Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
Bab 13


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Raya mengajak Sandra untuk pergi ke kantor Wijaya group, mereka sengaja berangkat pagi-pagi untuk menghalangi kemacetan dan berharap agar bertemu denga Satya ayah dari anak yang dikandung oleh Sandra.


"Kita ngapain sih disini Ray? " ucap Sandra yang tidak enak hati karena menjadi bahan tatapan beberapa orang yang berada disana, mereka memandang rendah Sandra yang memakai gamis panjang, beda dengan mereka yang memakai baju-baju modis dan sexy.


"Pakai nanya ngapain, ya minta pertanggung jawaban lah dari ayah yang lo kandung anaknya. " ucap Raya emosi.


Sepanjang malam Raya, menangis dan marah perasaan Raya campur anduk, saat mengetahui sahabat nya sedang mengandung di luar nikah, Raya tidak menyangka nasib buruk menimpah pada sahabat nya, sudah terlalu banyak dia menderita begitu pikir Raya, namun Raya salah, Sandra lebih kuat dari yang dia pikirkan.


Disisi lain Satya sudah tahu bahwa akan kedatangan Sandra dari kedua anak buahnya, Satya sengaja berangkat pagi-pagi untuk bertemu dengan mereka juga.


"Maaf nona kami telat, nona bisa langsung masuk ke ruangan tuan Satya biar saya yang antar " ucap Andika menemui Sandra dan Raya, sedangkan Satya sudah masuk lebih dulu ke ruangannya.


"Permisi tuan ini nona Sandra dan nona Raya ingin bertemu dengan tuan" ucap Andika sopan saat berada di dalam ruangannya Satya.


"Duduk" ucap Satya pada Raya dan Sandra.


Namun Raya yang sudah terburu emosi dia langsung menyampaikan keinginannya yang dia tunggu-tunggu sendiri dari semalam. Untuk tidak menampar wajahnya saja itu sudah bagus bagi Raya.


"Langsung saja, saya datang kesini untuk meminta pertanggung jawaban anda, tentang apa yang anda lakukan pada sahabat saya" ucap Raya masih dengan posisi berdiri menghadap Satya yang duduk sambil memangku kaki kanannya.


"Nona silahkan duduk terlebih dahulu" ucap Andika pada Raya.


"Ray duduk dulu" ucap Sandra menepuk sofa disebelahnya.

__ADS_1


"Sudah berapa minggu? " ucap Satya


"Saya belum periksakan ke dokter, tapi saya sudah pastikan beberapa kali kalau saya hamil" ucap Sandra.


"Apa yakin itu anak saya? "Ucap Satya.


"Apa maksud anda jelas-jelas sahabat saya mengandung anak anda" ucap Raya emosi.


"Udah Ray, jangan marah-marah " ucap Sandra.


"Saya berani jika anda mau tes DNA, tapi jika anda tidak mau bertanggung jawab juga tidak apa-apa, saya akan pastikan anda tidak akan menemui anak ini selamanya. Sekali mesum tetap saja mesum! " ucap Sandra beranjak bangun dari duduk nya.


"Tarik kembali kata-kata kamu! " ucap Satya emosi.


"Untuk apa? Apa namanya kalau bukan lelaki mesum, sudah berbuat tapi tidak berani bertanggungjawab! " ucap Sandra.


"Apa dengan bicara bisa membuktikan anak ini, anak anda atau bukan? Karena asal anda tahu saya bukan anda yang berganti-ganti pasangan setiap harinya.! " ucap Sandra menahan emosinya.


Seperti di image nya Satya terkenal seorang lelaki yang sering berganti pasangan, padahal tanpa orang tau, tidak ada satu pun dari beberapa perempuan yang di gosipkan dengannya dia sentuh, dia hanya sekedar berusaha menolak dengan bersikap baik pada perempuan yang mendekatinya. Karena Satya sangat menghormati perempuan terutama ibu dan adik-adiknya.


"Saya akan bertanggung jawab, saya tidak mau anak saya lahir diluar nikah! " ucap Satya.


"Buktikan saja kalau begitu! " ucap Sandra.

__ADS_1


"Saya akan buktikan, beberapa hari lagi saya pastikan kita akan menikah! Dan asal kamu tahu ini cuma kecelakaan, bukan di sengaja! " ucap Satya.


"Baiklah, saya tunggu niat baik anda, kami permisi! " ucap Sandra menarik tangan Raya untuk keluar dari ruangan Satya.


"Tuan yakin akan menikah beberapa hari lagi? " ucap Andika selepas kepergian Raya dan Sandra.


"Bagaimanapun saya harus bertanggung jawab" ucap Satya sambil duduk di kursi kerjanya.


"Tapi apa tuan bisa meyakinkan tuan besar dan nyonya? " ucap Andika.


"Saya harus tetap menikahi dia, saya tidak mau anak saya terlahir diluar nikah! Saya yakin dia perempuan baik-baik" ucap Satya.


Di dalam mobil, Raya sedang menyetir Raya sesekali menatap Sandra yang sedang termenung sambil menatap jalanan.


"Kalo mau nangis, nangis aja Sand jangan di tahan" ucap Raya.


"Aku engga apa-apa kok Ray " ucap Sandra sambil tersenyum pilu.


"Gue tau lo lagi sedih Sand, jangan tahan sendirian Sand, ada gue disini yang akan selalu dukung lo " ucap Raya.


"Makasih ya Ray, kamu memang sahabat aku yang terbaik" ucap Sandra tersenyum.


"Aku cuma bingung aja gimana caranya bilang sama mamang dan bibi, sama orangtua kamu juga, aku takut mengecewakan mereka " ucap Sandra.

__ADS_1


"Lo tenang aja biar gue bantu bilang" ucap Raya menenangkan Sandra.


Bersambung...


__ADS_2