
Setelah sarapan selesai, Sandra dan Satya melanjutkan kembali perjalanan mereka untuk pergi ke dokter.
Sampai di rumah sakit, Sandra dan Satya langsung di antar keruang tunggu VIP untuk menunggu dokter, karena kebetulan Dokter sedang menangani yang melahirkan.
"Lama sekali Dokternya.. Apa dia tidak tahu kalau aku sedang menunggu dari tadi disini! " Satya menggerutu sambil bulak-balik di dalam ruang tunggu.
"Sabar Mas.. Dokternya kan sedang menangani orang yang melahirkan, mungkin sebentar lagi selesai" Sandra mencoba menarik tangan Satya dan mengajaknya duduk di sampingnya.
"Tapi aku sudah tidak sabar untuk melihat anakku" ucap Satya
"Sebentar lagi kamu akan melihatnya mas" ucap Sandra
"Kenapa kita tidak periksa di rumah sakit milik keluargaku saja sayang.. Disana kamu pasti akan diperlakukan istimewa, tidak harus menunggu begini" ucap Satya
Siapa yang tidak tahu kekayaan keluarga Wijaya, mereka bukan hanya bergerak di bidang bisnis, tapi juga punya, rumah sakit, perhotelan, apartemen dan memiliki saham juga di pertelevisian juga periklanan yang sekarang di tangani oleh Arka.
"Disini aja ya sayang.. Dulunya aku juga dilahirkan di Rumah sakit ini, jadi aku ingin melahirkan disini juga.. Dan kebetulan Dokter yang menangani aku sekarang adalah anak dari Dokter yang menangani ibu saat melahirkan ku " ucap Sandra
"Baiklah sayang.. Senyaman nya kamu saja.. " Satya mengusap-ngusap pucuk kepala Sandra.
Setelah menunggu 15 menit akhirnya Dokter yang menangani Sandra sudah datang.
"Assalammualaikum.. Maaf Pak, Bu Sandra lama menunggu, tanpa di duga ada keadaan darurat tadi, saya mohon maaf atas keterlambatannya" ucap Dokter Dilla
Dokter Dilla adalah, Dokter muda yang menangani Sandra usianya tidak jauh beda dengan Sandra dan dia pun sudah menikah, Selain Dokter nya perempuan yang membuat Sandra nyaman adalah mereka seumuran jadi tidak membuat Sandra canggung.
"Tidak apa-apa Dokter.. Kamu juga baru sampai" Sandra buru-buru menjawab perkataan dokter sebelum Satya membuka mulutnya, Sandra takut perkataan Satya menyakiti hati Dokter Dilla.
"Perkenalkan ini suami saya.." ucap Sandra
"Ternyata suami ibu.. Orang terkenal ya.. Pak Satya Wijaya.. Wah saya termasuk orang yang beruntung ya bisa bertemu bapak disini, perkenalkan saya Dilla" ucap Dokter Dilla
"Baiklah, kalau begitu apa sudah bisa periksa sekarang? Saya sudah tidak sabar melihat anak saya.. " ucap Satya
"Baiklah, bapak Ibu mari masuk" Dokter Dilla mengajak Sandra dan Satya masuk ke dalam ruangan nya
Di dalam Ruangan, setelah Tubuh Sandra di periksa dari tensi darah, berat badan, dll, Sandra lanjut berbaring di atas ranjang, karena hari ini dia akan melakukan USG.
Peralatan sudah disiapkan semuanya.
"Tunggu.. Apa alat ini aman untuk Istri dan calon anak saya? " tanya Satya pada Dokter, selama pemeriksaan Satya selalu berada di samping Sandra, bahkan yang lebih rewel adalah Satya.
__ADS_1
"Aman pak, ini alat yang sudah sangat aman" ucap Dokter Dilla.
"Kita Mulai ya.. Maaf ibu bajunya saya naikkan ke atas ya?? " ucap Dokter Dilla
"Emm.. " Sandra masih menahan dengan tangannya, dia masih malu pada Satya, karena Satya terus memandanginya.
"Kenapa ibu? Apa ada masalah? " tanya Dokter Sandra
"Kalau begitu saya keluar saja" ucap Satya murung, dia mengerti apa yang di pikirkan oleh Sandra
"Jangan Mas, kamu kan mau lihat anakmu" ucap Sandra menahan tangan Satya, Sandra seolah mengerti dengan perasaan Satya.
"Kamu yakin?? " ucap Satya membalas genggaman tangan Sandra
Sandra hanya menganggukkan kepalanya pelan.
