Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
P2 Bab 37


__ADS_3

Satya berbisik pada Sandra.


"Lebih baik kita tinggalkan mereka berdua, agar mereka bisa mengutarakan perasaannya tanpa canggung" Bisik Satya. Sandra pun menganggukkan kepalanya pertanda setuju.


Setelah berbicara pada Dewi, Sandra, Satya dan Raya pun pergi ke depan keluar dari kamar Dewi, seperti permintaan Dewi, dia mau berbicara berdua tapi tidak untuk menutup pintu, karena masih ada rasa canggung bagi Dewi berduaan dengan Pria dalam satu kamar Walaupun itu sudah menjadi suaminya sendiri.


...----------------...


Sandra dan Raya, berjalan ke arah ruang tamu, disana sudah ada Bi imah yang sedang duduk seperti orang melamun.


"Bi.. sedang apa?" tanya Sandra pelan sambil mengusap pundak Bi Imah dengan Lembut.


"Tidak apa-apa non" ucap Bi Imah sambil menyeka air mata yang hampir terjatuh dari sudut matanya.


"Bibi tidak perlu khawatir, semua nya akan baik-baik saja, lebih baik Bibi istirahat dulu saja" ucap Sandra sopan.


"Bibi merasa tidak enak hati non, keluarga bibi terlalu banyak menyusahkan, dan sekarang di saat hari pernikahan Dewi pun, keluarga bibi malah membuat malu non, semua tetangga dan rekan kerja non pasti memikirkan yang tidak baik pada keluarga ini" ucap Bi Imah kembali meneteskan air matanya.

__ADS_1


"Sudahlah Bi, tidak ada yang malu, ini hanya kesalahpahaman bisa saja, semua juga sudah baik-baik saja, Bibi tidak perlu memikirkan hal-hal yang membuat bibi sedih" ucap Sandra mengusap pundak Bi imah.


"Bi.. Sebuah masalah pasti ada tapu bagaimana cara kita memperbaiki masalah tersebut, karena ini bukan kesalahan Bibi dan mamang, jadi biarkan mereka yang membereskan masalah ini sendiri." sambung Raya..


"Makasih non Sandra, non Raya sudah mau membantu Bibi, jika tidak ada kalian Bibi tidak tau akan bagaimana, kalian memang anak- yanga baik" ucap Bi imah.


"Ini sudah menjadi tugas kita, karena kita kan anak-anak Bibi dan kakak dari Dewi" ucap Sandra tersenyum.


...----------------...


"Jadi seperti itu ceritanya" ucap Andika setelah selesai bercerita.


"Kakak memang orang yang baik ya.. Tapi apa kakak tidak mempunyai rasa pada Kak Dewi?" tanya Lisa menatap wajah Andika, dan langsung membuat kaku badannya.


"Rasa pasti ada" ucap Andika, seketika membuat wajah Lisa muram


"Awalnya aku kira itu Rasa Cinta.. Tapi ternyata itu hanya Rasa sayang sebagai adek, Cinta ku ke Dewi hanya sebatas mengagumi, dulu saat aku mau menikah dengannya, aku sangat gembira namun merasa kosong, entah apa yang ku cari saat itu. Tapi sekarang aku paham, bukan Dewi yang aku cintai" ucap Andika menatap wajah Lisa sekilas.

__ADS_1


"Seperti itu ya kak.." ucap Lisa menganggukkan kepalanya, entah apa yang terjadi seketika hati nya merasa lega mendengar perkataan dari Andika.


"Iya.. ah aku sampai lupa, kamu pasti bosan ya mendengar saya bercerita, kalau begitu kita makan dulu saja atau minum ??" tanya Andika


"Emm tidak apa kak, aku tidak bosan kok, apalagi sambil menatap wajahnya ka Andika" ucap Lisa.


"Kenapa?? saya tidak terlalu jelas mendengarnya?" tanya Andika. Menatap wajah Lisa.


"Tidak ada kak, nanti juga kakak akan tau" ucap Lisa tersenyum malu.


"Imut..." ucap Andika


"Iya..??" tanya Lisa


"Senyum mu Imut" ucap Andika.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2