
Saat Adzan berkumandang Sandra sudah bangun terlebih dahulu dan membersihkan dirinya. Setelah selesai memakai bajunya, Sandra berjalan kembali ke arah Satya yang masih terlelap dalam tidurnya.
"Mas?? bangun.. sudah subuh??" ucap Sandra pelan menggoyangkan badan Satya.
"Mas.. Ayo dong kalau engga aku sholat duluan yak ??" ucap Sandra lagi.
"Mas... iih" ucap Sandra kesal beranjak berdiri namun dengan cepat Satya bangun dan menarik Sandra.
"Aw... Mas.. kamu pura-pura tidur ya??" ucap Sandra cemberut.
"Emmm... pagi-pagi kok udah cantik gini sih, kamu menggoda aku lagi ya?" ucap Satya
"Ih.. Siapa yang mau goda kamu, aku bangunin mas mau ajak mas sholat berjamaah tau" ucap Sandra.
"Emm tapi Mas ma.." kata-kata Satya terpotong karena Sandra menutup mulut Satya
"Stttsss.. cepat bangun dan Mandi, kita Sholat, siang nanti kita harus kerumah sakit" ucap Sandra
"Kerumah sakit? mau apa ? kamu sakit?" Satya langsung bangun dan duduk bersandar.
"Enggak Mas aku enggak Sakit, tapi tadi Raya menelpon ku katanya Mas Arka sudah siuman" ucap Sandra hati-hati.
"Terus untuk apa kita kesana" ucap Satya
"Bagaimanapun dia kakak mu Mas, dan yang membuatnya masuk rumah sakit kan kamu, jadi engga apa kan kalau kita kesana untuk menjenguknya?" ucap Sandra
"Tapi itu kan memang karena kesalahannya!" ucap Satya
"Mas, ada baiknya kita pergi kesana, kita harus meluruskan semua permasalahan ini, aku ingin kita baik-baik sebagai keluarga mas, yang aku dengar Umi dan Abi juga akan pulang dan langsung ke rumah sakit" ucap Sandra.
"Apa itu benar?" tanya Satya
"Iya Mas" ucap Sandra.
"Yasudah kalau begitu siang ini kita kerumah sakit " ucap Satya.
---------------------------------------------------------------
Di rumah sakit.
Tepat Siang hari, Umi dan Abi sudah tiba dirumah sakit, mereka langsung menemui Arka.
"Assalamualaikum.. Abang?" ucap Umi mendekat ke arah Arka di temani Abinya.
"Bang, Umi dan Abi minta maaf baru bisa menjenguk mu hari ini, Umi sudah mendengar semua cerita dari Sandra dan Raya" ucap Umi.
"Untuk apa Umi dan Abi kemari?" tanya Arka.
"Abang kenapa bicara begitu? Abang marah sama Umi dan Abi?
__ADS_1
"Aku tidak berhak marah, bagaimanapun aku bukan anak kandung kalian kan" ucap Arka
"Arka!!! dari mana kata-kata kasar itu berasal? Abi tidak pernah mendidik kamu untuk jadi anak yang tidak sopan! Sebenarnya sejak kapan kamu tau ini?" ucap Abi menaikkan nada bicaranya.
"Abi.. tenang dulu" ucap Umi
"Abi tidak perlu tau sejak kapan Arka tau, tapi tidak seharusnya kalian menyembunyikan semua ini!" ucap Arka
"Lalu karena kemarahan mu pada kami, kamu lampiasakan ini pada Satya? dan pada Sandra juga??" ucap Abi
"He.. Salah kan saja anak Abi yang terlalu banyak mencari perhatian semua orang!!!" ucap Arka
"Sudah tau kamu Salah kamu malah menyalahkan orang lain!!" Teriak Abi
"Abi cukup!" ucap Umi
"Nak.. Kami menyembunyikan ini semua dari kamu, itu karena umi sudah menganggap kamu anak kandung Umi dan Abi, kami tidak pernah membeda-bedakan kasih sayang kami pada kalian, kamu anak umi nak, akan tetap jadi anak kandung Umi" ucap Umi meneteskan air matanya.
"Tapi Arka berhak tau Umi!!!" Bentak Arka.
"Cukup!!!!!" ucap Satya, tiba-tiba Satya dan Sandra masuk, karena mendengar teriakan dari Arka.
"Kamu untuk apa kesini?? oh aku tau kalian sengaja berkumpul untuk mengusir aku dari rumah?? tidak perlu aku juga akan pergi!" ucap Arka.
"Diamm!!!!! Kenapa kamu begitu tidak tahu diri!!! jika kamu marah padaku lampiskan saja padaku jangan pada Umi dan Abi, mereka yang merawat mu dari kecil dengan kasih sayang mereka!! Apa ini balasan mu!!! " ucap Satya mulai emosi beruntung Sandra menahan tangan Satya.
