
Ana menawarkan diri untuk mengantarkan pesanan pada Andika dan Lisa. Sebelum mengantarkan pesanan dia sengaja merapihkan rambut dan membuka satu kancing kemeja yang dia pakai.
"Permisi pak Andika, ini pesanan nya" ucap Ana sambil membungkukkan badannya.
Lisa yang melihat itu menjadi Risih, naluri seorang wanita, Lisa tahu kalau wanita di hadapannya sedang menggoda Andika.
"Kopi sesuai selera bapak" ucap Ana tersenyum genit.
"Terimakasih" ucap Andika.
"Ada menu tambahan lain pak? Biar sekalian saya buatkan?" tanya Ana. Sambil matanya terus menatap Andika.
"Kamu mau pesan apa?" Ucap Andika pada Lisa sambil menggenggam tangan Lisa. Andika juga merasakan kalau lisa risih dengan kehadiran Ana.
"Aku ikut Kakak aja" ucap Lisa tersenyum.
Ana yang melihat itu, menjadi marah, rasa cemburunya susah dia pendam.
"Mbak nya belum pernah makan disini ya?" tanya ana dengan mata irinya. Secepat kemudian wajah Andika berbalik menatap Ana dengan wajah tidak suka.
"Emmm Maaf, maksud saya biar saya rekomendasikan makan favorit disini" ucap Ana sambil membuat senyum yang terpaksa.
"Yasudah kamu buatkan yang favorit disini" ucap Andika pada Ana.
__ADS_1
"Baik pak.." ucap Ana
"Terimakasih sudah membantu" ucap Lisa tersenyum tulus
"Sama-sama mbak" ucap Ana masih dengan senyuman terpaksanya.
Setelah memberikan pesanan ke dapur, Ana pun kembali ke meja kasirnya, sambil terus memperhatikan Andika dan Lisa.
"Ada apa?" tanya Andika pada Lisa.
"Mbak tadi sepertinya menyukai kakak?" ucap Lisa
"Kamu cemburu?" tanya Andika mendekatkan wajah nya pada Lisa
"Bilang saja cemburu, saya lebih suka mendengarnya" ucap Andika tersenyum.
Setelah memesan makanan, mereka melanjutkan ngobrol bersama, sedangkan terlihat dari sudut dapur ada seorang wanita yang memperhatikan mereka.
"Gausah di lihatin terus, ga akan dilihat balik juga" ucap teman Ana dari belakang nya, sambik tertawa kecil
"Apaan sih kamu, so tau banget siapa juga yang lagi memperhatikan mereka" ucap Ana sambil cemberut.
Dikesempatan lain, Terlihat Sandra sedang duduk termenung di balkon rumah nya..
__ADS_1
"Kamu kenapa sayang??" ucap Satya memegang pundak Istrinya dari belakang.
"Entah Mas, tapi perasaan ku tidak nyaman hari ini" ucap Sandra mengangkat wajahnya, melihat ke arah Satya.
"Kamu memikirkan tentang apa lagi?? Bukan kah semuanya sudah baik-baik saja?" tanya Satya.
"Aku belum tau apa yang sedang aku fikirkan mas, ini aku sedang mencari tau" ucap Sandra.
"Mungkin kamu mau datang bulan? Jadi perasaan mu tidak nyaman? Atau kamu sakit?" ucap Satya dengan wajah serius.
"Sepertinya ya mas" ucap Sandra mengerutkan dahinya.
"Iya kenapa?" Tanya Satya menatap serius
"Sepertinya.. Aku belum dapat pelukan dari suamiku??" Ucap Sandra dengan wajah lugunya menatap Satya.
"Sayang.. Kamu ini mulai jahil yaa, Mas kan khawatir, yaudah sini mas peluk" ucap Satya memeluk dan mencium Istrinya.
"Aku kan cuma minta peluk Mas, ko Mas malah berlebih??" ucap Sandra..
"Tidak apa-apa yang ku cium istriku sendiri ko", ucap Satya sambil mengencangkan pelukannya.
Bersambung.
__ADS_1
Hallo.. masih ada yang inget ga nih sama ceritaku, ISTRI YANG TIDAK DI ANGGAP?, setelah berbulan-bulan aku stop menulis, akhirnya aku kembali lagi, entah dengan novel baru nantinya, atau melanjutkan, kalau ada yang bilang, kakak kemana aja sih.. Aku sampe lupa ceritanya loh?? Maaf sayang.. Aku pun sama hampir lupa ceritaku.. Karena ada satu dua hal yang lebih penting jadi aku move untuk urusan real.. Semoga kalian masih mau berjalan bersama aku, masih mau baca karya-karya aku, lagi-lagi aku mau ucapin terimaksih untuk kalian yang sudaah menemani aku dari awal, dari novel awal, sampai berlanjut ke novel-novel ku yang lain, dan sampai setia menunggu selama ini aku ucapin banyak terimakasih.. Semoga aku bisa menemani kalian dengan cerita-cerita ku, he fun gays, kalau mau tanya-tanya boleh komentar di bawah nanti pasti aku jawab satu-satu, Salam hangat Adriana Niandra-*.