Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
Bab 43


__ADS_3

Mobil Satya telah memasuki parkiran rumahnya. Satya pun keluar lebih dulu membukakan pintu untuk Sandra.


"Silahkan turun permaisuri.. " ucap Satya sambil menjulurkan tangannya.


"Apa sih Mas.. " ucap Sandra malu-malu


"Emang kenapa?? Kamu harus terbiasa mulai sekarang.. " ucap Satya.


"Iya terserah mas aja deh.. " Sandra menerima genggaman tangan Satya dan turun dari mobil


Satya merangkul pinggang Sandra di sepanjang perjalanan masuk kerumah.


"Mas.. Jangan kenceng-kenceng aku sesek ini" ucap Sandra.. Karena Satya merangkul nya dengan sangat erat.


"Maaf Sayang.. Aku takut kamu jatuh nanti" Satya mengendorkan rangkulannya.


"Iya tapi jangan kenceng-kenceng ya.. " ucap Sandra.


Saat Sandra dan Satya akan menaiki tangga rumah tiba-tiba Meira menyapa mereka.


"Eh kalian sudah pulang, gimana hasil pemeriksaan baby nya? " ucap Meira menghampiri Sandra.


"Alhamdulilah sehat.. Mei " Sandra tersenyum sambil mengelus perutnya.


"Wah aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya. " ucap Meira antusias


"Sebentar lagi kita akan bertemu" ucap Sandra


"Sayang.. Ayo.. Naik kamu kan harus istirahat " ucap Satya


"Nanti dulu lah bang.. Aku kan masih ingin ngobrol-ngobrol dengan kak Sandra? " ucap Meira.


"Tapi kakak mu ini harus istirahat dek, kasian dia duduk di mobil lama.. Biar dia istirahat dulu nanti kalian ngobrol lagi ya?? " bujuk Satya pada Meira.


"Yah... Sebentar aja.. Kita bisa duduk di sofa.. Ada yang mau aku tanya kan? " ucap Meira.


"Iya tapi tunggu kakak mu istirahat dulu.. " ucap Satya


"Please.. Ini penting loh?? " ucap Meira


"Yasudah ayo.. Kamu mau tanya apa? " ucap Sandra pada Meira.


"Tapi Sayang?? Kamu kan harus istirahat?? " ucap Satya..


"Engga apa-paa Mas, aku juga enggak capek kok" ucap Sandra


"Sambil duduk aja ya Mei?? " ucap Sandra


"Iyaa... Ayo kak?? " Meira menarik tangan Sandra.


"Pelan-pelan dong de.. Jangan di tarik gitu.. " ucap Satya cemas


"Iya.. Bang.. Maaf, maaf ya kak" ucap Meira.


"Engga apa-apa" Ucap Sandra tersenyum


"Yaudah aku ke atas duluan ya sayang.. Jangan lama-lama.. " ucap Satya


"Iya Mas.. " ucap Sandra

__ADS_1


Satya pun naik ke atas, sedangkan Sandra dan Meira duduk di atas sofa.


"Kamu mau bicara apa dek? " tanya Sandra


"Emm.. Soal Bella kak? " ucap Meira


"Bella?? Kenapa dengan Bella? " Mendengar kata Bella, mimik wajah Sandra berubah jadi tegang.


"Emm.. Apa benar kalau Bella masih sering mendekati bang Satya? " tanya Meira


"Awal ketemu sih iya.. Dia bahkan sempat mendatangi kakak, ke butik" jawab Sandra


"Apa?? Dia datang ke Butik? Mau apa dia? " Meira terkejut, ternyata temannya bisa seberani itu


"Dia meminta kakak untuk menjauhi bang Satya.. Kita juga sempat beradu argumen sedikit" ucap Sandra


"Dia memang begitu, dari kecil dia selalu tergila-gila dengan bang Satya.. Sampai-sampai apapun yang berkaitan dengan bang Satya, dia harus tau lebih dulu.. Pada Kami Ade-adenya pun dia cemburu. " ucap Meira.


"Tapi dia kan sudah berubah" ucap Sandra


"Apa kakak percaya dia bisa berubah secepat itu? Kalau aku sih engga.. Dia pasti lagi nyusun rencana.. Kakak harus hati-hati jangan sampai kejebak sama dia" ucap Meira.


