
Sandra berlari keluar cafe dengan kencang seolah tidak memperdulikan bahwa dia sedang hamil besar. Dan dengan cepat Satya menyusul nya, melihat Satya menyusul Sandra, Bella semakin geram, terlihat dia pun mengeluarkan handphone nya untuk menelpon seseorang.
"Lakukan apa yang saya suruh! " ucap Bella kepada seseorang di seberang telpon.
"Kamu buat rencana apa dek? " tanya Bima yang tidak sengaja mendengar kata-kata Bella.
"Nanti juga abang tahu! " ucap Bella
"Kamu jangan berbuat terlalu nekad dek, kamu sudah berjanji hanya akan mempermalukannya, bukan menyakitinya itu melanggar hukum! " ucap Bima.
"Abang tenang saja, aku hanya ingin mengajaknya bermain" ucap Bella dengan senyum.
"Kalau aku tidak bisa memiliki bang Satya, orang lain pun tidak boleh!! " ucap Bella meninggalkan Bima.
"Apa sebenarnya yang dia rencanakan kali ini, apa niat ku untuk membantunya itu salah?? " ucap Bima pelan memperhatikan tubuh belakang Bella yang semakin menjauh.
Disisi lain Satya terus berlari mengejar Sandra namun dia tidak menemukannya. Sedangkan Sandra, dia berada di pojokan toko yang sudah tutup, dia pun tidak tahu dimana keberadaannya saat ini, sebenarnya dia ingin menelpon Satya namun hati nya masih sakit mendengar ucapan Bella. Tanpa dia sadari ada dua orang lelaki memakai topi dan masker untuk menutupi setengah wajah nya. Terlihat lelaki itu terus mengikuti Sandra.
__ADS_1
"Siapa mereka?? Sepertinya mereka sedang mengikuti ku?? " ucap Sandra pelan.
Sandra pun semakin mempercepat langkah kaki nya, dia pun berlari ke pinggir jalan raya, berharap ada seseorang yang menolong nya, namun entah kebetulan atau tidak, tidak ada orang saat itu, hanya ada motor dan mobil yang lewat dengan kencang.
"Aku harus bagaimana sekarang?? Mereka terus mengejar aku " ucap Sandra dengan wajah cemasnya.
Sandra pun berlari.. Terus berlari.. Tiba-tiba satu orang pria langsung menangkap tangannya, dengan susah payah Sandra berusaha melepaskan tangannya.
"Kalian siapa?? Mau apa?? Lepasin!! " ucap Sandra kencang. Namun pria itu malah semakin erat memegang nya. Dengan sigap Sandra menginjak kaki pria itu, pria itu pun melepaskan pegangan tangannya, karena merasa kesakitan.
Sandra tidak menjawab nya namun dia terus berlari..
"Aku harus selamat dari mereka, bantu ibu sayang.. Kita harus terus berlari.. " ucap Sandra memegang perutnya.
Disisi lain, Satya yang sedang berlari mencari Sandra dia melihat nya sedang berlari dari ujung jalan dan terlihat ada dua orang lelaki mengejarnya.
"Sayang... " teriak Satya terus mempercepat langkah larinya.
__ADS_1
Karena kehilangan arah dan tak kunjung menemukan orang, Sandra pun mencoba menyebrangi jalan, karena rasa cemasnya, karena dia tidak hati-hati saat di tengah jalan tiba-tiba ada motor melaju dengan cepat dan..
Brughh.. Braakkk.....(suara tabrakan)
"Aaaaaakkkkhhhh.. " Teriak Sandra dan langsung jatuh pingsan di tempat, karena ketakutan motor yang menabraknya pun langsung kabur meninggalkan Sandra yang sedang tergeletak di pinggir jalan.
"Sandraa.... " teriak Satya melihat istri nya jatuh terpental kena aspal.
Satya semakin mempercepat langkahnya semakin lebar.. Karena melihat ada yang mengejar, dua orang itu pun ikut kabur karena tidak ingin tertangkap.
"Sayang.. Bangun.. Sandra... " ucap Satya memangku kepala Sandra.
"Sayang bertahanlah aku mohon" ucap Satya meneteskan air matanya.
Dengan cekatan dia pun menelpon ambulans untuk membawa Sandra ke rumah sakit sesegera mungin.
Bersambung..
__ADS_1