
Lanjut.....
"Bagaimana apa sudah bisa kita mulai acaranya?" tanya bapak penghulu.
calon pengantin pun sama-sama menganggukkan kepalanya, sebelum nya pak penghulu menjelaskan apa saja yang ada di dalam hubungan pernikahan tentang hak dan kewajiban. selama pak penghulu bicara hati Dewi masih terus berdetak kencang dan pikiran Dewi masih berkeliaran memikirkan semuanya terutama Bima.
"Stop Dewi tolong" Batin Dewi berteriak rasanya.
"Sudah siap ya Pengantin Pria..?" tanya Bapak penghulu. Pengantin pria pun menganggukkan kepalanya.
"Pengantin Wanita bagaimana sudah siap juga?" tanya pak penghulu lagi.
"Ah.. Iya.. sudah pak" ucap Dewi gugup dan meremas kedua tangannya.
"Baik kalau gitu saya mulai saja ijab qobul nya.
(Bissmilahirahmanirahim Saya nikahkan Saudara Bima Erlangga dengan Dewi anggraini Binti bapak ujang dengan maskawin Seperangkat alat solat dan Emas 50grm dibayar tunai). " ucap pak penghulu
**
"Bima.. Kenapa bima?" ucap Satya dan Sandra kebingungan. mang ujang dan bik siti pun menatap ke arah Sandra
"Nama mempelai prianya ganti jadi Bima? bukannya Andika?" ucap para tamu undangan.
Saat Satya hendak berdiri ijab qabul langsung di jawab.
__ADS_1
**
"(Saya terima Nikah dan kawinnya, Dewi Anggraini Binti bapak Ujang dengan Mas kawin tersebut di bayar TUNAI)" Ucap mempelai pria mengikrarkan ijab qabul nya dengan satu kali nafas.
"Bagaimana saksi?" tanya pak penghulu
" SAH " ucap para saksi.
"Alhamduliah" ucap pak penghulu di lanjutkan dengan bacaan-bacaan doa.
"Tunggu pak.." Dewi beranjak dari duduk nya.
"Kenapa mbak?" tanya pak penghulu.
"Calon suami saya namanya Bukan Bima tapi Andika pak" ucap Dewi, Satya dan Sandra pun langsung mendekat ke arah Dewi.
"Ka Andika.. Ini jelas-jelas salah, yang mengatur semua ini bukannya kakak?" tanya Dewi.
"Tidak kok itu sudah benar" ucap pria memakai baju batik berdiri membuka masker dan kacamatanya.
"Andika.." ucap Satya terkejut.
"Kak Andika.. Lalu ini siapa" ucap Dewi.
Pria itu pun berdiri dan membuka masker berikut kaca mata hitamnya.
__ADS_1
"Kak Bima.." ucap Sandra menutup mulutnya.
"Sebenarnya ada apalagi ini? permainan apalagi yang sedang kalian buat??" ucap Dewi meneteskan air matanya.
"Dewi.. maafkan aku" ucap Bima berusaha memegang pundak Dewi namun Dewi menepisnya.
"Aku tidak percaya, kenapa kalian mempermainkan aku seperti ini, aku seperti orang bodoh disini, dan sangking bodoh nya aku diam saja mengikuti drama kalian, apa kalian belum puas menyakiti hati aku" ucap Dewi berlari meninggalkan semuanya dan masuk kedalam kamarnya.
"Sayang kejar Dewi dulu" ucap Satya.
"Dewi... " ucap Andika dan Bima berbarengan.
"Tunggu.. Tidak usah di kejar, biar Dewi tenangkan dirinya dulu, kalian ikut aku" ucap Satya.
"Untuk semua tamu undangan, acara di tunda beberapa jam dulu ya.. terimakasih atas kedatangannya, Maaf jika ada sedikit kendala, nanti akan kami jelaskan di acara berikutnya" ucap Satya.
"Lalu bagaimana dengan pernikahan nya pak Satya.. Mbak Dewi dan Mas Bima sudah SAH menjadi suami istri" Tanya pak penghulu meminta kejelasan.
"Tidak apa-apa pak, lanjutkan sesuai nama yang ada saja, semuanya sudah benar ko, hanya ada sedikit masalah saja" ucap Satya.
"Baiklah kalau begitu saya permisi, hubungi saya saja jika ada yang harus di tanyakan Assalamualaikum." ucap pak Penghulu.
"Baik pak Terimakasih, Waalaikumusalam" ucap Satya
Satya pun memberikan kode mata pada beberapa satpam yang ada disana , untuk mengatur semuanya.
__ADS_1
"Kalian Ikuti saya" ucap Satya pada Bima dan Andika.
Bersambung.