Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
P2 Bab 33


__ADS_3

Andika Berjalan ke arah ruangan Bima.


"Assalamualaikum" ucap Bima sambil mengetuk pintu kamar ruangan Bima.


"Waalaikumusalam" ucap Seorang perempuan yang ternyata adalah Bella adik dari Bima.


"Ka Andika, mari masuk" ucap Bella membukakan pintu untuk Andika.


"Apa Bima tidur?" tanya Andika.


"Tidak kak, ka Bima sedang makan buah" ucap Bella.


"Siapa dek?" tanya Bima.


"Gue, Sorry ya pagi-pagi ganggu lo" ucap Andika menghampiri Bima.


"Andika.. Bicara apa sih, mana pernah lo ganggu gue" ucap Bima.


Andika duduk di samping ranjang nya Bima.


"Sebenarnya gue kesini, ada yang mau gue bicarakan sama lo" ucap Andika.


"Iya bicara aja, serius banget keliatannya?" tanya Bima.

__ADS_1


"Jadi begini (...Andika menjelaskan dari awal dia berencana mencari donor jantung untuk Bima, dan menjelaskan juga riwayat pendonor tersebut...) Begitu bagaimana menurut lo?" tanya Andika.


"Lo serius? Bagaimana mungkin, gue yang sudah mulai menyerah dapat harapan lagi? bertahun-tahun gue cari tapi tidak pernah ada, dan sekarang kenapa malah ada?" ucap Bima


"Mungkin ini sudah Takdir nya, mempertemukan lu dengan pendonor saat ini" ucap Andika.


"Sepertinya tidak perlu Dik, gue sudah menyerah" ucap Bima.


"Kakak, Kakak harus sembuh, ayolah kak terima saja tawaran dari kak Andika, kalau kakak pergi aku sama siapa?" ucap Bella menangis.


"Tapi bagaimana dengan.." ucap Bima tertahan.


"Dewi? ini juga untuk kebahagiaan lo dan Dewi" ucap Andika.


"Hari pernikahan gue dan Dewi tinggal Sepuluh hari lagi, jika lo bersedia di operasi besok, seminggu kemudian lo sudah bisa keluar dari RS" ucap Andika.


"Lu suruh gue datang di hari pernikahan kalian?" tanya Bima.


"Iya lo harus datang, karena lo yang akan jadi pengantin cowok nya disana" ucap Andika.


"Apa.. Itu gak mungkin Dika, gue gak mau mainin Dewi, bagaimana perasaannya nanti" ucap Andika.


"Dia pasti akan terluka, tapi untuk bahagia, yang dia Cinta itu lo, bukan gue, gue gak mau jadi penghalang di antara kalian, gue akan atur semuanya , dan gue juga akan mendaftarkan nama lu dan Dewi, bukan nama gue" ucap Andika.

__ADS_1


"Apa lu sudah berniat seperti ini dari Awal?" tanya Bima pada Andika.


"Iya, gue sudah janji sama diri gue sendiri jika lo dapat pendonor sebelum pernikahan gue dan Dewi, yang akan menikah dengan Dewi lo bukan gue, memang harus nya seperti itu" ucap Andika.


"Apa lo tidak mencintai Dewi ?" tanya Bima lagi.


"Gue menyimpan rasa itu, tapi gue tidak boleh egois, gue juga tidak mau menikah dengan orang yang tidak mencintai gue, gue akan lebih bahagia jika Dewi bersama lu, karena lu yang dia Cintai bukan gue" ucap Andika.


"Apa lo yakin Dika? Gue gak mau bahagia di atas penderitaan sahabat gue" ucap Bima.


"Gue akan lebih menderita jika memaksakan Dewi untuk bersama gue, lo harus terima tawaran gue, dan semuanya akan baik-baik saja" ucap Andika.


"Baiklah gue akan terima" ucap Bima.


"Nah itu lebih baik, nanti Dokter akan mengurus semuanya, lu siapain diri lu untuk besok dan satu lagi gue harap ini hanya kita yang tau" ucap Andika.


"Gue ngerti, gue gak tau harus bilang terimakasih seperti apa sama lo" ucap Andika.


"Sama-sama" ucap Andika tersenyum.


#Flash back Off.


**Bersambung..

__ADS_1


Thanks for reading. makasih untuk pembaca setia IYTDA, terimakasih juga untuk like coment vote nya. be positif be like luv luv**


__ADS_2