
Di pagi hari, Andika pergi kerumah sakit untuk memeriksa kan dirinya, karena pekerjaan menumpuk membuat Andika tidur larut malam, dan akhir nya jatuh sakit.
Andika berjalan masuk kedalam ruangan dokter Ilham.
"Assalamualaikum" ucap Andika di balik pintu
"Waalaikumusalam masuk" ucap Dokter Ilham.
"Pak Andika? mari sini duduk" ucap Dokter Ilham
"Iya dok terimakasih" ucap Andika dan duduk di kursi yang sudah di sediakan.
"Ada apa pak? Ada yang bisa saya bantu?" tanya Dokter Ilham.
"Ah, tidak ada apa-apa dokter, saya memang sengaja datang kemari untuk memeriksakan diri, sepertinya badan saya mulai tumbang" ucap Andika tertawa.
"Lalu bapak sudah periksa?" tanya Dokter Ilham.
"Belum, karena melihat pintu ruangan dokter terbuka, jadi saya masuk sini dulu" ucap Andika.
"Apa perlu saya antar ke tempat dokter Irfan kebetulan dia yang sedang bertugas hari ini" ucap Dokter Ilham.
"Tidak usah tidak apa-apa, saya bisa sendiri, itu terlalu merepotkan." ucap Andika.
"Sangat tidak merepotkan pak Andika" ucap Dokter Ilham
"Tidak apa-apa Dok, saya busa sendiri" ucap Andika.
"Baiklah kalau gitu, biar saya bantu hubungi dokter Irfan ya" ucap dokter Ilham.
"Jika tidak merepotkan terimakasih dok" ucap Andika tersenyum.
__ADS_1
"Seperti sedang dengan siapa saja pak" ucap dokter Ilham.
Dokter Ilham pun menghubungi temannya, menjadwalkan kalau Andika akan berobat padanya.
...----------------...
Disisi lain terlihat seorang suster yang sedang tergesa-gesa karena keterlambatannya. Dia memarkirkan motornya dengan cepat. Setelah memarkirkan motornya. Dia langsung masuk membawa barang-barang nya kedalam rumah sakit.
"Mobil ini seperti yang aku kenal" ucap Lisa melihat mobil warna hitam terparkir.
"Mungkin perasaan ku saja" ucap Lisa lalu kembali berjalan dan masuk kedalam rumah sakit.
Lisa langsung berlari dan masuk kedalam ruangan khusus perawat.
"Dari mana saja tumben telat hari ini?" tanya Santi teman Lisa.
"Aku kesiangan, dan terjebak macet, apa dokter sudah datang?" tanya Lisa
"Iya, iya bawel" ucap Lisa sambil membenahi pakaiannya, tak lupa memakai masker dan sarung tangan kesehatan.
...----------------...
"Sudah pak Andika" ucap Dokter Ilham.
"Baiklah, terimakasih banyak Dokter" ucap Andika.
"Sama-sama tidak perlu sungkan seperti itu" ucap Dokter Ilham tersenyum.
"Kalau begitu saya permisi ya Dok" ucap Andika bangkit dari duduknya.
"Iya silahkan, semoga cepat sembuh ya pak Andika" ucap Dokter Ilham menjabat tangan Andika.
__ADS_1
"Amin, terimakasih" ucap Andika membalas jabatan tangan Dokter Ilham.
"Assalammualaikum" ucap Andika memberikan salam
"Waalaikumusalam" Dokter Ilham membalas salam nya Andika.
Andika pun berjalan keluar dari ruangan dokter Ilham dan langsung menuju dokter Irfan.
...----------------...
"Suster Lisa" ucap Dokter Irfan.
"Iya Dok, ada apa?" tanya Lisa menghampiri Dokter Irfan
"Urutan no 5 itu ada temannya Dokter Ilham, jadi tolong kamu bantu ya" ucap Dokter Irfan.
"Oh baik dok" ucap Lisa dengan sigap langsung keluar dan masuk kedalam ruangan pemeriksaan.
"Selamat pagi bapak, ada yang bisa saya bantu?" tanya Lisa kepada pasien dengan membawa alat medis.
"Kak Andika?" ucap Lisa terkejut. Melihat Pasien yang dia periksa adalah lelaki pujaannya .
"Lisa?" ucap Andika.
"Kak Andika sakit? Lisa periksa tekanan darah kakak dulu ya? Boleh pinjam tangannya?" ucap Lisa sambil memegang tangan Andika.
"Boleh" memberikan tangannya pada Lisa.
Saat Lisa sedang memeriksa, tiba-tiba mata mereka bertemu dan lisa langsung kembali menundukkan kepalanya.
Bersambung.
__ADS_1