
Sebelum mengantarkan Lisa pulang, Andika mengajak Lisa ke cafe langganannya, dia memarkirkan mobil nya di tempat parkir khusus nya.
"Kamu belum makan kan? Kita makan dulu" ucap Andika pada Lisa.
"Emm tapi aku masih memakai baju Dinas Kak, aku lupa bawa jaket atau sweater" ucap Lisa.
"Kalau gitu kamu pakai Jas saya aja" ucap Andika membuka Jas nya. Untuk Lisa.
"Ah tidak usah Kak, aku..." ucap Lisa terpotong, karena melihat bentuk tubuh Andika yang atletis.
"Sudah tidak apa-apa pakai saja" ucap Andika memberikan Jas nya pada Lisa.
"Aduh.. Kenapa dia buka dih Jas nya, kan aku yang jadi nya gemetaran, Itu bentuk tubuh Idaman semua pria plus wanita, boleh ditutup aja ga aku ko jadi gemetaran begini" Batin Lisa sambil matanya masih menatap ke arah dada bidang milik Andika.
"Lisa.. Hey kamu kenapa sakit?" tanya Andika menyentuh tangan Lisa lembut.
"Aaaaaa... Kenapa dia sentuh tangan aku, kenapa jadi berat begini, aku merasa ada batu 10 ton yang menimpa ku, apa kah aku boleh berteriak" Batin Lisa.
"Lisa?? Hey kenapa?" tanya Andika mendekatkan tubuh nya ke arah Lisa.
__ADS_1
"Ah.. emm tidak apa-apa kak, tapi kalau aku pakai Jas nya kakak gimana?" tanya Lisa
"Bagus Lisa.. Kenapa kamu melamun di depan laki-laki sih.. Kan malu" ucap Lisa dalam hatinya.
"Tidak apa-apa, Kamu lebih butuh Jas itu" ucap Andika sambil menggulung tangan Kemeja putih nya.
"Arggghhh bolehkah aku berkata kasar, dia menggulung kemejanya tangannya aaa aku ingin pulang, Kaka ilham tolong aku, aku diculik aaaa bukan-bukan hati ku yang di culik" Lisa berteriak-teriak di dalam batinnya.
"Kamu kenapa melamun terus, kamu sakit? Demam?" tanya Andika menatap Lisa.
"Ti..Tidak kak aku baik-baik aja ko" ucap Lisa dengan senyuman.
"Aku bukan Demam tapi aku hampir gila disini, bagaimana kalau kak Andika memakai kaos dan celana levis.. Isshh kau memikirkan apa Lisa, kenapa otak mu kotor sekali, kamu harus membersihkan otak mu pulang dari sini, tapi benar kalau dia memakai kaos pasti tampan nya di atas maksimal, sudah lah Lisa apa kau mau pingsan di depan laki-laki" Batin Lisa seolah berkecamuk dengan pikiran-pikirannya.
"Ah, terimakasih kak" ucap Lisa turun dari mobil.
"Loh kok Jas nya ga di pake, sini.." mengambil Jas yang di pegang Lisa, lalu memakaikannya ke pundak Lisa, membuat tubuh Lisa kaku.
"Ayo.." ucap Andika merangkul pundak Lisa.
__ADS_1
"Aduh.. Kak Andika kenapa sih, apa dia mau membuat jantungku turun naik" ucap Lisa dalam batinnya.
Mereka memasuki cafe langganan Andika, Saat pintu cafe di buka, semua mata wanita yang berada disana seolah menatap sinis pada Lisa, apalagi satu karyawan perempuan yang memang sangat tertarik pada Andika sejak lama.
"Hey kamu kalah saing tuh" ucap Salah satu Karyawan pada temannya yang menyukai Andika.
"Kita liat aja nanti" ucap Ana Karyawan yang menyukai Andika itu.
"Sadar diri dong Ana, lihat dari bajunya aja, dia itu seorang perawat, cantik lagi" ucap temannya Ana.
"Aku cuma kalah di pakaian Dinas aja, kalau cantik ya kali kalah, semua sesuai selera" ucap Ana menyenggol temannya.
"Mie instan sih iya seleraku, kalau kamu" ucap temannya ana menyindir.
"Iri bilang babu" ucap Ana tertawa renyah..
"Ish kurang ajar" ucap temannya ana sambil ikut tertawa, mereka memang sering bercanda seperti anak-anak remaja pada umumnya, karena usia mereka yang baru 18th.
Bersambung..
__ADS_1
Jangan cuma di Scroll-Scroll ya guys, tapi di baca, like, komen, vote, dan (ekhemm) sawer-sawer juga ..
Biar makin semangat nulis nya ekh hehehe