"Sudah.. sudah kalian adik kakak tumbuh dari kasih sayang yang sama, umi yang mendidik kalian dengan tangan umi sendiri!! Umi tidak sangka kalian bisa berselisih seperti ini!! kalau seperti ini kenapa tidak kalian bunuh umi saja!!!" ucap umi menangis
"Umi sudah gagal mendidik anak, umi tidak tau harus bagaimana lagi" ucap Umi.
"Lihat!!! apa kalian tega melihat umi seperti ini?? seharus nya kalian beri umi ketenangan di masa tuanya, bukan malah menyakiti umi dengan ke egoisan kalian!!!" ucap Sandra.
"Jadi apa mau kalian!!" tanya Abi namun tidak ada yang menjawabnya.
"Jawab!!!!!" bentak Abi namun Satya dan Arka tetap Diam
"Kalau tidak ada yang mau menjawab, Abi akan pastikan kalian tidak akan bisa menemui kami lagi!! Abi akan membawa Umi dan adik-adik pergi dari kalian terserah kalian mau apa, Abi sudah tidak mau bertanggung jawab, dengan apa yang kamu lakukan Arka Abi tidak menyangkanya sama sekali kamu selicik itu menyakiti adikmu, dan kamu Satya Abi juga tidak menyangka kamu bisa memukuli kakak mu, salah apa Abi mempunyai anak seperti ini" ucap Abi.
"Umi, Abi Satya minta maaf" ucap Satya.
"Arka juga minta maaf Abi Umi, Arka hilaf" ucap Arka.
"Satya kemarilah..." ucap Umi, Satya pun mendekati Umi nya dan memegang tangan Umi.
"Arka..." ucap Umi, Arka pun memegang tangan Umi.
Umi menyatukan tangan Arka dan Satya, walau masih terlihat jelas perselisihan diantara mereka namun karena tangan umi mereka sama-sama Diam.
"Bang Arka, Bang Satya kalian sudah sama-sama Dewasa, umur Umi dan Abi juga semakin menambah, walaupun kalian bukan terakhir dari rahim yang sama, tapi kalian terlahir dari didikan yang sama, tolong demi Umi dan Abi, jangan terus berselisih paham, jadilah saudara yang rukun dan saling membantu, apa kalian bisa?" ucap Umi.
__ADS_1
"Tapi Umi" ucap Arka dan Satya serentak
"Jika tidak bisa, jangan Anggap Umi sebagai orang tua kalian lagi, karena Umi tidak sanggup melihat anak yang umi rawat saling menentang" ucap Umi.
"Satya akan memaafkan Arka, tapi jika Arka menyakiti keluarga Satya lagi, Satya tidak akan main-main kali ini Umi" ucap Satya tegas
"Bagaimana bang?" tanya Umi
"Berikan Arka waktu untuk memperbaiki diri Arka" ucap Arka
"Nah begitu dong ini baru anak-anak nya umi, saling memaafkan" ucap umi memeluk kedua putranya.
"Alhamdulillah, semoga masalah ini cukup sampai disini, bagaimanapun kasih sayang dari orang tua adalah segalanya, Ayah , Ibu , Sandra Rindu" Mata Sandra berkaca-kaca sambil menatap ke arah Umi yang sedang memeluk kedua putranya.
-----------------------------------------------------------------
Dewi sedang bersiap pergi ke butik, di tengah perjalanan tiba-tiba telponnya berdering.
"Hallo Assalamualaikum? " ucap Dewi menjawab telpon nya.
"Terimakasih sudah menandatangani surat perjanjian pernikahan" ucap seorang pria dari seberang telpon.
"Hallo kamu siapa?" ucap Dewi
"Secepatnya kita akan bertemu, apa kamu sudah lupa dengan masa lalu kita sayang??" ucap Pria itu.
"Kak Bima? jadi laki-laki itu kamu? Sebenarnya Apa yang kamu mau??" ucap Dewi bergetar.
"Aku tau kamu tidak akan melupakan aku, tunggu saatnya tiba kamu akan tau dengan sendirinya ha..ha...ha.." ucap Bima dan mematikan telponnya.
"Hallo... Hallo.. Kak Bima?? Kak!!!! ahh... Mau dia apa sebenarnya, kenapa kamu jadi seperti ini kak??" ucap Dewi menetes kan air matanya.
TAMAT.
**Horee... Istri yang tidak di Anggap part 1 sudah tamat dengan hadir nya orang tua Satya dan Arka untuk menyatukan mereka kembali.
Cerita ini akan berlanjut di hubungan Arka dan Raya dan juga Dewi dan nanti yang akan menjadi pasangannya.
Terimakasih untuk yang sudah mendukung IYTDA selama ini, jika ada kata-kata yang kurang, jika ada kesalahan mohon di maafkan
Part 2 akan segera hadir mau tau updet selanjutnya silahkan bergabung di GC ADRIANA NIANDRA**.
Jika ada yang berniat masuk sangat boleh namun tolong sertakan, novel mana yang kalian suka, biar di List oleh Admin @Ana_**Nurul.
Terimakasih.
Salam manis
Author
__ADS_1
Adriana Niandra 😘😘**.