Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
P2 Bab 36


__ADS_3

Andika duduk mendekat ke arah Dewi.


"Dewi... Aku minta maaf, aku tau kamu pasti sangat kecewa, tapi ini demi kebaikan kita semua, aku memang memiliki perasaan padamu, tapi ku rasa hanya aku saja yang merasakan itu" ucap Andika menghembuskan nafasnya berat.


"Dewi, jika ada yang harus disalahkan, salahkan saja aku, karena aku yang merencanakan semua ini, tapi tolong jangan batal kan pernikahan kalian, aku hanya menginginkan kalian bersama, karena Bima memang sangat mencintai kamu Dewi" ucap Andika menatap kearah Dewi.


"Tidak usah cinta yang dibahas, karena jika kita membahas hati, tidak akan ada habisnya, yang aku minta hanya kejujuran kakak saja, aku sudah berusaha mempercayai kakak, dan sudah berusaha meyakinkan hatiku untuk kakak, tapi mengapa kebohongan yang aku dapatkan?" ucap Dewi menjatuhkan air matanya.


"Entah aku harus tersenyum atau menangis merasakan semua ini, jika aku boleh memilih lebih baik aku terbangun dengan raga ku yang baru, tapi sepertinya tidak bisa semudah itu" ucap Dewi tersenyum, namun terlihat buliran air mata ada di sela matanya.


"Dewi tolong salah kan saja aku, jika kamu tidak bisa menerima ini, aku paham, dan aku tidak akan memaksakan kamu" ucap Bima menundukkan kepalanya. Seketika Dewi berdiri menghampiri Bima.


"Apa?? Salahkan kakak?? Tidak akan memaksakan?? Kakak sadar gak sih, semua ini gara-gara kakak, Kakak dengan seenaknya menarik ulur hatiku, kakak dengan seenaknya menyuruh ku untuk bertahan atau pergi.. Kak Bima?? Tanpa kakak sadari itu sudah sangat memaksakan aku, aku bingung apa aku harus stay atau pergi, aku capek kak, aku lelah, kakak terlalu egois!!!" ucap Dewi meneteskan air matanya.


"Maafkan aku.. Maafkan kesalahan ku, sungguh Dewi aku sangat mencintai kamu, hati ini sepenuhnya untuk kamu, Bertahan lah untuk aku Dewi, jangan tinggalkan aku. Aku menyadari kesalahan ku " ucap Bima menatap wajah Dewi.


...----------------...


Disela-sela pembicaraan, Arka masuk ke dalam kamar Dewi, untuk memanggil Andika.


"Maaf permisi gue ganggu, Dika ada yang cari di depan bisa gak lu temui dulu" ucap Arka

__ADS_1


"Tapi aku disini sedang...." ucapan Andika terpotong dengan kata-kata dari Satya.


"Temui saja dulu, siapa tau tamu juga penting" ucap Satya.


"Apa baik seperti itu?" ucap Andika


"Tidak apa-apa" ucap Satya.


"Baiklah aku temui orang dulu, permisi" ucap Andika.


Arka pun mengajak Andika untuk menemui tamunya kedepan.


"Yang mana?" tanya Andika


"Oke, thanks Ar" ucap Andika, lalu Andika pun menghampiri perempuan cantik tersebut dengan gaya cool nya.


"Maaf ada yang bisa aku bantu" ucap Andika menyapa wanita tersebut dengan sopan.


"Kak Andika?" tanya Wanita tersebut.


"Iya..??" ucap Andika sambil mengingat siapa wanita di depannya.

__ADS_1


"Aku Lisa adik dari Kak Ilham" ucap Lis mengenalkan dirinya.


"Ilham? Dokter Ilham?? tapi sepertinya aku pernah melihat kamu?" ucap Andika.


"Sepertinya itu aku, emm.. yang kemarin menabrak kak Andika" ucap Lisa tersenyum.


"Oia saya ingat, maaf ya kemarin saya tidak sengaja" ucap Andika tersenyum.


"Tampan sekali dia saat tersenyum" ucap Lisa dalam hatinya.


"Ah, Iya selamat ya kak atas pernikahannya" ucap Lisa tersenyum.


"Terimakasih, tapi bukan saya yang menikah" ucap Andika.


"Bukan kaka??" Lisa mengulang perkataan Andika.


"Iya nanti biar saya jelaskan" ucap Andika.


"Ah Iya kak" ucap Lisa tersenyum


"Dia mau menjelaskan padaku?? Artinya apa ini??" batin Lisa.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2