Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
Bab 21


__ADS_3

Semalaman Sandra tidak bisa tidur, dia baru bisa tidur setelah menunaikan sholat subuh, sedangkan Satya dia sudah bangun pagi-pagi sekali, dia berangkat lebih awal hari ini, karena akan diadakan rapat untuk menyambut Anniversary perusahaan akhir minggu nanti.


"Udah jam segini belum bangun juga, dasar anak manja" ucap Satya melihat Sandra yang masih menyelimuti badannya.


Satya bulak-balik sambil menghentak-hentakkan kaki nya, dia sengaja berniat untuk membangunkan Sandra. Karena mendengar kegaduhan Satya membuat Sandra bangun dari tidur yang baru saja dia mulai itu.


"Sudah bangun tuan putri?? " ucap Satya melihat Sandra bangun dari tidurnya.


"Maaf aku semalam tidak bisa tidur, aku baru tidur selepas solat subuh tadi" ucap Sandra.


"Halah alasan, kenapa tidak bisa tidur?? Tidak terbiasa ya tidur di sofa?? Kan saya sudah bilang anak orang kaya seperti kamu mana bisa tidur di sofa! " ucap Satya dengan nada meremehkan.


"Terserah anda mau bicara seperti apa, tapi aku memang bicara yang sejujur nya" ucap Sandra melipat selimutnya.


"Kamu!!! Sudah lah saya mau berangkat" ucap Satya kesal meninggalkan Sandra sendirian.


"Huft.. Hampir saja, sebenarnya orang seperti apa sih dia" ucap Sandra sambil mengelus dadanya.


Satya keluar dari kamar nya, menghampiri Andika yang berada di ruang makan bergabung dengan saudaranya.


"Kak Sandranya mana bang? " tanya Meira


"Masih di kamar" ucap Satya.


"Kenapa engga di ajak sarapan bareng?? " ucap Arka.


"Nanti juga keluar sendiri bang" ucap Satya memakan roti coklat kesukaannya.


"Tapi sat?? Kalian itu sudah menikah, kamu tidak boleh terlalu cuek sama istri kamu sendiri apalagi dia sedang mengandung anak kamu" ucap Arka menasehati. Tiba-tiba Satya meletakkan rotinya.


"Satya berangkat dulu bang" ucap Satya beranjak dari tempat duduk nya.


"Tapi Sat roti nya belo abis? " ucap Arka.


"Udah kenyang, Assalamualaikum " ucap Satya pergi meninggalkan mereka di ikuti oleh Andika.


"Bang Satya kenapa sih bang? " tanya Meira.


"Engga apa-apa, udah kamu lanjutin lagi aja makannya" ucap Arka.


Mereka pun melanjutkan sarapannya.


Sedangkan Sandra dia masih berada di dalam kamar, dia masih sibuk dengan laptopnya, untuk mengurus semua laporan kerja para Asisten nya, walaupun dia sudah meminta Raya untuk mengambil alih, namun segala keputusan masih tetap berada di tangan Sandra. Jadi Sandra harus sering mengecek laporan yang di berikan oleh Raya dan para Asisten nya.

__ADS_1


Tok.. Tok.. Tok.. (Suara pintu di ketuk).


"Iya tunggu sebentar" ucap Sandra berlari ke arah pintu kamarnya.


"Iyaa.. " ucap Sandra membuka pintu kamar.


"Kak Sandra.. Ini sarapannya?? " ucap Meira.


Ternyata yang mengetuk pintu adalah Meira dia berinisiatif mengantarkan makanan untuk Sandra.


"Meira.. Ayo masuk" ucap Sandra..


Meira pun masuk dan duduk di sofa


"Ini sarapan dulu kak " ucap Meira memberikan nampan yang berisi roti dan susu


"Terimakasih ya.. (Menerima nampan yang di bawa Meira) harus nya kamu gak usah repot-repot, nanti aku bisa ambil sendiri kok " ucap Sandra.


"Engga repot kok kak, wah kaka lagi apa?? " tanya Meira.


"Kakak lagi ngecek laporan aja " ucap Sandra.


"Kakak hebat banget sih di usia muda sudah mempunyai banyak cabang restauran dan yang aku denger juga kaka udah buka butik khusus baju muslim untuk wanita dan pria ya? " tanya Meira.


