
Lanjuttt zeyenkk..
"Kak ponakan ganteng ku mana? Aku sudah tidak sabar untuk mencium pipi tembem nya" ucap Meira.
"Oia sebentar, Kakak lihat dulu tadi baby Satria masih tidur soalnya" ucap Sandra
Sandra pun berjalan masuk kedalam kamarnya untuk melihat baby Satria.
Sebenarnya Sandra memiliki satu ART dan satu suster dirumah nya, namun dia tetap senang melakukan segalanya sendiri, kecuali memang sedang sibuk dengan pekerjaannya.
...----------------...
Dewi sedang berada di rumah sakit, Dewi masih sering mengunjungi Bima, dan Andika tau soal itu, Andika tidak pernah melarang Dewi walaupun Dewi calon istrinya.
"Kak bagaimana kabarmu??" tanya Dewi pada Bima.
"Aku baik" ucap Bima tersenyum
Dewi seolah ingin menangis di hadapan Bima dengan sekencang-kencang nya, melihat wajah Bima yang di penuhi rambut-rambut halus, melihat tubuh Bima yang kurus tidak.
"Kak satu minggu kedepan Dewi tidak bisa datang kesini" ucap Dewi menundukkan kepalanya seolah tidak kuat menatap wajah Bima lagi.
__ADS_1
"Iya tidak apa, memang seharusnya kamu siapkan pernikahan mu dengan baik, aku tidak apa-apa" ucap Bima lagi-lagi dengan senyuman.
"Baik Kak, tapi setelah itu Dewi akan sering kemari" ucap Dewi.
"Jangan.. Setelah itu justru kamu harus merawat suami mu, tidak boleh merawat laki-laki lain, disini sudah ada yang merawat aku, kamu jangan khawatir" ucap Bima.
"Kak Andika pasti mengizinkan ku untuk kemari menjenguk kak Bima" ucap Dewi
"Iya tapi saat itu kamu sudah jadi istri, tidak boleh sesering itu datang kesini, tidak baik jadinya Dewi" ucap Bima
"Tapi kak, kakak tau kan kenapa? Aku maunya.." ucapan Dewi terpotong oleh Bima
Saat Dewi dan Bima sedang mengobrol tiba-tiba pintu ruangan Bima terbuka.
"Abang..." ucap seorang perempuan berlari langsung memeluk tubuh Bima.
"Bella.. Kamu sudah bebas?" ucap Bima, ya yang memeluk Bima adalah Bella, hari ini Bella di bebaskan oleh Satya, dan Bella langsung mengunjungi Bima.
"Sudah bang, Bang Satya dan kak Sandra sudah membebaskan aku, dan mereka juga yang memberitahukan keadaan abang, kenapa abang tidak beritahu Bella " ucap Bella menangis sambil memeluk tubuh Bima.
"Abang tidak mau kamu khawatir" ucap Bima mengusap-usap punggung adek nya itu.
__ADS_1
"Apa Mami dan Papi juga tidak tau?" tanya Bella.
"Tidak, abang tidak mau menyusahkan mereka di hari tuanya, biarkan mereka bahagia dan bersenang-senang, biarkan mereka tau kabar abang yang baik-baik saja" ucap Bima.
"Kenapa harus abang tutupi mereka orang tua abang dan kita keluarga, satu sakit yang lain juga harus tau bang?" ucap Bella.
"Tidak apa-apa Bella, ini sudah jadi keputusan abang" ucap Bima.
"Dewi?" ucap Bella menatap ke arah Dewi. dan mendekat ke arah Dewi
"Bella jangan merusuh lagi" ucap Bima
Bella tiba-tiba memeluk Dewi yang sedang berdiri di samping kulkas kecil yang ada diruangan tersebut.
"Terimakasih.. Terimakasih sudah merawat abangku, maafkan aku selama ini selalu memojokkan mu, maaf kan aku" ucap Bella dengan suara serak nya menahan air mata.
"Tidak apa-apa Bella, aku ikhlas melakukannya" ucap Dewi tersenyum.
"Setelah abangku sembuh, kalian harus menikah, aku sangat merestui hubungan kalian dan kita bisa menjadi keluarga." ucap Bella menatap Dewi dan Bima secara bergantian.
Bersambung.
__ADS_1