Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
Bab 61


__ADS_3

Tiba di rumah sakit, Sandra langsung di tangani, sedangkan Satya diminta untuk keruangan Dokter.


"Bagaimana keadaan istri saya? " ucap Satya khawatir


"Maaf Tuan, karena benturan yang cukup keras, nona Sandra harus segera di operasi untuk menyelamatkan Ibu dan juga bayinya" ucap Dokter sopan.


"Apa kau yakin dapat menyelamatkan istriku? " ucap Satya dengan nada tinggi


"Kami akan berusaha sebaik mungkin Tuan" ucap Dokter


"Kalau begitu lakukan lah yang terbaik aku menyetujui nya" Satya pun menandatangani berkas-berkas yang Dokter berikan.


Satya menunggu Sandra di depan ruang operasi, sebelumnya dia menelpon Raya dan adek-adek nya, dia masih belum mau memberitahu orang tuanya, mang ujang, bi imah dan kedua orang tua Raya, dia takut mereka semua akan cemas.


Raya dan Dewi tiba dengan cepat mereka langsung berlari menghampiri Satya yang sedang bulak balik di depan ruangan operasi.


"Plak.. (Suara tamparan) Kenapa Sandra jadi seperti ini, Sebenarnya kau becus atau tidak untuk menjaga Sandra!!!" ucap Raya emosi


"Sabar mbak Raya, kita harus tanya dulu apa yang terjadi sebenarnya " ucap Dewi menenangkan Raya.

__ADS_1


"Maafkan aku, aku memang tidak becus menjaga Sandra, tapi aku juga sangat bersedih atas kejadian ini, bagaimanapun yang di dalam yang sedang terluka adalah Istri dan calon anakku" ucap Satya menunduk


"Ceritakan kenapa bisa seperti ini? " ucap Raya


Satya menceritakan semua yang terjadi dari awal sampai Sandra tertabrak.


"Apa?? Ini gara-gara Bella dan Bima? " ucap Dewi


"Sudah ku duga!! Perempuan itu penyebab nya, lalu siapa Bima? " tanya Raya


"Bima adalah kakak nya Bella" ucap Satya


"Apa yang mencelakai Sandra juga mereka? " tanya Raya


"Aku tidak yakin soal ini, tapi aku sudah menyuruh orang kepercayaan ku untuk menyelediki nya" ucap Satya


"Aku harus pergi mencari mereka sekarang juga!! " ucap Raya beranjak pergi, namun dengan cepat Dewi menahannya.


"Sabar kak, walaupun kita pergi kesana kita belum mempunya cukup bukti yang kuat, kita harus bersabar, biarkan orang suruhan bang Satya mencari buktinya baru kita menemui mereka! " ucap Dewi

__ADS_1


"Tapi aku tidak sabar untuk membalas semua perbuatan mereka, gara-gara mereka Sandra menjadi seperti sekarang ini, aku tidak terima" ucap Raya emosi.


"Bukan kau saja yang tidak terima tapi aku juga, kalian tenang saja aku akan membalas lebih pedih dari ini " ucap Satya dengan mata tajam nya.


"Kenapa kamu selalu seperti ini Sandra.. Padahal kamu orang baik, tapi banyak orang yang ingin menyakitimu" ucap Raya meneteskan air matanya.


Disisi lain Bella dan Bima sudah berada di dalam rumah nya, Bima sedang bulak balik gelisah.


"Apa sebenarnya yang kamu rencanakan Bella!! Kenapa kamu berbuat senekad ini!! " Bentak Bima.


"Kenapa sih bang.. Memang nya aku salah apa?? " ucap Bella dengan santai nya sambil memotong kuku-kuku jarinya.


"Kau bahkan masih bisa bersantai setelah mencelakai orang! Kamu sungguh sudah tidak waras!! " ucap Bima.


Sontak Bella berdiri menghadap ke Bima


"Lalu kenapa?? Tidak ada bukti bahwa aku yang mencelakai nya kan!! Jadi abang tenang saja!! " ucap Bella percaya diri.


"Aku sudah menyuap dua lelaki itu, dan aku yakin mereka sudah pergi keluar negri, jadi tidak akan ada bukti bahwa aku pelakunya". ucap Bella dalam hati Sambil tersenyum sinis.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2