"Ah iya de.. Kakak baru belajar " ucap Sandra.


"Wah kamu hebat banget " ucap Sandra.


"Ah kalau di banding kakak sih aku engga ada apa-apa nya" ucap Meira.


"Kamu bisa aja.. " ucap Sandra..


"Disini kok ada bantal tidur?? " tanya Meira.


"Duh aku lupa taro bantal itu ke tempat tidur lagi" batin Sandra.


"Kakak tidur disini?? " ucap Meira.


Degg...


"Ah.. Engga tadi sengaja aku bawa dari kamar" ucap Sandra gugup.


"Oh.. Aku kira kakak tidur disini.. Kalau kakak di tindas sama kak Satya kasih tau aku aja ya.. Aku akan laporin umi dan abi " ucap Meira.

__ADS_1


"Engga kok, kakak kamu baik banget sama aku " ucap Sandra menunduk.


" setidak nya dia masih menyayangi anaknya, itu udah lebih dari cukup " batin Sandra.


-------------


Satya sedang berada di dalam mobil, walaupun dia sudah berangkat lebih pagi namun tetap saja dia terjebak macet. Sepertinya semua orang memang berangkat lebih pagi hari ini.


"Kamu udah menyiapkan perayaan anniversary perusahaan seperti yang saya perintahkan? " tanya Satya


"Sudah Tuan, semua sesuai perintah Tuan" ucap Andika sambil menyetir mobil.


"Apa ada tambahan lain Tuan? " Tanya Andika.


"Tidak ada" jawab Satya.


"Apa nona akan datang? " Tanya Andika memberanikan diri.


"Itu yang sedang saya pikirkan.. Disana pasti akan banyak media, dan saya tidak mau semua media tahu, tapi umi dan abi pasti juga akan membawa cewek itu ke pesta " ucap Satya.


"Lalu apa rencana tuan? " ucap Andika.


"Kamu harus urus semua Media agar tidak ada yang membocorkan apapun tentang cewek itu, dan kalau ada yang berani membuat masalah, langsung tutup perusahaannya! " ucap Satya.


"Baik Tuan" ucap Andika.


"Memang sangat merepotkan" batin Satya.


----------


Sore ini Sandra sudah berada di sebuah Mall, dia pergi keluar sendiri karena ingin membeli Jus Alpukat langganannya tempat nya berada di kedai di dalam Mall xxx. Tidak tahu kenapa hari ini rasanya dia ingin sekali minum jus Alpukat, mungkin itu yang di sebut ngidam.


Setelah memesan dia duduk di pojok dekat jendela seorang diri, padahal dia bisa saja menelpon Raya untuk menemaninya, tapi dia urungkan karena tidak ingin mengganggu Raya di jam kerja.


"Ini mbak jus nya, selamat menikmati" ucap pelayan yang mengantarkan jus pada Sandra.


"Terimakasih mbak" ucap Sandra.


Saat dia sedang meminum jus nya, dia melihat di sebrang kedai, ada sepasang suami istri, terlihat istrinya sedang hamil mereka sedang menikmati jajanan satu piring berdua, walaupun terlihat pas-pasan tapi mereka terlihat sangat bahagia apalagi saat suami nya mengelus perut sang istri sambil sesekali mencium nya dan mereka tertawa bahagia.


"Bahagia sekali mereka, benar kata ibu kebahagiaan tidak bisa di ukur dengan materi, aku berkecukupan suamiku apalagi, tapi jangankan untuk mengelus perut, untuk duduk berdua aja itu sangat mustahil, Ibu, Ayah maafkan Sandra Ibu dan Ayah pasti kecewa kan sama Sandra " ucap Sandra meneteskan Air matanya.


"Tapi Sandra janji bu, Sandra akan merawat anak Sandra dengan baik, seperti ibu merawat Sandra, walaupun setelah anak ini lahir, sandra tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi Sandra akan tetap merawat anak Sandra (mengusap perutnya yang mulai membuncit) maafkan kesalahan Sandra Ayah, Ibu " ucap Sandra menunduk dan menangis.

__ADS_1


**To be continued..


Maafkan keterlambatan dalam updet cerita ini, InsyaAllah aku akan sering untuk up tapi belum bisa setiap hari ya.. Maafkan sekali lagi. 🙏🙏🙏**.


__ADS_2