
Lanjut...
Sandra duduk di sofa, dan kini posisi mereka saling berhadapan
"Maaf bang sebelumnya kalau aku terkesan ikut campur dalam masalah abang dan Raya, sebenarnya disini aku ingin berperan sebagai penengah, bukan sahabat nya Raya atau adik ipar nya abang" ucap Sandra
"Iya tidak apa-apa dek, karena sepertinya kami memang butuh penengah" ucap Arka
"Kenapa sampai berlarut seperti ini bang? ada apa sebenarnya?" tanya Sandra
"Jujur aku bingung dek, jika di tanya kenapa aku tidak tau, kamu tau kan pernikahan itu sakral, dan aku mau sekali seumur hidup, tapi dengan sifat nya Raya kemarin aku selalu memikirkan ulang niat ku" ucap Arka
__ADS_1
"Abang sebenarnya mencintai Raya atau tidak? karena jika abang main-main, tapi pernikahan bukan permainan bang" ucap Sandra
"Aku mencintai dia, aku juga tidak pernah mempermainkan Raya apalagi berniat menjadikan pernikahan sebagai mainan tidak ada seperti itu, aku Serius, tapi kenapa orang-orang selalu menilaiku main-main" ucap Arka
"Maaf bang, dengan abang mengundurkan dan memajukan waktu pernikahan, itu terkesan seperti sedang main-main, kita sudah sama-sama dewasa kan bang, harusnya bisa menilai dan memikirkan ulang dari hal sekecil apapun itu, dalam pernikahan bukan hanya dua orang yang menyatu, tapi ada dua keluarga juga, ada dua pasang orang tua yang kita tidak tau bagaimana perasaan mereka kan?" Tanya Sandra pada Arka, dari jauh-jauh hari Sandra memang sudah ingin berbicara pada Arka, untuk menanyakan beberapa hal
"Aku tau aku salah, dan sekarang izinkan aku untuk membenahi semuanya" ucap Arka menundukkan kepalanya
"Sepertinya kali ini tidak mudah bang, aku tau Raya sepenuhnya, tapi jika memang abang ingin bersungguh-sungguh membenahi semuanya, lakukan dari awal dan jangan mengambil tindakan sepihak lagi, aku tidak bisa membantu banyak, karena jalan pikiran dan hati manusia beda-beda, aku hanya bisa doakan yang terbaik saja" ucap Sandra
"Sama-sama, satu pesanku jangan sia-sia kan orang yang menerima kita apa adanya, karena jika dia sudah pergi sulit untuk kembali" ucap Sandra menundukkan kepalanya, karena terus di pandangi oleh Arka.
__ADS_1
...----------------...
Dirumah suster Lisa
"Kenapa aku ini, kenapa rasanya kesal sekali" ucap Lisa bulak-balik di dalam kamarnya
"Siapa sebenarnya wanita itu, kenapa dia melihat ku begitu tajam, seperti orang yang memergoki pacar nya selingkuh, tapi kalau iya kenapa dia tidak menegurku, aahh apakah kamu mau ditegur orang di tempat ramai, dan di cap sebagai pelakor , engga engga engga aku ga mau" ucap Lisa berbicara sendiri
"Sepertinya wanita itu menyukai kak Andika, terlihat dari tatapannya pada ka Andika dan padaku.. iih serem" ucap Lisa memeluk boneka panda yang dia pegang.
"Nah kenapa aku harus takut, jelas-jelas kak Andika yang mengajakku pergi, dan dia juga tidak terlihat seperti punya pacar, kalau pun itu pacarnya kenapa tidak dia ajak pulang bareng tadi?? Apa dia menolaknya ?? aahhhh ada apa dengan isi kepalaku, bisa bisa aku gila kalau begini terus, emmmm apakah cintaku gagal kali ini" ucap Lisa merengek dan *******-***** boneka panda itu seperti sedang mengutarakan rasa kesal nya.
__ADS_1
**Bersambung..
Terimakasih yang masih setia membaca sampai sejauh ini.. maaf lama, bentrok sama kerjaan real ku .. Btw Kembali di lain hari gengs*: