Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
P2 Bab 48


__ADS_3

"Aww.... Kalau jalan lihat-lihat dong mas" ucap Bella pada orang yang menabrak nya.


"Maaf-maaf mbak" ucap pria tersebut.


"Bang Andika?" ucap Bella, melihat ke orang yang menabrak nya.


"Bella.. Maaf bel aku tidak melihat tadi" ucap Andika, mengambil tas Bella yang terjatuh.


"Iya bang tidak apa-apa, abang kelihatannya buru-buru sekali ada apa?" tanya Bella


"Tidak apa-apa Bel, kamu sendiri saja?" tanya Andika.


"Ah Iya bang" ucap Bella, namun mata Bella tertuju pada mobil Andika yang kebetulan kacanya tembus pandang, jadi Bella bisa melihat ada seorang perempuan yang duduk di kursi depan.


"Kenapa wanita itu terus menatap kesini yak, apa itu pacarnya ka Andika? aduh mati aku, kalau aku di labrak gimana? telpon kak Ilham aja kali yak (mengambil handpone di saku bajunya) ga boleh dong Lisa (memasukkan lagi hondphone nya) nanti kalau kamu di tanya, kamu mau bilang apa coba .. di labrak sama pacar nya ka Andika, malu dong" ucap Lisa kebingungan di dalam mobil.


"Bang Andika lagi sama kilen?" tanya Bella


"Tidak, kenapa Bell? Oia kamu mau aku antar pulang saja?" tanya Andika

__ADS_1


"Emm tidak usah bang, aku bisa naik taxi sendiri kok, ehhm katanya Abang ada yang mau di beli? silahkan bang, takut di tungguin orang, Bella juga mau pulang" ucap Bella tersenyum.


"Ah iya aku sampai lupa, kalau gitu aku duluan Bel" ucap Andika lalu masuk ke toko untuk membeli sesuatu.


"Buka Klien nya, berarti pacar nya dong" ucap Bella sambil menatap lagi kedalam mobil Andika.


"Tuh kan benar aku bilang, tadi dia ngobrol dengan kak Andika senyum-senyum ramah, giliran natap kesini tajam banget, kaya mau nerkam" ucap Lisa menundukkan kepalanya, menghindari pandangan dari Bella.


...----------------...


"Ray?" panggil Sandra


"Rayaa..." panggil Sandra lagi


"Ah, iya Sand? gausah teriak kali gue ga budek" ucap Raya


"Kamu kenapa?" tanya Sandra


"Gue? emang kenapa gue? gue engga apa-apa ko" jawab Raya

__ADS_1


"Kamu lagi memikirkan apa? setelah keluar dari ruangan Dewi, muka mu berubah jadi cemberut terus? kenapa ayo cerita?" ucap Sandra


"Apa yang mau gue ceritain lagi Sand, lu bahkan tau kan alur ceritanya apa? masalah nya tetap ada di tempat yang sama ko" ucap Raya


"Sampai kapan ya gue begini Sand, gue mulai lelah dengan alurnya, lu juga pasti lelah kan dengar gue ceritain, cerita yang sama, masalah yang sama muter terus bahkan sekarang jalan di tempat" sambung Raya lagi.


"Sabar ya Ray, tidak semua memiliki cerita yang lurus dan singkat" ucap Sandra


"Iya seperti gue ceritanya simple cuma jalan nya yang berbelit-belit" timpal Raya


"Gimana kalau kita temui bang Arka, biar aku yang bicara sama dia" ucap Sandra


"Tidak perlu Sand, bukannya tugas lelaki untuk menjemput wanitanya, kalau gue yang terus-terusan bertanya, bukannya itu akan menjatuhkan harga diri gue, harga diri gue sudah jatuh, harus nya gue perbaiki" ucap Raya.


"Tapi kamu juga butuh kepastian Ray, jika dia tidak pasti jangan kasih kamu harapan seperti ini, hal kaya gini tidak boleh di diam kan, mau sampai kapan bergelut dengan alasan waktu" ucap Sandra


"Sampai dia sadar, kalau dia cari yang sempurna dia akan kehilangan yang terbaik" ucap Raya tersenyum pilu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2