
Lanjut...
"Sand.. Sandra.. Jangan lari-lari " teriak Raya mengejar Sandra.
"Stop Sandra?? " ucap Raya. Dan Sandra pun berhenti.
"Untuk apa lo nangis?? Dia udah engga ngehargain lo!! Buat apa lo bertahan sama dia " ucap Raya
"Ray.. Aku.. Ga tau kenapa hati aku sakit sekali rasanya.. " ucap Sandra menangis memeluk Raya.
"Lo Cinta sama Satya.. " ucap Raya.
"Aku gak tau.. " ucap Sandra
"Sand (melepaskan pelukan Raya) lebih baik lo tinggalin Satya, gue gak mau lo di sakitin gini, lo balik sama gue yaa?? " ucap Raya.
"Aku gak bisa Ray.. Mungkin kalau hanya untuk meninggalkan Satya aku masih bisa, tapi bagaimana dengan keluarganya?? Mereka sangat peduli sama aku, mereka peduli anak ini" ucap Sandra.
"Sampai kapan lo mau bertahan disana?? Lo inget yaa kita semua sayang lo, mama, papah, mang ujang, bi imah, mereka juga keluarga lo?? " ucap Raya.
"Sampai aku bisa meyakinkan hati ku Ray, sebenarnya aku ingin mempertahankan pernikahanku, aku ingin anakku merasakan kasih sayang dari Ayah nya.. Aku masih belum sanggup bagaimana jika nanti anakku menginginkan sosok ayah nya" ucap Sandra.
"Lo yakin?? " ucap Raya.
"Aku yakin Ray " ucap Sandra.
"Oke.. Tapi kalau Satya masih tidak menghargai lo, gue akan tarik lo pergi dari situ" ucap Raya.
"Makasih ya Ray, kamu memang sahabat yang terbaik " ucap Sandra memeluk Raya.
"Lo berlebihan" ucap Raya namun membalas pelukan Sandra.
"Yaudah kalau gitu balik ke butik aja ya.. Nanti kita pesen makan aja " ucap Sandra melepaskan pelukannya
"Yuk.. " ucap Raya.
Mereka pun berjalan ke arah mobil yang mereka parkir.
"Maaf Sandra.. " ucap Satya.
-------------
Satya pun kembali ke kantornya
"Tuan ada apa? " ucap Andika melihat Satya masuk ke ruangan dengan pakaian yang berantakan dan wajah yang lusuh.
"Sandra... Dia melihatku dengan Bella" ucap Andika.
"Bagaimana bisa seperti itu?? " ucap Andika.
"Aku dan Bella makan di cafe, dan ternyata Sandra dan juga Raya, makan disana" ucap Satya.
"Raya...???? Jadi Raya juga ada disana?? " ucap Andika.
"Iya.. Raya yang menemani Sandra ke rumah sakit, dia sangat marah besar tadi. Bahkan mengancam ku akan membawa Sandra pergi tapi kenapa hati ku rasanya sakit ya.. " ucap Satya.
"Mungkin karena tuan menyukai Nona " ucap Andika.
"Apa iya?? Tapi mau bagaimana pun setelah kontrak selesai kita akan berpisah, dia bahkan sudah menandatangi surat itu tanpa ragu. " ucap Satya
"Tapi Tuan belom tandatangani kan? Dan lagi pun pernikahan tuan dan nona resmi di negara jadi akan membutuhkan waktu lama untuk proses cerai, tuan bisa memakai banyak waktu untuk meyakinkan hati tuan" ucap Andika.
__ADS_1
"Apa, boleh seperti itu?? " ucap Satya.
"Tergantung Tuan, jika Tuan ingin mempertahankan istri dan anak tuan " ucap Andika.
---------------
Satya pulang lebih awal, karena hari ini dia ingin meminta maaf kepada Sandra.. Satya menunggu Sandra di kamarnya.
Larut malam Sandra baru sampai, setelah pulang dari butik dia mampir kerumah nya untuk mengunjungi mang ujang dan Bi imah.
"Kamu baru pulang?? " ucap Satya saat Sandra membuka pintu.
"Tadi saya mengunjungi rumah, maaf saya tidak meminta izin dari kamu" ucap Sandra.
"Tidak apa-apa, nih minum? Aku buatkan teh tadi " ucap Satya mendekati Sandra.
"Tidak perlu " ucap Sandra.
"Kenapa?? Saya cuma mau buatkan kamu teh. Apa kamu takut saya racuni?? " ucap Satya dengan nada tinggi.
"Kenapa kamu marah-marah, saya bahkan tidak minta kamu untuk buatkan saya teh" ucap Sandra.
"Saya cuma mau minta maaf" ucap Satya.
"Kenapa?? " ucap Sandra.
"Ya masalah yang tadi, maaf saya tidak menemani kamu" ucap Satya
"Tidak apa-apa, saya bisa sendiri " ucap Sandra duduk di sofa.
"Kamu tidak marah melihat tadi aku dengan Bella? " tanya Satya
"Tidak " ucap Sandra
"Eh.. Eh.. Kamu mau apa, jauhan dikit" ucap Sandra menggeser duduk nya
"Kenapa? Saya kan suami kamu, cuma duduk berdua kan?? " ucap Satya.
