Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
Bab 50


__ADS_3

Jam 4 sore di Restauran Love's, sudah di rencanakan kalau Sandra yang menemui Arka duluan, walaupun pada awalnya Satya menolak tapi dengan terus di bujuk, akhirnya Satya membiarkan Sandra menemui Arka sendiri, sedangkan Satya, Raya dan Dewi menunggu di kursi lain.


"Maaf aku telat datang nya.. Ini buat kamu" ucap Arka memberikan buket bunga lily untuk Sandra.


**


"Keterlaluan sekali dia, sengaja membawa bunga untuk istriku" ucap Satya geram dari kursi lain


**


"Makasih bang" menerima bunga itu.


"Kamu suka tidak? " ucap Arka. Duduk berhadapan dengan Sandra.


"Sandra suka, ini memang bunga favorit Sandra " menyimpan buket bunga di kursi sebelahnya.


"Berarti aku tidak salah pilih" Arka tersenyum


"Sebenarnya aku datang kesini, ingin mengatakan sesuatu yang penting " ucap Sandra


"Aku juga mau mengatakan sesuatu yang penting " ucap Arka menatap Sandra.


"Abang mau ngomong apa? " tanya Sandra.


"Aku mau bilang kalau aku akan menunggu kamu sampai anak mu lahir, biar aku yang akan menjaganya. " jawab Arka


"Bang, abang tidak perlu melakukan itu, karena aku dan Satya yang akan membesar kan anak kami" ucap Sandra.


"Sandra.. Aku tulus pada mu" meraih tangan Sandra


"Maaf bang.. (Cepat-cepat melepaskannya kembali) kalau abang mendekati Sandra karena kejadian 2th yang lalu abang salah orang, bukan Sandra yang menolong abang tapi sahabat Sandra. " ucap Sandra


"Apa nama sahabat mu juga Sandra? " ucap Arka


"Bukan.. Nama sahabat aku Raya, tapi dia yang menolong abang bukan aku, dia juga mengingatnya. Dan dia juga ada disini, kalau abang mau, aku bisa panggilkan Raya " ucap Sandra.


"Apa segitu tidak mau nya kamu menerima aku, sampai-sampai kamu menyuruh orang lain untuk mengaku sebagai dirimu sendiri? " ucap Arka.


"Padahal aku mendedikasikan Restauran ini untuk mu Sandra" sambung Arka


"Tidak seperti itu bang, tapi memang bukan aku orang nya, jika abang ingin membalas budi aku tidak berhak menerimanya. " ucap Sandra.


Sandra pun menghubungi Raya, untuk menghampiri nya.


"Tapi Sandra, apa kamu tidak bisa membuka sedikit saja pintu hati kamu untukku " ucap Arka

__ADS_1


"Tapi aku wanita yang sudah bersuami bang, dan aku juga sebentar lagi akan memiliki anak dari suamiku" ucap Sandra.


"Apa kamu benar-benar mencintai Satya? " ucap Arka.


"Sepertinya begitu bang" Sandra menundukkan kepalanya, Sandra juga merasa tidak tega pada Arka, karena bagaimanapun Arka lelaki yang baik, sebelum Satya, Arka lah yang selalu memperhatikannya.


Tidak lama, Raya menghampiri mereka, sedangkan Satya dan Dewi masih menunggu di meja sebelah, dan karena Satya merasa tidak nyaman duduk berdua bersama Dewi Satya pun memanggil Andika untuk menemaninya.


"Assalammualaikum " ucap Raya.


"Waalaikumusalam " ucap Sandra dan Arka berbarengan.


"Bang ini Raya, dia yang menolong abang saat itu" ucap Sandra, dan Raya pun duduk di sebelah Sandra.


"Apa benar kamu yang menolong saya? " tanya Arka


"Iya.. Saya yang menolong kamu saat itu " ucap Raya.


"Lalu kenapa kamu menyebut dirimu sebagai Sandra? " ucap Arka.


"Itu karena aku sudah terbiasa melakukannya, aku sengaja mengaku sebagai Sandra agar orang-orang yang ku tolong mengingat kebaikan Sandra dan mendoakan yang baik untuk Sandra" ucap Raya..


"Kenapa kamu melakukan hal itu? Kenapa kamu tidak suruh orang-orang untuk mendoakan mu sendiri? " ucap Arka


"Karena aku menyayangi Sandra, aku lebih menyayangi nya dibanding diriku sendiri" ucap Raya..


