
Tokk...tokk...tokk.. (Pintu Kamar di ketuk)
"Dek ini mbak, buka dulu pintunya, mbak mau bicara" ucap Sandra sambil terus mengetuk pintu kamar Dewi.
"Dekkk..." Panggil Sandra lagi.
"Gak ada suara bagaimana ini?" tanya Sandra pada Raya yang berada di sebelahnya.
"Dewi... Ayo buka.. Jangan aneh-aneh ya Dew" ucap Raya sambil ikut mengetuk pintu kamar Dewi.
"Aku khawatir.. Apa suruh orang dobrak aja ya pintu kamar nya?" tanya Sandra.
"Lu gak punya kunci cadangan?" tanya Raya.
"Aku lupa gak bawa, semua kunci cadangan" ucap Sandra dengan nada panik.
"Dewi.. Kalau gak mau buka terpaksa kita cari orang untuk dobrak pintu nya ya ?" ucap Raya
Saat Sandra dan Raya sedang bingung Cekrek tiba-tiba suara pintu terbuka, Raya dan Sandra pun langsung masuk kedalam kamar Dewi.
__ADS_1
"Mbak..." ucap Dewi menangis memeluk Sandra.
"Menangis lah, jika air mata mampu membuat mu lega.." ucap Sandra sambil mengusap punggung Dewi yang masih memakai gaun pengantinnya.
"Kenapa mereka tega padaku mbak? Kenapa mereka mempermainkan ku, apa segitu buruk nya aku di mata mereka, sampai-sampai aku di permainkan seperti ini??" ucap Dewi sambil menangis menahan sesak di dadanya.
"Mereka memang sudah kurang ajar, bagaimana bisa mereka bertukar peran sesuka mereka" ucap Raya dengan emosi yang menggebu-gebu.
"Stttss.. Raya.. Jangan bicara seperti itu" ucap Sandra.
"Memang benar, aku saja kecewa melihat nya, apalagi Dewi yang berada di posisi itu, bagaimana omongan orang-orang sekarang, apalagi sekarang Dewi sudah SAH menjadi istrinya Bima" ucap Raya..
"Apa yang di katakan mbak Raya, benar Mbak, bagaimana kata orang-orang sekarang, pasti mereka sedang mentertawai aku, atau sedang membicarakan aku yang tidak-tidak" ucap Dewi makin menangis.
"Ssttttss udah Dek jangan sedih, apa yang harus kau malu kan, pengantin pria tidak kabur, dan Surat atau ijab qobul pun memakai nama Bima bukan Andika" ucap Sandra.
"Tapi suamiku berganti peran mbak, nama dalam undangan pun sangat jauh berbeda kan" ucap Dewi.
"Sudah lah Dek, jangan pikirkan omongan orang lain tidak akan ada habisnya, Kita baik aja masih banyak yang membicarkan apalagi ketahuan buruk nya kita, Walaupun kamu jelaskan sekarang pun percuma karena yang ada di otak mereka , kalau memang benar" ucap Sandra.
__ADS_1
"Dewi sudah tidak mau keluar, Dewi disini aja kak" ucap Dewi masih meneteskan air matanya.
"Tunggu Dek, sebelum kamu makin membenci atau berprasangka buruk, lebih baik kamu temui dan tanya apa alasan mereka, mereka juga pasti punya alasan yang kuat, sampai-sampai ada hal menukar dirinya" ucap Sandra pada Dewi.
"Dewi gak mau mbak, Dewi Malu, Dewi kecewa" ucap Dewi
"Ingat Dek, menikah bukan hanya bahagianya aja tapi banyak juga rintangannya, jadi kamu harus tetap Sabar, tidak semua kebahagiaan di balut dengan, kain emas tapi ada juga yang di balut dengan kain kotor, kita harus bisa menerima nya dengan baik" ucap Sandra tersenyum
...----------------...
Sedangkan disisi lain Satya membawa, Andika dan Bima untuk masuk kedalam ruangan, sedangkan Dewi masih di tenangkan oleh Sandra dan Raya.
"Duduk" ucap Satya pada Andika dan Bima.
"Jadi siapa yang mau bicara lebih dulu?" tanya Satya pada Andika dan Bima.
"Biar gue yang jelaskan" ucap Andika.
Bersambung..
__ADS_1