Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
Bab 7


__ADS_3

Satya keluar ruangan dengan memegang kepalanya, karena kepalanya mulai merasa pusing.


"Aghh (memegang kepalanya) kenapa jadi pusing gini, siapa yang berniat jahat sama saya, sangat tidak nyaman" ucap Satya berjalan sambil sempoyongan.


Karena pusing di kepalanya, pandangan Satya pun mulai kabur, dan membuat Satya salah masuk ruangan.


"Brakkk.. (Suara pintu terbuka) " Mendengar suara pintu terbuka dengan kencang, membuat seseorang yang berada di dalam nya menjadi terkejut.


Satya membuka pintu itu dengan pandangan yang mengabur dan jalan yang sempoyongan karena dia mulai merasakan tidak nyaman di dalam tubuhnya.


.. Disisi lain..


Sandra masuk ke dalam ruangannya dia melihat beberapa dokumen yang telah di serahkan oleh manager restauran nya. Memeriksanya dengan teliti.


"Ayah, Ibu ini cabang restauran milik Ayah, doakan semoga restauran ini berjalan lancar" ucap Sandra sambil menatap foto Ayah dan Ibunya yang sengaja Dia simpan di atas meja kerjanya, Sambil tersenyum pilu.


Saat Sandra sedang disibukkan dengan beberapa dokumen tiba-tiba pintu ruangannya, terbuka dengan kencang BRAKKK..


"Astagfirallah.. Siapa itu? " ucap Sandra terkejut ditambah Dia melihat laki-laki yang terjatuh di depan pintu ruangannya , Sandra pun langsung menghampiri nya.


"Ya ampun ini siapa? " Ragu untuk menyentuh tubuh pria itu.


"Aggrhh" ucap Satya sambil memegang kepalanya.


"Tolong saya kepala saya sakit" ucap Satya dengan suara pelan sambil memegang kepalanya.


"Aduh gimana ini??.. Emmmhh kamu tunggu sebentar ya, saya mau minta bantuan dulu" ucap Sandra beranjak keluar pintu untuk mencari bantuan. Namun Satya menahannya


"Jangan.." ucap Satya sambil menahan baju gamis yang di pakai oleh Sandra.


Walaupun Dia merasa tidak nyaman namun Dia tidak mau sampai orang banyak tau tentang keadaannya, apalagi sampai orang yang menjebak nya tau.

__ADS_1


"Baiklah kalau gitu, maaf ya" ucap Sandra sambil pelan-pelan membalikkan tubuh Satya.


"Kamu kan..??? Panas sekali" ucap Sandra mencoba mengingat siapa pria yang sedang dia bantu. Dan tidak sengaja memegang keningnya.


"Kamu bisa bangun sendiri engga??.. Engga bisa yaa..?? " ucap Sandra panik


"Duhh.. Gimana ini.. Saya bantu kamu masuk dulu ya..?? " ucap Sandra, Satya menjawabnya hanya dengan anggukan kepala.


Sandra pun membantu Satya masuk keruangan nya mendudukkan Satya di sofa yang berada di ruangan tersebut, Sandra pun mengambil wadah dan mengompresnya menggunakan sapu tangan yang dia pakai.


"Kamu kenapa? Ini panas banget, kita ke Dokter aja ya?? " tanya Sandra pada Satya namun Satya menggelengkan kepalanya, pertanda tidak setuju.


"Kalau gitu kamu ada handpone ga? Atau ingat nomor Assisten kamu?? " Satya kembali menggelengkan kepalanya karena Dia ingat kalau handpone nya berada di Andika.


"Terus gimana dong ini? Kamu Satya kan? Pasti Assisten kamu berada di dekat sini, biar saya cari dulu." ucap Sandra, belum sepat pergi mencari karena.


"Ahh panas.." ucap Satya sambil membuka Jasnya.


"Aaarrrrghh" sambil hendak membuka kemejanya, karena merasakan tubuhnya yang tidak nyaman.


"Tunggu.. Tunggu jangan di buka lagi, biar saya ambilkan air sebentar" Sandra pun beranjak dari duduk nya, namun tangannya di tahan oleh Satya, membuat Sandra duduk kembali.


"Tolong bantu saya " ucap Satya pelan. Dan mendorong Sandra sampai terbaring di sofa tersebut.


"Ahh kamu mau apa? Lepasin jangan kaya gini " ucap Sandra karena tidak nyaman posisinya berada di bawah Satya


"Tolong Saya" ucap Satya dengan wajah yang menahan sesuatu.


"Iya-iya saya akan tolong kamu, tapi lepasin saya dulu" ucap Sandra.


Bukannya melepaskan Satya malah mencium bibir Sandra ******* nya, Sandra berusaha mendorong Satya namun tangannya di tahan oleh Satya.

__ADS_1


Satya terus memainkan bibir nya di bibir Sandra, dengan tangan kiri memegang kedua tangan sandra, dan tangan kanan nya berusaha melepaskan pakaiannya sendiri.


Melihat pemandangan seperti itu Sandra semakin menangis, dia takut ini pertama kalinya dia berhadapan dengan lelaki tanpa pakaian.


"lepasin saya.. Kamu mau apa hiks.. Hiks.. " ucap Sandra sambil menangis.


Namun tangisan Sandra malah membuat Satya makin bergairah, tidak tahu kekuatan dari mana yang berasal dari tubuhnya sampai Dia bisa memperlakukan wanita seperti itu, padahal sebelumnya dia sangat menghargai wanita.


"Tuan tolong lepaskan saya, ini bukan hal yang baik" Namun Satya malah membungkam mulut Sandra dengan bibirnya, Satya mulai melepaskan pakaian Sandra satu persatu.


"Tolong jangan lakukan ini" Sandra menangis lirih.


Sandra mencoba bangkit dengan sisa tenaga yang dia punya, namun percuma karena tenaga Satya jauh lebih besar dari nya, dan dia semakin menangis karena dia tau tidak akan ada Karyawan yang masuk lagi keruangan nya, itu Karena Sandra yang menyuruh mereka untuk tidak menunggunya pulang.


------


"Jika acaranya sudah selesai, kalian bisa langsung pulang" ucap Sandra pada managernya.


"Baik Mbak, kalau begitu saya pamit dulu" ucap managernya, Sandra menyuruh mereka menyebutnya dengan sebutan Mbak, karena Dia ingin lebih akrab dengan para pegawai nya.


-------


"Tolong jangan Tuan" ucap Sandra lirih, Satya sudah membuka pakaian Sandra semua termasuk jilbab nya, Satya mencium semua area tubuh Sandra yang bisa dia jangkau meninggalkan jejak-jejak merah, obat perangsang membuat dia tidak sadar dan kehilangan akal sehatnya.


"(Sandra mencoba mendorong Satya) Awwww..... Aghhh. Hiks.. Hiks.. " Terlambat Satya sudah merenggut milik Sandra yang berharga, merebut dengan paksa, walaupun Satya melakukannya dengan lembut, namun tetap menyakitkan untuk Sandra, Dia kehilangan hal paling berharga dari dirinya bahkan dengan orang yang tidak dia kenal.


"Satya melakukannya beberapa kali, sampai Sandra pasrah, karena lelah dan menangis "


"Aggggrrhhhhhhhh.... " desahan panjang keluar dari mulut Satya dan dia pun ambruk di atas tubuh Sandra, karena kelelahan mereka pun tertidur.


.. Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2