Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
Bab 40


__ADS_3

Sandra dan Satya berada di dalam mobil


"Kamu kenapa dari tadi diem aja? " tanya Satya


"Engga apa-apa " jawab Sandra


"Kamu sakit? " memegang dahi Sandra


"Enggaak.. " menepisnya pelan


"Kamu ngambek ya?? " Satya menatap ke arah Sandra


"Enggak.. Udah kamu nyetir aja yang bener" Sandra memalingkan wajahnya, menatap keluar jendela


"Sayang.. Aku minta maaf ya?? " menggenggam tangan Sandra menciumnya.


"Kenapa? " tanya Sandra


"Aku minta maaf karena aku engga tau kamu kenapa? Maafin aku yang kurang ngertiin kamu" ucap Satya.


"Maafin aku mas, aku yang salah enggak seharusnya aku marah sama kamu, tapi enggak tau kenapa hati ku merasa tidak nyaman" ucap Sandra


Tiba-tiba Satya menepikan mobilnya.


"Kok berhenti? " Sandra menatap Satya


"Tadi kamu bilang apa sayang?? " tanya Satya menatap Sandra


"Apa?? " ucap Sandra


"Tadi kamu bilang apa? " Satya mengubah posisi duduk nya semakin mendekat ke arah Sandra


"Yang mana? " ucap Sandra masih tidak mengerti maksud dari Satya


"Yang tadi, kamu panggil aku apa?? Mas?? " ucap Satya.


"Ah.. Iyaa.. Itu.. Ga apa-apa kan kalau aku panggil kamu Mas? Atau kamu engga suka ya? " ucap Sandra


"Suka sayang.. Aku malah seneng banget kamu panggil aku dengan sebutan Mas, tetaplah seperti itu ya sayang" ucap Satya bahagia


"Baiklah.." ucap Sandra malu


"Terimakasih sayang.. Kamu sudah mulai menerimaku" memeluk Sandra mengusap kepalanya lembut.


"Iya Mas.. " mengangguk pelan di pelukan Satya


"Aku mencintaimu" ucap Satya mencium kening Sandra

__ADS_1


Satya pun kembali menjalankan mobilnya.


"Kayanya aku jadi lelaki paling bahagia hari ini" ucap Satya senyum-senyum


"Kenapa? " tanya Sandra


"Karena hari ini, istriku memanggilku dengan sebutan Mas, dan.. " ucap Satya menggantung


"Dan apa? " Sandra memalingkan wajahnya menatap Satya


"Dan Bella tiba-tiba saja berubah " ucap Satya


"Kamu yakin Bella sudah berubah? " Sandra menanyakan keraguannya pada Satya


"Kamu tenang saja pada dasarnya Bella memang gadis yang baik, karena selalu di manja jadi dia kadang keras kepala" ucap Satya meyakinkan Sandra.


"Begitukah?? Tapi kenapa hati ku masih tidak tenang ya? " Batin Sandra


-----------------


Beberapa menit kemudian mobil Satya Sampai di Restauran, Satya keluar lebih dulu dari mobil Membukakan pintu untuk Sandra, Sandra keluar dari mobil dan melambaikan tangannya Setelah kepergian mobil Satya.


"Cie.. Cie.. Makin hari makin deket aja nih kayanya?? " Raya menggoda Sandra, karena melihat Sandra senyum-senyum sendiri turun dari mobil


"Apa sih Ray.. " Sandra tersipu malu


"Iya Ray, ini juga berkat kamu, Makasih yaa.. Setelah kejadian waktu itu Satya jadi berubah, dia jadi lebih perhatian sama aku " ucap Sandra


"Gue cuma Coba buat dia sadar aja, dia berubah atau engga itu karena kemauannya sendiri, yang penting lo bahagia itu udah cukup buat gue. " ucap Raya.


"Sekarang tinggal kamu yang cari calon, biar engga kesepian lagi" ucap Sandra


"Gue mau nunggu keponakan gue lahir dulu, lagian gue gak kesepian kan ada lo" Raya merangkul pundak Sandra.


"Aku kan ga bisa nemenin kamu 24jam, gimana kalau bang Arka atau Andika?? " ucap Sandra


"Boleh engga kalau gue gak milih keduanya?? " ucap Raya


"Bang Arka orangnya perhatian loh?? Andika tegas dan cool, kamu mau yang mana?? " Sandra menggoda Raya


"Apa deh, kok gue yang di goda balik?? Kerja-kerja cowok mah gampang. " ucap Raya


------------------


Di dalam ruang kerja Satya duduk di kursi kebesarannya. Tiba-tiba ada seorang perempuan yang masuk ke dalam ruangan Satya dengan berkas-berkas di tangannya.


"Selamat pagi Tuan, ini berkas yang bapak minta" ucap seorang perempuan memakai baju ketat, berpenampilan seksi dengan make up tebal.

__ADS_1


"Kamu siapa? " ucap Satya


"Saya.. Diminta pak Andika untuk memberikan berkas-berkas pada Tuan, karena bapak Andika sedang sibuk" berjalan ke arah Satya dengan centil.


"Taruh disitu dan segera keluar dari sini! " ucap Satya cuek.


"Tuan mau saya buatkan kopi atau te? " berbicara sambil menyodorkan tubuhnya pada Satya.


"Keluar!!! " bentak Satya


"Kenapa Tuan?? " ucap perempuan dengan nada centil


"Jika kau masih mau bekerja disini cepat keluar!! Jaga sikapmu!! " Teriak Satya


"Baiklah Tuan, maafkan saya" ucap Karyawan Satya


Karyawan Satya keluar dengan kesal, karena niatnya untuk menggoda Satya tidak berhasil.


"Andika cepat kemari!! " ucap Satya di telpon khusus yang menyambungkannya dengan Andika


Andika pun masuk keruangan Satya.


"Ada apa Tuan? " Andika menghampiri Satya


"Apa kau yang menyuruh perempuan itu masuk kedalam ruangan ku!! " Bentak Satya


"Iya.. Tuan apa dia membuat kesalahan? " tanya Andika


"Dia mencoba menggodaku dengan pakaian kurang bahan itu!! Beri dia surat peringatan, mulai sekarang jangan biarkan perempuan lain masuk tanpa izinku, selain istri, dan keluarga ku!! " ucap Satya emosi.


"Baik Tuan.. " ucap Andika


"Satu lagi, umumkan pada pegawai wanita mereka harus mengenakan pakaian tertutup dan sopan, sekalian suruh mereka memakai hijab, jika tidak mau pecat saja! " tegas Satya.


"Seperti nona kah Tuan? " tanya Andika


"Sembarangan (melempari Andika dengan dokumen) tidak ada yang mampu menyamai Istriku!! pergi sana!! " ucap Satya.


"Maaf Tuan, kalau begitu saya permisi" ucap Andika menutup pintu ruangan Satya.


"Setelah jatuh Cinta Tuan berubah menyeramkan level akut" ucap Andika bergidik ngeri.


"Sandra ku adalah segalanya.. Tidak ada yang mampu menyamainya apalagi menjadi saingannya" ucap Satya


"Kira-kira sedang apa ya dia sekarang.. Aku jadi kangen padanya" ucap Satya lagi.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2