang untuk Raya, bang Satya hmm kemana dia" ucap Sandra menghembuskan nafasnya
"Apa tadi mbak? bang Arka datang?" tanya Dewi
"Iya mereka sedang bicara disana" ucap Sandra
__ADS_1
"Berdua mbak?" tanya Bima yang ikut mendekat kearah Sandra
"Iyalah berdua, masa aku harus ikut disana, yang ada aku mengganggu pembicaraan mereka, kalian kenapa" melihat Dewi dan Bima yang menatap ke arahnya.
"Tidak apa-apa sih, cuma kan mbak tau sendiri bagaimana keadaan mbak Raya, apakah bisa mereka ditinggal berdua? aku takut ada sesuatu" ucap Dewi
"Tidak perlu takut, bang Arka tidak mungkin berbuat macam-macam pada Raya, Raya juga tidak mungkin, karena sebenarnya mereka saling cinta, hanya terlalu egois untuk mengakuinya" ucap Sandra
"Betul mbak, bang Arka memang seperti terjebak di masalalu, entah apa yang selalu dia fikir kan, untuk menikahi mbak Raya sepertinya ada saja halangannya, bukan kah kalau saling cinta, seharusnya cepat bersama" ucap Bima, namun langsung di senggol lengannya oleh Dewi.
"Shuutsss" ucap Dewi
"Kamu benar, bang Arka seperti mempermainkan Raya, dan itu yang membuatku selalu tidak enak" ucap Sandra jatuh pada lamunan nya.
"Kena.." saat bima hendak mengucap langsung di potong oleh Dewi
__ADS_1
"Tidak usah berpikir terlalu jauh mbak, mbak tidak salah kenapa mbak harus merasa tidak enak, Bang Arka dan mbak Raya sudah dewasa, tidak seharusnya membiarkan masalah seperti ini berlarut" ucap Dewi menenangkan Sandra
...----------------...
Disisi lain Arka dan Raya masih melanjutkan pembicaraan mereka
"Raya, aku minta maaf, aku tidak ada maksud seperti itu" ucap Arka
"Lalu maksud apa yang abang buat? memberi harapan lalu menjatuhkan lagi? bahkan acara pernikahan kita pun abang undurkan, sebegitu tidak penting kah aku bang? sebegitu menjijikan kah aku, sampai abang terus menyakitiku berulang-ulang? Benar kata orang. Dia yang mencintai terlalu dalam, dia juga yang akan tersakiti teramat dalam" ucap Raya menahan air mata nya yang hampir terjatuh.
"Apakah seperti itu aku dimata kamu Ray? Aku juga mencintaimu, aku serius sama kamau tidak ada niat untuk memberi harapan lalu menjatuhkan mu, aku ingin menikahi mu tapi aku masih perlu waktu kemarin tapi sekarang kita bicarakan ini dengan amat sangat serius, jika kamu minta bulan depan atau minggu depan, aku bisa mengabulkannya" ucap Arka
"Kamu pikir pernikahan itu mainan? yang bisa kamu undur dan percepat sesuka mu? Bang pernikahan bukan hanya menyatukan kamu dan aku, tapi ada dua keluarga besar, apa kamu tidak memikirkan perasaan kedua orang tuaku, mereka sudah sangat berharap, jangan buat harapan mereka semakin tinggi bang, cukup aku saja yang merasakan sakit, aku tidak sanggup jika harus melihat kedua orang tuaku merasakan hal yang sama seperti aku, batalkan saja acaranya, semoga abang bisa menemukan something yang membuat abang bahagia, karena itu bukan aku, aku permisi Assalamualaikum" ucap Raya berlari keluar ruangan.
"Raya.. Ray.. tidak begitu, Raya" Panggil Arka.
__ADS_1
Bersambung.