
Hari ini, Seharusnya menjadi hari yang paling di nantikan oleh calon pengantin, namun beda dengan Dewi, Air mata masih saja menetes di kedua pipinya.
"Dek.. hapus air matamu tidak baik seorang pengantin menangis di hari pernikahannya" ucap Sandra menghampiri Dewi yg sedang duduk di depan meja riasnya.
"Kak.. Dewi takut.." ucap Dewi menghadap ke arah Sandra.
"Kamu ingin membatalkannya? Semua keputusan ada ditangan kamu? Ini Tinggal selangkah lagi Dek.." ucap Sandra.
"Dewi bingung ka, Dewi takut, Dewi ragu, tapi Dewi tidak mau mengecewakan ka Andika, dia sangat baik sama Dewi" ucap Dewi sambil meneteskan air matanya.
"Dek, pernikahan bukan sebuah mainan, kamu bisa menentukannya sekarang, jangan sampai berhenti ditengah jalan" ucap Sandra.
"Insya Allah Dewi siap mbak, doakan Dewi mbak" ucap Dewi menghapus air mata nya yang terus menetes.
"Mbak pasti doakan yang terbaik untuk kamu Dek" ucap Sandra mengusap pundak Dewi.
Tiba-tiba Raya masuk kedalam kamar Dewi.
"Mempelai pria nya sudah datang." ucap Raya pada Dewi dan Sandra.
"Ayo kita keluar" ucap Sandra pada Dewi.
"Iya mbak" ucap Dewi beranjak dari duduk nya.
**
Mempelai pria sudah masuk kedalam rumah dengan Jas hitam dan celana hitam, namun yang menjadi sorotan semua orang kenapa Memakai Masker dan Kaca mata hitam.
__ADS_1
"Pengantin prianya kenapa pakai masker dan kaca mata ya buk?" ucap tamu undangan A
"Tidak tau buk kenapa ya?" ucap Tamu undangan B
"Mungkin sedang sakit buk" ucap Tamu undangan C
"Lihat bu itu juga ada pria pakai baju batik, memakai kaca mata dan masker juga?" ucap Tamu undangan A
"Kok jadi aneh ya ibu-ibu" ucap Tamu undangan B
"Sudah-sudah mungkin memang sakit atau ada kejutan dari pengantin pria untuk pengantin Wanita" ucap Tamu undangan C .
Pengantin pria langsung, menuju dan duduk di kursi yang sudah di sediakan.
Sambutan pun makin meriah saat Dewi keluar dari kamar nya, di apit oleh Raya dan Sandra.
"Mbak, Dewi gugup" ucap Dewi memegang erat tangan Sandra dan Raya.
"Udah engga apa-apa, tarik nafas buang aja ya biar ngilangin gerogi kamu" ucap Sandra.
"Iya mbak" ucap Dewi terus berjalan ke arah kursi yang sudah di sediakan.
Dewi duduk di sebelah pengantin pria tersebut. Sekilas Dewi melirik ke arah calon suaminya.
"Kenapa aku merasa ka Andika jadi mirip ka Bima ya.. Sadar lah Dewi kau sudah mau menikah" Batin Dewi sambil menundukkan kembali pandangannya.
**
__ADS_1
"Mas" ucap Sandra pada Satya yang sedang menggendong baby Satria.
"Iya.. Sayang" ucap Satya dengan nada yang membuatnya terkejut.
"Mas Kenapa aku merasa ada yang aneh ya dengan ka Andika, dan pria berbaju batik itu kenapa mirip ka Andika" ucap Sandra menunjuk menggunakan matanya.
"Itu yang sedang Aku pikirkan sayang, kenapa bentuk tubuh Andika beda begitu ya, kenapa juga memakai masker, dan kacamata" ucap Satya.
"Mungkin ka Andika sakit kali mas" ucap Sandra
"Engga kok dia baik-baik aja, kemarin kami bertemu dan dia sehat-sehat aja gak sakit apapun" ucap Satya.
"Yasudah mungkin ka Andika nyamannya seperti itu Mas" ucap Sandra.
"Iya mungkin sih" ucap Satya.
**Bersambung.
*Haii teman-teman semua apa kabar semuanya?? Semoga baik-baik saja ya...
Setelah mendaki gunung dan melewati lembah akhirnya, Aku kembali dari perang ... #CandaPerang.
setelah lockdown di tempat ku, kania baru kembali masuk kerja di dunia real, jadi ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan.
Semoga aku bisa semangat nulis lagi ya.. Agar tulisan-tulisan ku bisa menemani kalian.
Dont forget to like, coment, vote :* :*
__ADS_1
Kalau ada yang mau tanya-tanya aku boleh masuk GC LOH...!! Atau bisa lewat chat pribadi eaa.... kali aja ekhem ... Canda ya...
Poko nya makasih buat dukungan kalian lope lope bhat**... :* :