"Kalau gitu kita mulai sekarang ya.. " ucap Dokter Dilla
Dokter Dilla menaikkan baju Sandra pelan, membuat wajah Sandra merah merona, terlihat perut putih Sandra yang mulai membuncit, membuat Satya menelan ludahnya kasar. Karena baru kali ini dia melihat bagian tubuh seorang wanita dengan Sadar.
"Cuma perut aja.. Tahan Satya.. " batin Satya.
Dokter mulai memberikan gel untuk pelumas perut Sandra, Dokter pun mulai menggerakkan alat USG pelan. Di layar terlihat janin yang mulai membesar membuat Sandra dan Satya takjub seketika Satya berkaca-kaca.
"Ini suara detak jantung calon anak bapak, normal dan sehat sekali " ucap Dokter Dilla.
"Awsss" Sandra meringis karena merasakan tendangan dari calon anaknya.
"Kenapa sayang?? Mana yang sakit?? " panik Satya
"Responnya sangat bagus, lihat lah dia menendang " ucap Dokter Dilla menunjuk layar monitor.
"Pelan sayang.. Ibu mu merasa kesakitan.. Ayah disini" bisik Satya pelan di perut Sandra. Seolah mengerti perkataan Satya calon anak mereka pun langsung tenang.
"Wahh... Dia langsung tenang.. Setelah s
Di bisikkan oleh ayahnya. " ucap Dokter Dilla
Mendengar itu Sandra langsung tersenyum..
"Jenis kelaminnya apa benar laki-laki? " tanya Satya
__ADS_1
"Iya betul Laki-laki.. Ini tangan, kaki, kepala, semuanya normal" ucap Dokter Dilla
Setelah USG selesai, Dokter Dilla menjelaskan pada Satya dengan detail kondisi Sandra dan calon bayinya, apa yang boleh dan tidak boleh di konsumsi atau di lakukan oleh Sandra Dan Satya pun mendengarkan nya dengan sangat teliti.
"Vitamin dan susu nya lanjut terus ya bu, satu lagi mungkin ini sangat sensitif, maaf sebelumnya karena bu Sandra berniat untuk melahirkan Normal mengingat kandungan bu Sandra memasuki minggu ke 27 setelah ini bapak Satya bisa sering-sering mengunjungi dedek bayinya, supaya jalan lahir bayi lancar " ucap Dokter Dilla.
"Mengunjungi dedek bayi? Kita harus sering kesini Dok? " tanya Satya yang tidak mengerti
"Bukan bapak.. Kembali kesini cukup 1 bulan sekali saja, maksud sayang mengunjungi dedek di saat tertentu" ucap Dokter Dilla mencoba menjelaskan pada Satya
"Bisa lebih di perjelas lagi Dok kami tidak mengerti? " ucap Sandra
"Begini maksud saya.. Bisa sering melakukan Hubungan suami istri, begitu.. " ucap dokter Dilla.
"Harus kah seperti itu Dok? Kira-kira berapa kali Sehari? " ucap Satya antusias
"Karena bu Sandra ingin melahirkan normal itu bisa membantu melancarkan jalan lahir bayi, seminggu bisa 2/3x, terlalu sering juga tidak baik " ucap Dokter Dilla menahan tawa, kapan lagi dia bisa melihat seorang Satya Wijaya yang sangat Dingin dan sinis bisa bertingkah agresif seperti ini.
"Saya kira sehari 3x atau sehari sekali" ucap Satya.
"Hus.. Mas.. Jangan bikin malu" ucap Sandra memukul paha Satya pelan.
Setelah selesai berbincang-bincang dengan dokter mereka pun kembali masuk ke dalam mobil, di dalam perjalanan Satya selalu menekankan kata-kata dari Dokter Dilla.
"Sayang.. Ingat pesan dokter Dilla, aku harus sering-sering menemui Baby" ucap Satya menggoda Sandra.
"Itu sih mau nya kamu.. " ucap Sandra.
"Ya.. Aku sih.. Mau banget pastinya.. Apa kita mulai malam ini yaa?? aku sudah tidak sabar" ucap Satya.
"Mas.. Ih.. " ucap Sandra malu-malu
"Lebih cepat lebih baik Sayang.. Dokter itu seolah mengerti keinginanku " goda Satya..
"Dasar... Tadi aja marah-marah" ucap Sandra
"Karena dia telah membantu ku, aku akan beri dia hadiah" ucap Satya menatap Sandra
"Matanya lurus depan mas. Fokus mas kan lagi nyetir." ucap Sandra
"Aku sudah mulai tidak fokus sayang" ledek Satya..
__ADS_1
Bersambung..