"Mana ada suami istri punya surat perjanjian cerai" Batin Sandra.
"Kenapa diam?? Saya tanya sekali lagi?? Kamu benar tidak marah sama saya? " ucap Satya.
"Tidak!! Untuk apa saya marah?? " ucap Sandra.
"Untuk apa??? Ya karena saya suami kamu?? " ucap Satya.
"Suami?? Suami macam apa yang menyuruh istrinya menandatangani kontrak cerai?? Lagi pun itu urusan pribadi mu saya tidak akan ikut campur! " ucap Sandra menahan emosinya.
"Ya sudah kalau tidak marah!! Tidak marah kan?? Yasudahhh kenapa harus repot!! " ucap Satya beranjak dari duduk nya dan masuk ke dalam kamarnya.
"Yang repot kan dia dari tadi" ucap Sandra merapihkan selimutnya.
"Kamu tidur diluar!! Saja!! " ucap Satya
"Memang saya maunya tidur diluar!! Siapa juga yang mau tidur di ranjang kamu!! " ucap Sandra.
"Bagus kalau begitu!! " ucap Satya, membantingkan tubuhnya ke ranjang.
"Laki-laki pemarah!! " gumam Sandra.
"Kenapa aku jadi kesal saat dia bilang begitu lagi.. Dulu dia sangat pendiam tapi kenapa sekarang berani marah-marah " ucap Satya..
__ADS_1
"Aaaa.... Aku bisa gilaa... Aku gak pernah merasakan ini sebelumnya.. Bagaimana ini?? " ucap Satya.
"Berisik!!! Aku mau tidur " ucap Sandra karwna mendengar teriakan Satya.
-------------------
Ke esokan pagi nya.. Satya mendengar kamarnya di ketuk, sedangkan Sandra masih tidur pulas karena semalaman dia tidak bisa tidur.
"Tok.. Tokk. Tokk (suara pintu kamar di ketuk) Sayang kalian sudah bangun belum?? Nak?? Sarapan dulu yuk?? " ucap Umi.
"Satya.. Sandra.. " ucap Umi.
Mendengar suara umi nya Satya pun langsung bangun dan berlari keluar dari ruangan kamarnya.
"Umi?? Hadehh nih cewek masa tidak mendengar teriakan umi?? " ucap Satya.
"Sandra.. Bangun.. Hei.. Ada umi?? " ucap Satya membangunkan Sandra
"Emm Sandra masih ngantuk Bi.. " gumam Sandra
"Bibi?? Emang suara aku seperti suara perempuan apa?? " ucap Satya
"Meira sayang.. Tolong ambilkan kuci duplikat kamar kakak mu ya?? Takut nya mereka telat bangun " ucap Umi
"Bagaimana kalau umi masuk liat Sandra tidur di sofa?? " ucap Satya cemas
"Ini umi?? Umi apa tidak mengganggu Abang nanti? " ucap Meira.
"Umi cemas karena kemarin mendengar Sandra ke rumah sakit, kamu tenang aja umi akan menutup mata nanti " ucap umi nya.
"Sebenarnya aku juga penasaran karena aku pernah melihat bantal di sofa nya, apa kak Sandra tidur disana? " batin Meira
"Gendong aja lah " ucap Satya
Satya pun menggendong Sandra ke kasurnya, tidak lupa dia mengambil bantal dan selimut di sofa.. Lalu Satya tidur di samping Sandra sambil memeluknya dari belakang.
"Satya.. Sandra..?? Belom bangun yaa?? " ucap umi, umi pun masuk ke dalam ruang kamar Satya, dia melihat Satya dan Sandra masih tertidur dan saling berpelukan.
"Syukurlah ternyata Satya memperlakukan Sandra dengan baik, sudahlah biarkan saja dulu" ucap Umi dan keluar dari sana.
Setelah kepergian umi
"Huft... Untung saja tidak ketahuan umi, ternyata nyaman sekali tidur seperti ini " ucap Satya masih dengan posisi memeluk Sandra dan memejamkan matanya.
Sandra merasakan tubuh nya berat seperti tertimpa sesuatu, dia pun membuka matanya dan..
"Aaaa.... Kamu ngapain peluk-peluk aku?? Kenapa aku tidur di sini?? " ucap Sandra menepis tangan Satya dan bangun dari tidurnya.
"Stttsss... Apa sih pagi-pagi ribut" ucap Satya
"Kamu dasar cowok mesum, kamu mau cari kesempatan yaa?? " ucap Sandra.
"Dih siapa yang mau cari kesempatan, tadi umi datang kesini pake kunci duplikat, untung saya bangun " ucap Satya.
"Bohong!! " ucap Sandra
"Tanya aja sama umi sana sendiri, mangkanya kalau tidur jangan kaya kebo" ucap Satya.
"Kamu BUAYA GILA!! " ucap Sandra beranjak pergi dari ruangan Satya.
"Kalau saya Buaya nanti saya makan kamu!! Tapi tadi nyaman rasanya " ucap Satya.
__ADS_1
"Dasar Buaya Gila, cari kesempatan peluk-peluk segala!! " gerutu Sandra di dalam kamar mandi.
Bersambung...