"Karena keluarga ku pun punya hutang budi pada keluarga Sandra dan semenjak orang tuanya meninggal, dia yang banting tulang untuk menghidupi kami, untuk membantu kami, sampai kami bisa seperti ini, dia bahkan merelakan masa mudanya untuk berjuang, dan sekarang karena kebaikannya dia mendapatkan banyak kesuksesan sekarang" ucap Raya menjelaskan panjang lebar.


"Kamu terlalu berlebihan Raya, aku tidak seperti itu, bahkan kamu yang lebih baik menolong banyak orang yang terkena musibah " ucap Sandra


"Tapi apa kamu punya bukti agar aku percaya pada mu? " ucap Arka.


"Saat itu sore hari, aku menemukan mu duduk di depan Restauran dengan kondisi yang babak belur kamu memakai kemeja putih dengan celana hitam dan sepatu hitam juga, kancing kemejamu terlepas dua.. Selama kamu makan di dalam restauran aku membelikan mu kaos berwarna kuning polos, setelah itu aku mengantar ku ke statsiun kereta dengan di bantu teman ku, karena barang-barang mu hilang jadi aku tidak bisa membelikan mu tiket pesawat, kamu memanggil dirimu sendiri dengan sebutan akay? " ucap Raya.


"Bagaimana bang Arka apa itu benar? " ucap Sandra.


"Apa aku bisa melihat tangan kananmu? " ucap Satya


Raya memberikan tangannya. Dan ternyata benar ada tanda hitam bulat di bawah telapak tangan Raya.


"Ternyata benar kamu yang menolongku" ucap Arka.


"Memang aku orang nya " ucap Raya tersenyum.


"Kenapa kamu tidak memberitahukan namamu sebenarnya? " ucap Arka.

__ADS_1


"Aku sudah menjawab pertanyaanmu tadi kan? " ucap Raya.


"Aku mencari mu, aku ingin membalas jasamu " ucap Arka.


"Tidak apa.. Aku tidak perlu kamu membalas apapun aku ikhlas, karena apapun yang aku beri uang itu berasal dari Sandra" ucap Raya.


"Ray.. Jangan selalu menyangkut pautkan kebaikan mu dengan aku, kamu yang pantas mendapatkan doa dan kebaikan dari orang yang kamu tolong, bukan aku" ucap Sandra.


"Walaupun bukan kamu yang menolongku tapi kamu memang wanita yang baik Sandra, tapi tetap aku harus menepati nazarku, seandainya kamu yang menolongku aku pasti akan sangat bahagia. " Batin Arka.


"Bang Arka sudah tau kan sekarang siapa yang abang cari, bukan aku, jadi aku mohon bang, jangan berselisih paham dengan Satya, bagaimanapun kalian kakak beradik dan aku tidak mau hubungan kalian renggang gara-gara aku" ucap Sandra.


"Aku tau maafkan aku.. Tapi apa kita masih bisa berteman? " tanya Arka.


"Tentu saja, kita kan keluarga, bahkan nanti kita akan mengurus anak ini bersama" ucap Sandra tersenyum.


"Apa boleh begitu? " ucap Arka antusias


"Tentu saja.. " ucap Sandra..


"Terimakasih Sandra.. " ucap Arka.


"Eet... Tapi kau belum mendapat persetujuan dari aku?? Bagaimanapun juga aku ayah nya" ucap Satya.


Melihat suasana sudah cair Satya, Dewi dan Andika menghampiri Sandra, Raya dan Arka di meja sebelah.


"Satya? Kapan kamu datang? " tanya Arka terkejut


"Dari tadi, aku bahkan melihat kau memberikan bunga kepada istri ku" ucap Satya


"Kau melihatnya? " tanya Arka lagi


"Iya.. Disana sangat jelas" menunjuk kursi yang sebelumnya dia tempati.


"Maaf Satya.. Aku salah paham ternyata bukan Sandra yang aku cari" ucap Arka


"Sudah ku bilang kalau kamu itu salah orang" ucap Satya


"Iya.. Maafkan semua perbuatan ku kemarin" ucap Arka berdiri menghadap ke arah Satya


"Kali ini aku memaafkan mu tapi ingat tidak untuk lain kali!! Jika terjadi lagi walaupun kau abangku aku tidak akan diam saja " ucap Satya.


"Aku juga menitipkan Sandra padamu, jika kamu menyakitinya.. Aku juga tidak akan diam saja.. Aku sudah menyayangi nya sebagai adikku sendiri" ucap Arka.


"Kau tidak usah khawatir, aku sangat mencintai nya. " menatap ke arah Sandra.

__ADS_1


Satya dan Arka berpelukan sebentar dan mereka duduk bersama-sama.


To be continued.


__ADS_2