"Kenapa kamu ngomong gini sama kakak? Bukannya kalian berteman?? " ucap Sandra


"Dia berteman sama aku, cuma ingin mendekati bang Satya.. Dan aku lebih percaya kalau kakak jodoh yang terbaik untuk bang Satya.. Aku engga rela kalau Bella yang jadi kakak iparku.. " ucap Meira


"Doakan saja yang terbaik untuk hubungan kami ya.. " mengelus pundak Meira.


"Pasti kak" Meira tersenyum


Sedangkan di dalam kamar terlihat Satya sedang bulak-balik di dalam kamar.


Satya duduk di sofa.. Sambil memainkan handphone nya..


"Belum datang juga ya??? Sayang... Lama sekali sih?? " ucap Satya.


Satya pun melempar handphone nya ke samping, dan merebahkan tubuhnya di atas sofa.. Sambil menatap ke atas langit-langit.


"Sandra.. (Mengangkat tangannya, seperti sedang melukis di atas langit-langit kamarnya) kenapa otakku.. Penuh dengan wajahmu?? Apa ini namanya Cinta?? " ucap Satya..


------


Sandra masuk ke dalam kamar, dia melihat Satya sedang mengangkat tangannya sambil membuat gerakan seperti sedang melukis.


"Kamu sedang apa?? " ucap Sandra berjalan menghampiri Satya.


"Ah.. Kamu.. Kapan masuk sayang?? " ucap Satya bangun dan langsung duduk


"Baru saja.. Kamu sedang apa tadi? " ucap Sandra


"Sedang melukis wajahmu.. Sini duduk" menarik tangan Sandra agar duduk di sampingnya.


"Mana lukisannya? " tanya Sandra


"Ada disini" mengarahkan tangan Sandra untuk memegang dadanya.


"Semakin hari kamu semakin pintar menggombal" ucap Sandra hendak menarik tangannya. Namun Satya menahannya.


"Aku tidak gombal sayang.. Di dalam sini memang hanya ada wajahmu " ucap Satya.

__ADS_1


"Kamu yakin? " tanya Sandra.


"Sangat yakin.. Tunggu sebentar.. " Satya berdiri dari kursi dan berjalan masuk ke dalam ruang tidurnya.. Dia mengambil sebuah map di laci dan kembali menghampiri Sandra.


"Ini.. " memberikan map pada Sandra


"Apa ini?? " menerima map yang di berikan Satya


"Bukalah.. " ucap Satya


Sandra pun membuka map tersebut dia melihat isi di dalam map tersebut dan mengeluarkannya.


"Surat perjanjian Cerai? " ucap Sandra menunduk.


"Agar kamu percaya, kalau aku mencintaimu aku akan merobek surat ini di depan kamu " mengambil surat itu dan merobeknya kasar..


"Dan ini " memberikan map satu lagi.


"Ini apalagi mas? " ucap Sandra


"Bukalah saja" ucap Satya


Sandra pun membukanya dia membaca surat itu dengan teliti.


"Ini maksudnya apa mas? " ucap Sandra


"Surat ini berisi tentang, kalau aku mengkhianati mu, aku akan memberikan seluruh kekayaanku untuk kamu, aku sudah menandatangani ini, tinggal kamu yang tandatangani " ucap Satya


"Engga perlu seperti ini mas.. " memberikan pada Satya


"Kenapa?? Itu adalah bukti Cintaku padamu" ucap Satya


"Tapi tidak perlu seperti ini mas, aku tidak mau seperti ini" ucap Sandra


"Tidak apa sayang, tanda tangani saja, aku yang menginginkan ini" ucap Satya


"Aku tidak.. " ucap Sandra menggantung


"Tolong lah sayang.. Tanda tangani saja " memberikan pulpen pada Sandra.


"Aku simpan aja ya Mas.. kalau anak kita lahir nanti baru aku tanda tangani" ucap Sandra


"Kenapa tidak sekarang aja sayang?? " ucap Satya.


"Tanpa surat ini pun aku sudah percaya padamu.. " ucap Sandra..


"Baiklah ini simpan saja sama kamu.. " ucap Satya


"Makasih mas.. " ucap Sandra


"Kamu tidak perlu terimakasih sayang.. Ini tidak ada apa-apanya, di banding dengan perlakuan aku pada mu saat awal pernikahan kita, maafkan aku" menggenggam tangan Sandra


"Aku sudah memaafkan mu mas, jangan di bahas lagi ya.. " ucap Sandra


"Aku sangat mencintaimu " mencium kening Sandra


Bersambung...


Ada yang minta visual Sandra dan Satya, tapi aku masih bingung, kasih rekomendasi dong sayang-sayang ku. 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2