
Raya masuk kedalam ruangan Dewi, langsung memeluk Sandra yang sedang duduk di sofa
"Ray" ucap Sandra mengusap punggung Raya, memberi waktu dan membiarkan Raya menangis
"Kenapa" ucap Dewi tanpa mengeluarkan suara namun hanya bibir nya saja yang bergerak
"Stttsss" ucap Sandra
Mendengar tangisan Raya mulai mereda, dan nafasnya mulai teratur, Sandra pun mulai bertanya pada Raya.
"Kenapa Ray?" tanya Sandra pelan
"Sand, sakit banget" ucap Raya melepaskan pelukan nya pada Sandra
"Kenapa bang Arka?" tanya Sandra
"Tidak apa-apa, biarkan saja aku sudah tidak mau berharap apapun lagi pada bang Arka, mungkin memang cinta tidak berpihak padaku" ucap Raya
__ADS_1
"Kenapa bicara seperti itu, jika kamu terluka karena Cinta, jangan salahkan Cintanya tapi salahkan orang nya, cinta itu suci Ray saat kamu tanami dia dengan kebohongan, luka lah yang akan kamu petik" ucap Sandra memegang tangan Raya
"Mbak Raya kenapa, mbak kenapa nangis begini, ayo cerita mbak, barangkali kita bisa membantu?" tanya Dewi mendekat ke arah Raya dan memberikan tissu
"Bang Arka, sepertinya benar dugaan ku dia memang tidak pernah mencintai aku, dengan seenaknya dia menunda pernikahan dan sekarang dia mau memajukannya, apa menurut dia aku boneka, yang bisa dia tinggalakan dan dia ambil saat dibutuhkan, bagaimana perasaan orang tua ku, oke jika dia tidak memikirkan ku fine, tapi orangtua ku? Apa pantas orangtua ku di perlakukan seperti ini juga?" ucap Raya sambil menahan sesak tangisnya.
"Tenang Raya, atur nafas mu, sabar" ucap Sandra mengusap-usap punggung Raya mencoba menenangkannya.
"Apa bang Arka masih disana?" tanya Sandra
"Tidak tahu, tadi aku langsung pergi meninggalkannya" ucap Raya
"Boleh Sand apapun itu aku sudah tidak peduli, dan aku mohon jangan ada kata-kata atau bujukan darimu untuk mengejarku lagi, aku sudah lelah" ucap Raya.
"Baiklah, aku bawa Dewi menemaniku ya?? karena aku tidak mau berduaan dengan bang Arka nanti ada yang salah paham, emm nanti aku minta salah satu staf kita untuk menemani kamu" ucap Sandra pada Raya , Raya pun hanya menganggukan kepalanya pelan
"Kakak mau ikut atau, kembali ke kantor?" tanya Dewi pada suaminya
__ADS_1
"Aku kembali ke kantor saja" ucap Bima merapihkan barang nya.
"Maaf ya bang" ucap Sandra pada Bima
"Tidak apa kakak ipar" ucap Bima tersenyum pada Sandra
Sandra dan Dewi pun berjalan masuk kedalam ruangannya, benar saja Arka masih menunggu disana sambil memijat kepalanya sendiri.
"Assalamulaikum" ucap Sandra dan Dewi berbarengan.
"Waalaikumusalam eh Sand, Dewi maaf aku masih disini, kalau gitu aku pergi dulu" ucap Arka terkejut dengan kedatangan Sandra dan Dewi
"Tunggu bang, boleh Sandra minta waktunya? ada yang mau Sandra bicarakan" ucap Sandra menahan Arka.
"Boleh, ada apa Sand?" tanya Arka melihat ke arah Sandra
"Mbak Dewi tunggu disini ya" ucap Dewi menunjuk kursi kerja milik Sandra
__ADS_1
"Iya dek" ucap Sandra, dan berjalan mendekat ke arah sofa, kini posisi mereka saling berhadapan terhalang oleh meja.
Bersambung