Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
Bab 64


__ADS_3

Malam hari Bella menyelinap masuk ke dalam ruangan ICU dimana tempat Sandra di rawat, Bella menyamar sebagai suster disana. Bella menggunakan Kacamata hitam dan masker untuk menutupi wajah nya.


"Kalau aku tau tidak akan ada yang menemani mu untuk apa aku berdandan dan menyelinap seperti ini (membuka Kacamata dan Maskernya) tapi kenapa dia memakai cadar apa wajah nya terluka akibat tertabrak motor kemarin? " ucap Bella hendak membuka cadar tersebut.


"Ah sudah lah, (mengurungkan niat nya untuk membuka cadar) biarkan saja, justru itu lebih bagus, dia akan terlihat buruk rupa, kali ini aku tidak boleh gagal" ucap Bella sambil menyuntikkan cairan yang dia bawa di kantong bajunya. Ke dalam selang infus.


"Bye Sandra.. Jangan salah kan aku terlalu kejam sama kamu, tapi Salahkan lah dirimu sendiri yang terlalu beruntung karena sudah di cintai oleh bang Satya. Setelah ini hidupku akan lebih bahagia. " ucap Bella tersenyum, Bella pun memakai kembali masker dan Kacamata hitam nya, saat Bella membalikkan Badan nya. Tiba-tiba...


Nut.. Nut.. Nut.. Nut... (Suara Alarm khusus dari ruangan tersebut).


"Ada apa ini?? " ucap Bella kebingungan melihat keseliling arah dan tiba-tiba tang nya di tarik dari belakang. Membuat Tubuh Bella membentur ranjang.


"Brughh.. Aw..(Bella meringis dan langsung menghadap ke belakang) Sandra lo udah sadar? " ucap Bella


(Seseorang itu membuka Cadarnya)

__ADS_1


"Lo..!!! " ucap Bella terkejut.


"Kenapa?? Lo kaget ya liat gue yang ada disini? Sorry ya gue buat lo kecewa, karena lo engga berhasil ngelancarin aksi lo yang jahat itu!! " ucap Raya.. Ternyata wanita yang berbaring dan memakai itu adalah Raya bukan Sandra.


"Lepasin.. Gue engga ngapa-ngapain kok!! " ucap Bella berusaha melepaskan tangannya


"Lo sudah tidak bisa mengelak lagi, disini sudah di pasang cctv dan omongan lo terekam semua di handphone gue " ucap Raya memperlihatkan handphone nya.


"Apa lo bilang?? " ucap Bella


"Gue engga perlu ulang semua omongan gue tadi, karena itu benar adanya!! Lo harus ikut gue pertanggung jawabkan ulah lo!! " ucap Raya menarik paksa tangan Bella.


"Plak (Dewi menampar pipi Bella) Perempuan macam apa kamu?? Sampai tega mau mencelakai perempuan yang tidak bersalah!! " ucap Dewi.


"Ceh.. Ternyata lo juga satu genk yaa sama mereka, pantas saja sama-sama kampungan!!! Gue tau siapa lo!! Lo ingat siapa yang buat lo jauh dari abang gue?? Itu gue!! Gue sengaja bilang sama orang tua gue untuk menjodohkan abang gue dimalam dia akan mengatakan cintanya sama lo!! Karena gue engga suka liat abang gue punya pacar kampungan kaya lo!! Dan ternyata yang gue lakuin bener apalagi setelah gue tau lo satu genk sama Sandra!! " ucap Bella mengejek Dewi.

__ADS_1


"Jadi kamu biang masalah nya? " tanya Dewi.


"Iya.. Kalau lo mau dapetin abang gue lagi gue bisa bantu, asal lo bisa lepasin gue dan hapus semua bukti-bukti ini!! " ucap Bella tersenyum licik ke arah Dewi.


"Sayang nya Aku sudah tidak tertarik!! Jika kamu beri aku pilihan seperti itu, justru aku akan lebih memilih membantu membalas orang yang telah menyakiti kakak ku dari pada, satu orang laki-laki!! " ucap Dewi.


"Lo cewek gak tau di untung!! Gue udah mau bantu lo tapi lo lebih milih cewek-cewek sok alim ini!! Padahal lo engga lebih dari Di jadikan sebagai kacung!! " ucap Bella memelototi Dewi.


"Dan aku lebih baik jadi seorang kacung dari pada membantu seorang penjahat!! " ucap Dewi.


Dengan cepat Bella membalik badannya dan mendorong tubuh Raya yang masih duduk dengan kencang, karena tenaga Raya tidak seimbang, Raya pun hampir terjatuh. Dan Bella langsung menabrak Dewi untuk melarikan diri.


"Selain kacung ternyata kalian itu IDIOT!! " ucap Bella tertawa di balik pintu ruangan dan berlari.


"Kita harus ngejar dia kak?? " ucap Dewi berdiri.

__ADS_1


"Engga perlu kita liat aja, sampai dimana dia bisa berlari!! " ucap Raya.


Bersambung...


__ADS_2