Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
Bab 23


__ADS_3

Malam hari Sandra sedang membereskan sofa yang sekarang menjadi tempat tidur nya, tiba-tiba terdengar suara pintu yang terbuka keras.


Braakkkk


"Kamu sudah pulang" ucap Sandra terkejut.


"Harus nya saya yang tanya sama kamu?? Apa hari ini kamu puas jalan-jalan nya? " ucap Satya.


"Saya hanya pergi keluar sebentar karena ingin minum jus dan membeli pakaian untuk saya" ucap Sandra.


"Huh.. Mau minum jus aja apa harus pergi keluar?? " ucap Satya.


"Saya tiba-tiba ingin minum jus yang ada di Mall itu. " ucap Sandra.


"Oh yaa benar.. Untuk anak orang kaya seperti kamu, minum jus memang harus di tempat yang mewah, sambil berbelanja baju-baju malah juga, apa kamu kehabisan baju satu lemari sampai membeli baju sebanyak itu?? " ucap Satya

__ADS_1


"Saya minum jus dimana dan membeli berapa baju itu bukan urusan kamu, saya juga tidak merepotkan kamu kan" ucap Sandra menahan emosinya.


"Baguss.. Sekarang kamu sudah pandai menjawab (mendekat ke arah Sandra) Saya ingatkan sama kamu, kalau sampai kamu mempermalukan Saya atau merepotkan Saya, saya tidak akan segan-segan untuk memberi kamu hukuman!! Ingat ya kamu hanya istri di dalam kertas!! " ucap Satya


"Mulai sekarang kemana pun kamu pergi, kamu harus melapor sama Saya, tanpa Izin dari saya kamu tidak boleh pergi keluar rumah, walaupun itu untuk bekerja paham " ucap Satya memegang dagu Sandra.


Terlihat Sandra sedang menahan tangisnya.


"Sudahlah saya mau tidur" ucap Satya melepaskan tangannya dan pergi meninggalkan Sandra.


Setelah kepergian Satya, Sandra langsung menangis duduk meringkuk di atas sofa..


"Ya Allah.. Apa aku tidak bisa menerima kebahagiaan sedikit saja, bukan pernikahan seperti ini yang hamba mau.. " ucap Sandra pilu. Sambil memeluk dirinya sendiri.


Sedangkan Satya dia melihat Sandra melalui gordeng yang ada di ruang tempat tidurnya.

__ADS_1


"Kenapa kamu harus berpura-pura menjadi sosok yang kuat di depan aku?? Kenapa kamu tidak meminta bantuan ku hah?? Apa sebegitu tidak penting nya aku?? " ucap Satya sambil memandangi Sandra.


Malam terasa panas, padahal AC di kamar semua sudah di hidupkan, namun masih membuat Satya kepanasan dan kehausan, Satya pun keluar dari ruangannya, dia berjalan melewati sofa yang menjadi tempat tidur Sandra. Di saat melihat wajah Sandra, Satya pun menghentikan langkahnya dan mendekati Sandra.


Satya mengambil selimut Sandra yang terjatuh lalu memakaikannya kembali.


"Maaf.. " ucap Satya sambil menghapus jejak air mata yang ada di pipi Sandra.


Satya pun langsung pergi ke dapur untuk mengambil air minum.


Pagi hari, lagi-lagi Sandra ketiduran dia pun buru-buru bangun dan membersihkan dirinya, setelah itu dia langsung keluar dan membereskan sofa yang menjadi tempat tidurnya, karena dia tidak ingin sampai orang lain masuk dan mengetahui nya.


"Syukurlah dia sudah berangkat, jadi aku tidak harus bertemu dengan nya. " ucap Sandra


Sandra pun kembali membereskan setiap sudut yang ada di kamar tersebut.

__ADS_1


"Kamar ini besar sekali.. Hanya untuk membersihkan kamar ini saja sudah membuat aku kelelahan, apalagi seluruh rumah ini?? Huh sebenarnya yang sok orang kaya itu dia atau aku?? " ucap Sandra cemberut.


Bersambung...


__ADS_2